Penyandang Diabetes Perlu Mendapat Vaksinasi Covid-19, Ini Alasannya

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 21 Februari 2021 13:46
Penyandang Diabetes Perlu Mendapat Vaksinasi Covid-19, Ini Alasannya
Diabetes membuat sistem imun menurun.

Dream - Diabetes menjadi salah satu penyakit penyerta atau komorbid pada sebagian kasus Covid-19. Jumlahnya bahkan mencapai 35 persen dari seluruh pasien yang terserang Covid-19.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Metabolik Endokrin RS Cipto Mangunkusumo, Em Yunir, menyatakan penyandang diabetes perlu mendapatkan vaksinasi. Sekjen Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) itu mengungkapkan setidaknya ada tiga alasan yang mendasari.

" Pertama pasien diabetes merupakan kelompok yang rentan terinfeksi Covid-19 karena mengalami penurunan sistem imun," ujar Yunir, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Alasan kedua, penyandang diabetes mudah mengalami berbagai macam infeksi. Hal itu dapat memperparah kondisi pasien.

" Alasan ketiga adalah vaksin dapat mengurangi angka morbiditas dan mortalitas pasien Diabeter melitus dengan Covid-19," kata Yunir.

Sebab alasan ini pula, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) merekomendasikan penyandang diabetes dapat menerima. Syaratnya, diabetes yang diderita masuk golongan tipe 2 terkontrol dan HbA1c kurang dari 7,5 persen.

 

 

1 dari 2 halaman

Penyandang Harus Tahu Kondisi Diabetes

Sebelum mendapatkan suntikan vaksin, penyandang diabetes diharuskan mempersiapkan diri. Setiap penderita harus mengetahui kondisi diabetesnya apakah akut atau terkontrol dengan obat-obatan.

Yunir mengatakan setiap pendaftaran vaksinasi terdapat rekam medis otomatis. Sehingga ketika penyandang diabetes akan dicek gula darahnya sebelum mendapat suntikan vaksin baik di puskesmas atau rumah sakit.

" Kalau gula darah tinggi, biasanya 300-400 mg/dl biasanya vaksin akan ditunda. Tetapi jika gula darah terkontrol misalnya 150-200 mg/dl dan itu diupayakan dengan obat-obatan pengendali gula darah, bisa mendapatkan vaksin Covid-19," kata Yunir.

Selain itu, lanjut dia, apabila ada gejala lain seperti demam atau diare, penyandang diabetes tidak boleh mendapatkan vaksin. Kondisi gula darah penting diperhatikan karena dapat mempengaruhi respon imun.

Semakin baik gula darah, maka respon imun penyandang diabetes akan lebih. Sementara kontrol Diabetes Melitus yang buruk, di mana kadar gula darah tidak terkontrol atau penggunaan insulin dalam jangka waktu lama, dapat mempengaruhi penurunan sistem imun dan meningkatkan risiko infeksi.

2 dari 2 halaman

Cek Gula Darah Mandiri

Product Manager Aplikasi Teman Diabetes PT Global Urban Esensial, Fredi Indra Jaya Daeli, mengatakan kontrol gula darah dapat dilakukan, salah satunya melalui aplikasi Teman Diabetes. Penyandang diabetes dalam melakukan kontrol gula darahnya secara mandiri.

" Pasien dapat melakukan input data gula darah harian, data makanan, dan obat yang dikonsumsi ke dalam aplikasi Teman Diabetes untuk kemudian didiskusikan dengan dokter," kata Fredi.

Aplikasi Teman Diabetes dapat didownload di Play Store dan Apple Store juga menyediakan layanan konsultasi pasien kepada edukator diabetes. Layanan ini memudahkan konsultasi kondisi diabetes yang dialami misalnya Hypoglikemia, Hyperglikemia, atau konsultasi lain seputar diabetes.

Aplikasi Teman Diabetes juga terintegrasi dengan alat glucometer atau alat cek gula darah yang terkoneksi dengan Bluetooth. Sehingga data gula darah dapat ditransfer ke aplikasi Teman Diabetes secara langsung setelah melakukan tes gula darah.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar