CONNECT WITH US!
CONNECT WITH US!

Peneliti: Kelelawar Kunci Dunia Selamat dari Ebola

Reporter : Eko Huda S | Selasa, 28 Oktober 2014 12:15
Wabah Ebola
Baker mengatakan bahwa kelelawar memiliki kemampuan membawa virus dalam jumlah besar tanpa mengalami dampak sampingnya.

Dream - Peneliti Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO) Australia, Michelle Baker, menduga menduga sistem kekebalan tubuh kelelawar bisa menjadi kunci masyarakat dunia untuk menangani krisis virus Ebola.

Sebagaimana dikutip ABC International, Selasa 28 Oktober 2014, selama ini kelelawar diduga sebagai pembawa virus Ebola secara alamiah. Baker mengatakan, kelelawar memiliki kemampuan membawa virus dalam jumlah besar tanpa mengalami dampak sampingnya.

" Virus yang tujuan hidupnya adalah untuk bereproduksi, tentu secara alamiah tidak akan membunuh wadah tempat hidupnya secara cepat. Dalam konteks ini, virus Ebola dan kelelawar menemukan ekuilibriumnya," jelas Baker.

Menurut dia, kelelawar hidup dengan Ebola dengan cara mengaktifkan sistem kekebalan tubuh secara konstan. " Yang perlu kita lakukan pada saat ini adalah mempelajari bagaimana kelelawar bisa mentoleransi pengaktifan sistem kekebalan tubuh mereka secara konstan tanpa mengalami efek buruk," kata dia.

Sebaliknya, tambah Baker, sistem kekebalan tubuh manusia baru bisa diaktifkan secara alamiah setelah mengalami kontak dengan virus tertentu. Karena itu, begitu sistim kekebalan tubuh manusia aktif, virus tersebut biasanya sudah menyebar.

" Fungsi utama sistim kekebalan tubuh adalah memusnahkan virus, namun dalam kasus virus Ebola, saat kekebalan tubuh manusia diaktifkan ke tingkat tinggi, justru yang terjadi adalah merusak wadah virus tersebut, yaitu tubuh manusia," tutur Baker.

" Terjadinya pendarahan internal dan eksternal dalam kasus ini, merupakan akibat dari sistem kekebalan tubuh manusia yang merespon virus Ebola secara sangat tinggi," tambah dia.

Karena itu, kata Baker, cara kelelawar merespons virus bisa menjadi kunci solusi mengatasi krisis Ebola saat ini. " Saya menduga masih cukup lama sebelum kita menemukan solusi terapi Ebola," ujar dia.

Sementrara itu peneliti CSIRO lainnya, Dr Kurt Zuelke, menjelaskan penyebaran Ebola dan virus lainnya seperti Hendra, Avian Influenza, dan SARS, merupakan akibat dari kian meningkatnya interaksi manusia dan hewan liar. " Tiga perempat dari jenis penyakit baru saat ini berasal dari hewan liar," jelas Zuelke. (Ism)

Anak Artis Season 3 - Cara Jadi Cewek Kuat Ala Valerie & Nadine

Rekomendasi Pilihan



Menuju Spin Off Pada 2023, Ini Persiapan CIMB Niaga Syariah

Selasa, 15 Oktober 2019 16:48

Rencana ini sudah dipersiapkan beberapa tahun yang lalu.

Outfit Nagita Slavina Cuma Rp1 Juta, Netizen Girang Tak Lagi Jantungan

Selasa, 15 Oktober 2019 16:36

Lihat tampilan lengkapnya berikut ini.

Sandiaga Uno Bagikan Teka-teki: Saya Kembali

Selasa, 15 Oktober 2019 16:00

Sandiaga dikabarkan masuk bursa menteri di kabinet Jokowi.

Hore! Stasiun MRT Lebak Bulus Kini Punya `Pangkalan` Ojek Online

Selasa, 15 Oktober 2019 15:48

Plaza ini punya `titik jemput dan antar` penumpang ojek online.

NASA Tangkap Foto Momen Horor Dua Galaksi Bertabrakan

Selasa, 15 Oktober 2019 15:12

Pertanda buruk tentang masa depan Bima Sakti.

6 Manfaat Pisang Mentah Bagi Kesehatan Tubuh

Selasa, 15 Oktober 2019 14:48

Ternyata, pisang mentah memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh.

Pori: JAD Siapkan Bom Bunuh Diri Saat Pelantikan Jokowi

Selasa, 15 Oktober 2019 14:45

Pengantin untuk aksi bom bunuh diri di Surakarta dan Yogyakarta telah disiapkan.