Perjuangan Naufal, Pasien Obesitas Terberat di Indonesia

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Jumat, 15 Maret 2019 06:43
Perjuangan Naufal, Pasien Obesitas Terberat di Indonesia
Ia menjalani operasi pemotongan lambung dan harus mengubah gaya hidupnya jadi lebih sehat.

Dream - Kasus obesitas di berbagai negara terus meningkat tiap tahunnya, termasuk di Indonesia. Data Riset Kesehatan (Riskesdas) 2018 menunjukkan 21,8 persen dari penduduk Indonesia berusia di atas 18 tahun mengalami obesitas. Angka tersebut meningkat sebanyak 14,8 persen dari 2013.

Belum lama ini publik dikejutkan dengan meninggalnya Sunarti, pasien obesitas 148 kilogram asal Karawang yang meninggal dunia pada 2 Maret lalu. Sunarti meninggal dunia setelah menjalani operasi bariatrik.

Selain Sunarti ada juga Mohammad Naufal Abdillah, pasien obesitas dari Madura, Jawa Timur. Dengan bobot 238 kilogram, Naufal merupakan pasien obesitas terberat di Indonesia saat ini.

" Dari kecil lahirnya normal tapi tiap bulan naik sekitar satu kilogram. Kalaupun sakit, justru naik setengah kilogram. Sampai saya kelas 6 SD beratnya sudah 110 kilogram," tutur Naufal dalam acara konferensi pers Bedah Bariatrik Rumah Sakit Pondok Indah di Jakarta, Kamis 14 Maret 2019.

Meski mengalami kelebihan berat badan, Naufal tidak pernah merasa minder. Pria 23 tahun itu tetap aktif dan percaya diri. Bahkan, Naufal hobi berolahraga mulai dari berenang sampai main futsal.

Naufal mengaku kondisinya semakin parah saat ia duduk di SMP. Kala itu, ia bersekolah di sebuah pesantren. Tekanan di pesantren membuat stres hingga memicu pola makan berlebih.

" Waktu itu ikut pesantren kehidupannya penuh stres dan kegiatan full jadi pelampiasannya ke makananan. Sering makan mie instan, malam-malam nasi goreng 3 porsi. Bisa makan sate kambing sampai seperempat kilo sendirian," ungkapnya.

1 dari 2 halaman

Tersiksa dengan Berat Badan Berlebih

Naufal tidak memungkiri bahwa dirinya tersiksa. Dengan bobot sedemikian besar, Naufal sangat kesulitan dalam bergerak.

Ia bahkan sudah tidak bisa berolahraga sejak beratnya mencapai 200 kilogram.

 Naufal© Dream

" Kalau namanya orang gemuk itu keluhannya mudah capek, sendi-sendi kalau diipakai jalan lama mulai sakit," ujarnya.

Obesitas tak mematahkan semangatnya. Setelah mengikuti rekomendasi dari dosen, mahasiswa perguruan swasta itu akhirnya memutuskan untuk melakukan bedah bariatrik pada akhir Desember 2018.

2 dari 2 halaman

Jalani Operasi Bariatrik

Prosedur tersebut sama seperti yang dilakukan oleh mendiang Sunarti, yakni memangkas lambung untuk mengurangi rasa lapar. Naufal berhasil memangkas bobot tubuhya sebanyak 36 kilogram.

 Operasi© Dream

Usai operasi, Naufal harus beradaptasi dengan pola makan yang baru. Pasalnya, pasien bedah bariatrik tidak bisa mengonsumsi banyak makanan.

" Yang paling menderita ya makanan yang dulunya bisa dimakan sekarang sudah tidak bisa. Lemas karena asupannya mendadak jadi sedikit. Tipsnya minum air dan makan buah yang banyak," kata Naufal.

Perjalanan Naufal menuju berat badan ideal masih panjang. Di tahun ini, ia memiliki target berat badan 100 kilogram. Ia terus berjuang menjaga pola makan dan berolahraga.

" Badan lebih ringan, jalan jauh sudah bisa. Dulu setiap naik tangga di asrama harus sedikit-dikit berhenti, gak kuat sujud juga tapi sekarang sudah kuat," ujarnya. (ism)

Beri Komentar