Hati-Hati Bunda! Anak-Anak Terima Efek Buruk dan Terpanjang dari Pandemi

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 26 Februari 2021 15:45
Hati-Hati Bunda! Anak-Anak Terima Efek Buruk dan Terpanjang dari Pandemi
Pandemi Covid-19 menyebabkan kemampuan bersosialisasi anak-anak menjadi menurun.

Dream - Direktur Centre for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Diana Setiyawati mengatakan, semua kelompok umur mendapat dampak negatif dari pandemi Covid-19. Namun orang tua harus memberikan perhatian yang banyak kepada anak-anaknya. 

Di antara golongan usia yang terdampak efek panjang pandemi Covid-19, anak-anak menjadi pihak yang harus mendapat perhatian serius. 

" Yang diprediksikan mendapatkan efek terburuk dan terpanjang dari pandemi Covid-19 ini kalau kita tidak antisipasi adalah anak-anak, bayangkan 1 tahun, 2 tahun di rumah saja bagi anak-anak itu berbeda maknanya dengan kita," kata Diana dalam Talkshow BNPB, Kamis 25 Februari 2021.

Diana mengatakan, pandemi yang hampir berjalan satu tahun memaksa masyarakat termasuk anak-anak berada di rumah. Hal ini kata dia, menyebabkan kemampuan bersosialisasi anak-anak menjadi menurun.

 

1 dari 3 halaman

Anak Rasakan Dampak Terburuk & Terpanjang

Diana mencontohkan, pandemi flu Spanyol yang pernah terjadi pada 1918 di mana anak-anak yang lahir kala itu menghadapi banyak masalah. Persoalan yang dihadapi itu mulai dari sosial, ekonomi, psikologis dan kesehatan.

" Kenapa? Karena mereka dikandung pada masa ketika sistem kesehatan sedang sibuk, sedang banyak hal lain yang diprioritaskan, apalagi anak-anak ini yang dipaksa di rumah," ujarnya.

Di masa pandemi ini, anak-anak usia prasekolah seharusnya sedang mempelajari proses sosialisasi. Untuk itu dibutuhkan kerja sama banyak pihak untuk mendukung perkembangan anak-anak ini di masa penuh cobaan ini.

2 dari 3 halaman

Pertumbuhan Anak Terganggu

“ Kita harus bekerja sama, kalau enggak kasihan sekali kalau mereka tidak bisa belajar setia kawan, tidak bisa belajar sosialisasi,” ujarnya.

Selain anak-anak, para remaja bahkan Lansia juga mengalami kesulitannya sendiri menghadapi dampak pandemi Covid-19.

“ Remaja juga berat karena ini saatnya mereka mengeksplor identity, lansia juga berat. Artinya dari masing-masing itu ada tantangan masing-masing sehingga seluruh keluarga terdampak,” kata Diana.

" Semua rentan, tapi anak kecil yang paling rentan."

3 dari 3 halaman

Peran Penting Keluarga

Agar perkembangan anak tetap optimal di masa pandemi, Diana menegaskan keluarga jadi tulang punggung untuk menghadapi dampak-dampak yang kemungkinan muncul.

Penting bagi orangtua untuk menerapkan tiga aspek parenting yakni, edukasi, stimulasi, dan supervisi.

" Supervisi pada anak usia prasekolah itu jauh lebih mudah dari remaja. Misalnya anak usia prasekolah, orangtua harus tahu oh anak ingin mau, ajak ke ruang terbuka saat aman," kata Diana.

Orangtua juga diharapkan bisa menciptakan lingkungan bagi anak prasekolah yang tanpa gagdet. Caranya dengan mengajak anak membaca buku dan melakukan kegiatan yang merangsang kreativitas sehingga mereka tetap berkembang.

Tak cukup sampai di situ, Diana mengatakan, keluarga harus mampu mencapai komunikasi mendalam.

“ Kalau komunikasi itu bisa mendalam, semua perasaan bisa disampaikan di dalam rumah., Kemudian bisa saling support, kita bisa peka anak kita ngapain. Kita juga bisa membicarakan hal-hal pahit dan hal-hal besar,” ujarnya.

Kemampuan komunikasi di dalam keluarga bisa dilatih dengan mendekati anak yang tertutup dengan bercerita banyak. Orangtua juga bisa mencoba masuk ke dunia mereka.

“ Ini saatnya kita kembali mengambil peran mengedukasi anak, menjaga lansia, saling menguatkan. Semuanya perlu belajar, tapi dengan begitu kita akan menyadari bahwa hidup itu indah bersama keluarga,” tandasnya.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar