Penyakit yang Bisa Muncul Saat Stres Berkepanjangan

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 18 Agustus 2020 07:46
Penyakit yang Bisa Muncul Saat Stres Berkepanjangan
Stres mempengaruhi secara fisiologis dan psikologis, maka dari itu stres dapat menjadi penyebab beberapa penyakit kronis.

Dream - Kemampuan tiap orang menghadapi masalah berbeda-beda. Ada yang cukup 'tahan banting', namun ada juga yang sangat stres. Memendam beban psikologis cukup dalam hingga berdampak pada kesehatan fisik.

Hal ini kerap tak disadari, sampai munculnya keluhan-keluhan kesehatan. Penting Sahabat Dream ketahui, stres mempengaruhi secara fisiologis dan psikologis, maka dari itu stres dapat menjadi penyebab beberapa penyakit kronis.

Ada beberapa penyakit yang bisa saja muncul karena stres berkepanjangan. Apa saja?

Asma

Stres dapat mempengaruhi sistem pernapasan. Selama stres, reaksi alami yaitu bernapas lebih keras. Bagi mereka yang mengidap emfisema atau penyakit paru-paru, hal tersebut dapat menyebabkan masalah pernapasan seperti serangan asma.

 

1 dari 7 halaman

Penyakit Jantung

Selama mengalami stres, hormon stres adrenalin, kortisol, serta noradrenalin dilepaskan ke dalam tubuh. Hal ini mengakibatkan peningkatan secara tiba-tiba pada detak jantung karena banyak darah dipompa sekaligus serta tekanan darah meningkat dengan cepat. Setelah stres berlalu, tubuh akan kembali normal lagi.

Tetapi, mengalami stres yang berkepanjangan dan lonjakan berulang pada tingkat tekanan darah bisa berbahaya. Hal ini dapat menjadi penyebab penyakit jantung, terutama pada wanita pascamenopause yang memiliki hormon estrogen lebih rendah karena itu lebih rentan terhadap gangguan kardiovaskular.

 

2 dari 7 halaman

Diabetes

Beberapa hormon stres seperti kortisol dan epinefrin dapat memicu hati untuk menghasilkan lebih banyak glukosa, sehingga memberimu energi untuk mengatasi stres pada saat situasi darurat.

Kebanyakan glukosa ini tidak digunakan karena benar-benar tidak ada yang bisa dilawan atau dihindarkan. Lalu kemudian, tubuh menyerap kembali glukosa tersebut. Jika kamu mengalami stres berulang-ulang, gula darah tambahan yang dihasilkan bisa berbahaya dan dapat menyebabkan diabetes tipe 2 pada beberapa orang.

Penjelasan selengkapnya baca di Diadona.id

3 dari 7 halaman

Tips Mengatasi Stres Akibat Keseringan Melakukan Video Call

Dream - Melakukan rapat atau sekadar mengobrol mellui sarana video kini telah menjadi gaya hidup baru masyarakat di tengah Pandemik Covid-19. Sesuatu yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya itu kin mungkin telah menjadi hal yang biasa dilakukan semua orang.

Awalnya panggilan video sangat memudahkan berbagai hal, mulai dari pekerjaan hingga pertemanan. Namun, lama kelamaan hal ini dapat menyebabkan stres dan kelelahan.

Kamu mungkin pernah merasa tidak nyaman setelah terlalu sering melakukan panggilan video. Dilansir dari Miss Kyra, berikut tips mengatasi masalah kesehatan akibat terlalu sering melakukan panggilan video.

 

 

4 dari 7 halaman

Berhenti Melihat Diri Sendiri

Video Call© Shutterstock.com

Mulailah dengan mematikan fitur self-view agar kamu merasa seperti menjalani obrolan biasa. Jika ingin melihat penampilanmu, lakukanlah sebelum melakukan panggilan video agar tidak stres.

5 dari 7 halaman

Hindari Multitasking

Video Call© Shutterstock.com

Banyak orang yang melakukan banyak hal ketika menjalani panggilan video. Inilah yang menyebabkan stres. Coba untuk fokus pada satu hal agar tidak stres ketika sering melakukan panggilan video.

6 dari 7 halaman

Mencari Alternatif

Video Call© Shutterstock.com

Kamu tidak harus melakukan panggilan video untuk berhubungan dengan orang lain. Ganti panggilan video dengan mengirim surel atau telepon biasa.

7 dari 7 halaman

Beristirahat

Video Call© Shutterstock.com

Istirahat merupakan cara paling ampuh untuk menyegarkan pikiran dan seluruh tubuh setelah menatap layar gawai. Tidak hanya dapat mengatasi stres, matamu juga akan lebih sehat.

(Sumber: Miss Kyra)

Beri Komentar