Panduan Penting Pemakaian Sabun Khusus Organ Intim

Reporter : Cynthia Amanda Male
Kamis, 5 September 2019 10:50
Panduan Penting Pemakaian Sabun Khusus Organ Intim
Selalu jaga kesehatan kewanitaan.

Dream - Menjaga kebersihan sangat penting dilakukan. Biasanya kaum hawa baru sadar untuk menjaga kesehatan organ intimnya setelah mengalami masalah. Terutama untuk mereka yang sudah aktif secara seksual.

Salah satu yang penting dilakukan untuk menjaga kesehatan organ intim adalah selalu mengganti celana dalam secara rutin. Bilas organ intim setelah buang air dari arah depan ke belakang.

Pastikan kondisinya sudah kering sebelum mengenakan celana dalam kembali. Hal yang juga bisa dilakukan adalah membilasnya dengan sabun khusus.

" Disarankan untuk anak yang aktivitasnya mulai aktif. Atau anak perempuan saat sudah mulai menstruasi, sekitar 10 atau 11 tahun," kata Diana Derdameisya, Aesthetic Gynaecologist dalam acara ‘Pillow Talk with Andalan, The Untold Facts of Intimate Beauty’ di Jakarta Pusat, Rabu 4 September 2019.

1 dari 5 halaman

Cegah keputihan

Sabun khusus organ intim sebaiknya digunakan 3-7 kali seminggu untuk mencegah terjadinya infeksi.

Kamu juga bisa mencegah keputihan dengan menggunakannya secara teratur. Tak hanya itu, sabun ini juga bisa dipakai laki-laki.

 Bahan Katun Bisa Lindungi Organ Intim Kewanitaan© MEN

" Tanda keputihan selain bau biasanya gatal, baunya menyengat dan keputihannya berwarna serta menggumpal. Kalau sudah timbul semuanya, harus ke dokter. Tapi kalau hanya bau, bisa menggunakan sabun seperti Andalan Feminine Care, baik laki-laki maupun perempuan," kata Diana.

2 dari 5 halaman

Lebih percaya diri

Selain mencegah penyakit kelamin, menjaga kebersihan organ intim dengan memakai sabun feminine care juga bisa membuat seseorang lebih percaya diri. Terutama ketika berhubungan intim.

 10 Cara Mudah Memutihkan Area Organ Intim Wanita Secara Alami© MEN

" Kalau area intimnya sehat, nggak ada eksim, tidak akan menyebabkan penyakit apa-apa. Bisa melakukan seks dengan berbagai cara. Dan kalau bau pun jadi nggak pede, takut pasangannya turn off. Jadi harus diatasi dengan menggunakan sabun khusus organ intim," ujar sexologist, Haekal Anshari.

3 dari 5 halaman

Keputihan Bisa Jadi Pertanda Kanker, Segera Periksa

Dream - Mungkin Sahabat Dream pernah mendengar bahwa keputihan yang tidak berwarna dan berbau masih terbilang aman serta wajar dialami. Terutama ketika kelelahan dan perubahan hormon.

Namun demikian jangan menganggap sepele keputihan, terutama jika terjadi terus-menerus dan bau. Pasalnya, keputihan juga bisa gejala kanker serviks atau leher rahim.

" Keputihan sangat normal dialami. Biasanya karena kelelahan, stres atau infeksi kuman," ujar Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Andrijono, di Jakarta, Rabu 13 Februari 2019.

 cara mengobati keputihan© MEN

" Keputihan juga bisa karena tumor jinak, kanker atau polip karena kanker bisa mengeluarkan lendir," tambah dia.

 

4 dari 5 halaman

Sebuah pengalaman disampaikan anggota komunitas Cancer Information and Support Center (CISC), Untung Endang Suryani. Dia mengalami keputihan dan setelah diperiksa divonis mengidap kanker serviks.

" Tadinya, saya pikir ini gejala menopause. Usia saya kan sudah 50 tahun. Apalagi, tidak berwarna, berbau dan saya rajin pap smear. Tapi, ternyata keputihan terus terjadi. Sampai saya enggak bisa bangun, baru minta ke dokter dan divonis kanker serviks," ungkap Endang.

Dia sempat mencoba berbagai obat herbal yang murah hingga mahal. Tapi, obat-obatan tersebut tidak berhasil memperbaiki kondisinya.

" Saya biasakan konsumsi kunyit putih. Katanya bisa mencegah dan menyembuhkan kanker. Tapi ternyata masih keputihan juga. Sudah coba berbagai obat yang murah sampai mahal tapi hasilnya nggak ada," imbuh Endang.

5 dari 5 halaman

Hindari Obat Herbal

Untuk mengatasi keputihan, apalagi kanker, tidak disarankan mengonsumsi obat herbal. " Dibutuhkan jumlah yang banyak kalau pakai herbal," ujar Andrijono.

Jika mengalami keputihan dalam waktu yang cukup lama, sebaiknya diperiksa ke dokter dan diobati. Lakukan pemeriksaan pap-smear secara rutin.

 Muslimah Harus Hati-hati Memilih Pola Henna© MEN

" Kalau masih keputihan setelah sembuh, coba tes pap smear dan HPV (human papillomavirus)," saran dr. Andrijono.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan ada virus HPV, segera lakukan vaksin. Vaksin kanker serviks bisa diberikan mulai usia 9 tahun.

" Untuk mereka yang berusia 13 tahun ke atas, 3 kali vaksin dalam kurun waktu setahun. Sekali vaksin sekitar Rp770 ribu," jelas Venita, Ketua Bidang Layanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia.

Beri Komentar