Peneliti Oxford Uji Vaksin Covid-19 ke Tiga Anaknya, Hasilnya?

Reporter : Ulyaeni Maulida
Rabu, 5 Agustus 2020 17:14
Peneliti Oxford Uji Vaksin Covid-19 ke Tiga Anaknya, Hasilnya?
Ketiga anaknya menjadi relawan untuk uji coba vaksin secara sukarela.

Dream – Pandemi Covid-19 telah menjadi momok menakutkan dalam kehidupan selama beberapa bulan terakhir. Virus ini telah melanda sebagian besar negara di seluruh dunia. Pembatasan wilayah pun menjadi salah satu cara untuk menghentikan penyebarannya.

Berbagai upaya telah dilakukan. Dan vaksin adalah salah satu harapan terbesar untuk menghentikan virus Covid-19. Agar kehidupan dapat segera kembali normal.

Saat ini, terdapat beberapa vaksin yang mulai dikembangkan. Bahkan telah mencapai tahap-tahap terakhir sebelum akhirnya sempurna untuk diproduksi secara massal. Seperti vaksin yang dikembangkan oleh Jenner Institute di Oxford University.

Vaksin yang disebut sebagai ChAdOx1, dikembangkan oleh peneliti Oxford, Dr Sarah Gilbert dan timnya. Hasilnya pun cukup menjanjikan. Sarah pun mengklaim bahwa vaksin yang tengah ia kembangkan memiliki kemungkinan hingga 80 persen. Dan akan aman melindungi orang-orang dari Covid-19.

1 dari 2 halaman

Ketiga anaknya ikut dalam tahap uji coba

Vaksin© Pexels.com

Namun, setiap kali mendengar adanya vaksin baru, justru menimbulkan kekhawatiran lainnya. Seperti para relawan potensial yang secara sukarela mengikuti uji vaksin tersebut.

Karena dugaan bahwa vaksin yang diujikan belum tentu berhasil, menjadi sebuah ketidaknyaman tersendiri bagi para relawan tersebut.

Tetapi Sarah sangat yakin dengan keselamatan para relawan. Bahkan ketiga anaknya memutuskan untuk turut serta, dalam proses pengujian vaksin tersebut.

2 dari 2 halaman

Ketiga anak kembarnya, yang masing-masing berusia 21 tahun, juga mempelajari tentang biokimia dan memutuskan untuk ikut dalam tahap uji coba vaksin.

“ Kami tidak benar-benar mendiskusikannya karena saya tidak banyak berada di rumah saat itu. Kami tahu dosis yang harus digunakan karena kami telah melakukan ini berkali-kali sebelumnya. Dan, kami tidak khawatir,” ungkap Dr Sarah.

Ia juga menekankan bahwa prioritas saat ini adalah seberapa cepat vaksin dapat diberikan kepada masyarakat. Ia juga mengatakan bahwa anak-anaknya dalam keadaan aman dan mereka berhasil menyelesaikan tahapan uji coba tanpa adanya efek samping.

(Sumber: indiatimes.com)

Beri Komentar