Penyebab Gejala Ringan Covid-19 Menjadi Berat

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 16 Februari 2021 16:48
Penyebab Gejala Ringan Covid-19 Menjadi Berat
Kondisi tiap individu berbeda-beda.

Dream – Pasien Covid-19 bergejala ringan biasanya diminta isolasi mandiri di rumah. Hanya pasien yang bergejala sedang, berat atau yang memiliki komorbid bakal dirawat di rumah sakit.

Penting diketahui, kalau pasien yang bergejala ringan dapat berubah menjadi gejala serius secara cepat bahkan dapat mengancam nyawa. Napas makin sesak, kadar oksigen dalam darah menurun drastis. Apa penyebabnya?

Para ahli mengatakan setelah gejala pertama kali muncul, kondisi tubuh manusia akan cenderung memburuk yang biasanya disebabkan oleh reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh. Meskipun bergejala ringan, kita tetap perlu untuk istirahat dan jangan sampai kekurangan cairan.

" Penyakit ini dapat menyebabkan gejala ringan pada seseorang, kemudian akan sembuh dalam beberapa hari atau seminggu dengan kondisi yang membaik setelahnya. Sebaliknya, mereka juga bisa mengalami sakit parah 7 -10 hari yang mungkin ada kaitannya dengan disregulasi kekebalan tubuh atau badai sitokin yang sering kita dengar," ujar dr. Dana Hawkinson, direktur medis pencegahan dan pengendalian infeksi di The University of Kansas Health System pada wawancara kepada Healthline.

 

1 dari 4 halaman

Badai sitokin mengacu pada reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh. Kondisi tersebut adalah komplikasi umum pada penyakit pernapasan, seperti Covid-19 dan sindrom pernapasan akut yang parah (SARS).

Saat virus penyebab Covid-19 masuk ke paru-paru, hal itu menyebabkan sistem kekebalan merespons dan membawa sel kekebalan ke paru-paru untuk menyerang virus. Ini menyebabkan peradangan. Pada beberapa orang, sistem kekebalan bereaksi berlebihan, mengakibatkan aktivasi lebih banyak sel kekebalan, menyebabkan peradangan berlebihan. Ini bisa berakibat fatal.

“ Biasanya ketika orang mengalaminya, akan dimulai dari mengalami flu atau asimtomatik. Kemudian, penyakit tersebut dapat berkembang dan menyebabkan pneumonia hingga menyebabkan orang menjadi sakit. Dan biasanya hal tersebut akan terjadi sekitar hari ke-6 atau ke-7 dari penyakit tersebut, ” ujar dr. Dean A. Blumberg selaku kepala penyakit menular pediatrik di Rumah Sakit Anak-anak Universitas California Davis pada wawancara kepada Healthline.

 

2 dari 4 halaman

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, gejala dapat muncul 2 -14 hari setelah terpapar virus. Gejalanya seperti demam, batuk, panas dingin, nyeri otot, sakit kepala, kehilangan rasa atau bau, sakit tenggorokan hingga sesak atau kesulitan bernapas.

Saat ini, para ahli mengatakan tidak ada cara untuk memprediksi apakah gejala seseorang akan berkembang dari ringan menjadi parah, meskipun ada faktor risiko yang membuatnya lebih mungkin terjadi.

" Virus ini dan infeksi yang ditimbulkannya tampaknya sangat tidak terduga. Kita tahu tentang gejala umum - demam, batuk, sesak napas - tetapi kita melihat semakin banyak gejala atipikal lainnya. Selain itu, kami melihat peningkatan gejala dari penyakit ringan hingga parah," kata Hawkinson.

Ada faktor risiko umum seperti usia, diabetes, hipertensi, penyakit paru-paru, dan imunosupresi. Sayangnya proses penyakit dan penyakit parah ini bisa menyerang siapa saja.

Laporan Yuni Puspita Dewi

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 4 halaman

BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Bio Farma

Dream - Badan Pengawas Obat dan Makanan menerbitkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authoritazation/EUA) untuk vaksin Covid-19 yang diproduksi Bio Farma. Vaksin tersebut kini dapat digunakan untuk program vaksinasi nasional.

" Pada hari ini, 16 Februari 2021 bisa disetujui dan didapatkan EUA dari Badan POM," ujar Penny dalam konferensi pers yang disiarkan channel YouTube Badan POM RI.

Penny mengatakan izin ini diberikan meskipun vaksin produksi Bio Farma memiliki kesamaan dengan vaksin buatan Sinovac dari sisi keamanan, mutu dan khasiatnya. Ini karena terdapat perbedaan tempat produksi maupun kemasan.

" Vaksin produksi Bio Farma ini diberi nama Vaksin Covid-19 dengan nomor UEA 2102907543A1," kata Penny.

Menurut Penny, vaksin produksi Sinovac dibuat dalam kemasan single dose (dosis tunggal). Sedangkan vaksin buatan Bio Farma dibuat dalam kemasan multiple dose (banyak dosis dalam satu kemasan.

" ini tentunya lebih efisien, lebih efektif," kata Penny.

 

 

4 dari 4 halaman

Selanjutnya, Penny menjelaskan vaksin ini dikemas masing-masing 5 ml satu dosis. Dalam satu vial berisi 10 dosis, kemudian dikemas dalam 10 vial.

" Stabil disimpang dalam suhu 2-8 derajat Celcius," kata dia.

Setiap vial dilengkapi kode baris (barcode). Penny juga menegaskan pemantauan mutu terus dilakukan selama vaksin didistribusikan hingga digunakan dalam vaksinasi.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar