Pasien Covid-19 yang Isolasi di Rumah Bisa Lakukan Telemedicine

Reporter : Mutia Nugraheni
Sabtu, 2 Januari 2021 08:02
Pasien Covid-19 yang Isolasi di Rumah Bisa Lakukan Telemedicine
Saat ini RS lebih diperuntukkan bagi pasien yang memiliki gejala sedang dan berat.

Dream - Kondisi rumah sakit rujukan Covid-19 di seluruh Indonesia saat ini sudah sangat penuh. Pasien terus bertambah, dan pada Desember 2020 angkanya malah meningkat. Belum lagi antisipasi kasus Covid-19 yang cenderung naik, efek dari liburan Natal dan Tahun Baru.

Saat ini RS lebih diperuntukkan bagi pasien yang memiliki gejala sedang dan berat. Sementara, bagi mereka yang positif Covid-19 tanpa gejala atau yang memiliki gejala ringan, isolasi mandiri harus dilakukan. Bisa dilakukan di rumah jika memungkinkan atau menggunakan fasilitas isolasi yang disediakan pemerintah seperti RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

" Pemda menyediakan tempat penampungan untuk yang tak bisa isolasi mandiri di rumah. Melihat kondisi peningkatan kasus, kita harus betul-betul melakukan seleksi pasien, sehingga pasien yang ke RS betul-betul mendapat perawatan," kata Rita Rogayah Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan, Kemenkes dalam acara diskusi yang disiarkan langsung di YouTube chanel BNPB, 30 Desember 2020.

Mereka yang melakukan isolasi mandiri di rumah, bisa memanfaatkan telemedicine melalui aplikasi kesehatan. Bisa juga mengontak Satgas Covid-19 dan Puskesmas setempat untuk mendapat pendampingan. Hal yang juga sangat penting adalah mengenali kondisi tubuh

" Kalau ringan bisa self assesment, bila kondisinya sedang atau berat ke rumah sakit. Manfaatkan telemedicine, masyarakat bisa berkonsultasi, juga mendapat edukasi, dan menentukan apakah butuh pemeriksaan lanjutan atau tidak," kata dr. Alexander K. Ginting, Sp.P, Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid 19 Nasional di kesempatan yang sama.

 

 

1 dari 5 halaman

Jangan sampai terlambat datang ke rumah sakit, terutama jika sudah mengalami gejala sesak. Keterlambatan penanganan bisa berujung fatal. Perlu diingat juga saat ini kondisi RS rujukan Covid-19 sudah sangat kewalahan.

" Kita harus menaruh prihatin pada perawat dokter yang sudah bekerja sehari-hari. Caranya menjaga diri kita. Satu-satunya yang bisa memutus rantai penularan adalah, masyarakat tak saling menularkan," pesan dr. Alex.

Akan jauh lebih baik melakukan pencegahan jangan sampai tertular. Tetaplah di rumah demi menjadi diri sendiri dan keluarga dari risiko penularan Covid-19.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

RS di Jabar Tak Terima Lagi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

Dream - Jawa Barat tidak lagi memberlakukan perawatan di rumah sakit untuk pasien Covid-19 tanpa gejala. Kebijakan itu diambil karena tingginya tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit seluruh Jabar.

" Keputusan Jabar, mereka yang (terkonfirmasi Covid-19) dengan komorbid ringan, tidak usah lagi dirawat di RS, tapi digeser ke gedung-gedung non rumah sakit dan sudah ada enam fasilitas, mayoritas fasilitas TNI AD dengan 1.000 bed yang disiapkan," ujar Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, dikutip dari Merdeka.com.

Ridwan menginstruksikan pemerintah daerah menyiapkan tempat isolasi di luar rumah sakit. Juga menambah tenaga kesehatan sesuai aturan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

" Perekrutan SDM sehingga bisa menambah kebutuhan Jabar," ucap dia.

Berdasarkan hasil evaluasi pekan ini, Jabar memiliki empat daerah yang ditetapkan dalam zona merah Covid-19. Keempatnya yaitu Depok, Karawang, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Tasikmalaya.

3 dari 5 halaman

Okupansi Rumah Sakit Tinggi

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menyoroti penambahan kasus di Jabar. Menurut dia, terjadi penurunan tingkat kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Doni mengatakan okupansi rumah sakit di Jabar sudah di atas 78 persen. Ini perlu menjadi perhatian semua pemerintah daerah.

" Presiden dalam arahannya mengingatkan daerah dan (pemerintah pusat) memberikan dukungan, jangan ada daerah yang kesulitan menyiapkan fasilitas kesehatan," ucap dia.

Kodam III/Siliwangi telah meminjamkan fasilitasnya untuk perawatan pasien Covid-19 tanpa gejala. Sehingga beban rumah sakit dalam menangani pasien positif dapat berkurang dan bisa fokus merawat mereka yang bergejala sedang maupun berat.

Sumber: Merdeka.com/Aksara Bebey

4 dari 5 halaman

Membludak, Pasien Covid-19 di RSSA Malang Dirawat di Lobi

Dream - Tim Satgas Covid-19 sejak beberapa hari lalu sudah memperingatkan masyarakat untuk tetap di rumah, tak melakukan aktivitas di luar jika tak mendesak. Hal ini karena risiko tertular Covid-19 masih sangat tinggi dan kapasitas rumah sakit sudah sangat minim, terutama di daerah.

Sebuah fakta menyedihkan di depan mata terjadi RSUD Dr Saiful Anwar Malang (RSSA). Pasien Covid-19 membludak sampai rumah sakit over capacity. Tak ada lagi kamar untuk menampung para pasien.

Akhirnya lobi rumah sakit dijadikan ruang perawatan dadakan. Hal ini diketahui dari unggahan @susana_indahwati di Instagram. Ia mengunggah beberapa foto yang menampilkan suasana RS yang sangat padat, petugas ber-APD dengan IGD yang penuh dan juga lobi yang dipadati tempat tidur pasien.

IGD RSSA MAlang© Instagram Susana

5 dari 5 halaman

" Teman teman...bila ada yang mengabaikan keadaan saat ini, mungkin sederetan foto ini dapat memberikan gambaran bahwa " kita tidak sedang baik baik saja" . Disiplinlah menjalankan 3M. Pahamilah, bahwa kalau anggota keluarga kita ada yg sakit, kita akan rebutan tempat di rumah sakit. Rebutan tempat di rumah sakit tidak akan sama rasanya seperti rebutan barang diskonan di Mall....atau rebutan tiket masuk wahana wisata,"  tulisnya

Ia juga mengunggah foto tumpukan peti mati. Antrean mobil ambulans dan ramainya mobil jenazah.

Mobil jenazah© Instagram Susana

" Rasanya sangat tidak menyenangkan, dan tidak memandang kita siapa. Semua diperlakukan SAMA !! Di bawah ini adalah kondisi lobby paviliun RSSA yang sdh dialihfungsikan sebagai ruang perawatan...,"  tulis Susana.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar