Perut Terasa Nyeri Setelah Buka Puasa, Ternyata Ini Sebabnya

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 11 Mei 2020 09:48
Perut Terasa Nyeri Setelah Buka Puasa, Ternyata Ini Sebabnya
Terkadang rasa nyeri tersebut hanya samar dan cepat mereda, tapi bisa juga sampai melilit.

Dream - Jelang berbuka puasa, biasanya tersaji banyak makanan dan minuman di meja makan. Saat azan berkumandang, kita pun menyantap hidangan yang ada. Seringkali setelah mengonsumsi cukup banyak makanan dan minuman, muncul rasa nyeri di perut.

Terkadang rasa nyeri tersebut hanya samar dan cepat mereda, tapi bisa juga sampai melilit dan kita kesakitan hebat. Dikutip dari situs Yayasan Gastroenterologi lndonesia, penyebab perut sakit saat buka puasa sangat beragam.

Jika Sahabat Dream sebelumnya sudah memiliki gangguan pencernaan, kebiasaan makan yang tidak tepat saat berbuka puasa dapat lebih berisiko menyebabkan perut sakit saat berbuka puasa. Namun, sakit perut saat berbuka puasa bisa saja terjadi pada orang yang tidak memiliki keluhan sebelumnya.

Ingin tahu apa saja hal-hal yang dapat menyebabkan perut sakit saat berbuka puasa? Yuk, simak.

 

1 dari 7 halaman

Makan terlalu cepat

Saat mengunyah, organ saluran cerna akan mengeluarkan enzim-enzim pencernaan yang dibutuhkan untuk memecah makanan dan penyerapan nutrisi. Jika makan terburu-buru, makanan yang dimakan cenderung tidak dikunyah dengan baik.

Makan© Shutterstock

Setelah ditelan, makanan yang tidak dikunyah dengan baik tersebut akan sampai ke saluran pencernaan. Akibatnya lambung dan usus harus bekerja lebih keras untuk mencerna dan menghaluskan makanan tersebut.

Selain mengganggu proses pencernaan, makan terlalu cepat dan kurang mengunyah dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi serta meninggalkan sisa-sisa zat racun dalam tubuh. Hati-hati, makan terlalu cepat juga bisa membuat tersedak.

 

2 dari 7 halaman

Makan berlebihan

Saat berbuka puasa, pasti ada perasaan ingin mencicipi segala makanan dan minuman yang dihidangkan, sedangkan kapasitas lambung kita terbatas. Ketika perut terisi banyak makanan, tekanan pada lambung akan meningkat.

Makan terlalu banyak© Shutterstock

Pada orang yang memiliki katup antara kerongkongan dan lambung yang longgar, makanan yang sedang dicerna dapat menumpuk dalam lambung dan naik kembali ke kerongkongan.

Hal inilah yang menjadi penyebab nyeri pada perut atas dan dada setelah makan berlebihan. Selain itu, karena terbatasnya enzim pencernaan dalam perut, makan makanan berlebih dapat menyebabkan lamanya saluran pencernaan dalam mencerna makanan. Perut yang penuh akan menyebabkan rasa begah dan tidak nyaman.

 

3 dari 7 halaman

Pemilihan makanan dan minuman yang kurang tepat

Ketika perut Anda terasa sakit dan tidak nyaman saat berbuka puasa, coba ingat lagi jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi. Beberapa makanan dan minuman sebaiknya dibatasi bahkan dihindari sebagai santapan pertama berbuka puasa.

Ayam oven© Shutterstock

Makanan yang dapat memicu sakit perut setelah berbuka puasa diantaranya makanan tinggi gula, makanan tinggi lemak, makanan berminyak seperti gorengan, makanan yang asam, dan makanan pedas.

Makanan tinggi gula dan lemak sulit dicerna, sehingga dapat menimbulkan keluhan perut terasa begah. Makanan pedas mampu menimbulkan rasa nyeri dan terbakar pada perut yang lama kosong akibat rangsangan pada reseptor yang terdapat pada permukaan saluran cerna. Sementara, makanan dan buah-buahan yang asam seperti jeruk, lemon, dan tomat dapat meningkatkan asam lambung dan memperparah gejala orang yang memiliki penyakit maag.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

4 dari 7 halaman

Penderita Maag, Hindari Makanan dan Minuman Ini Saat Sahur dan Buka Puasa

Dream –  Bagi penderita maag, saat menjalankan ibadah puasa harus memperhatikan kondisi kesehatannya.

Penderita maag akut sebaiknya menghindari beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat merangsang naiknya asam lambung.

Penderita maag kronis diimbau tidak sembarangan menyantap makanan saat sahur dan berbuka.

" Hindari makanan merangsang asam lambung misalnya makanan terlalu asam, pedas, berbumbu terlalu tajam, sayuran yang mudah menyebabkan lambung bergas seperti kol," ungkap dokter spesialis gizi, Raissa E Djuanda.

Dokter Raissa juga mengimbau agar selalu memenuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh. Dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bergizi seperti telur dan susu.

Selain itu, asupan omega-3 juga harus dapat terpenuhi. Yaitu dengan banyak mengkonsumsi berbagai jenis olahan ikan.  Seperti, tuna, salmon, hingga lele.

Berikut beberapa jenis makanan yang harus dihindari penderita maag: 

5 dari 7 halaman

Makanan Pedas dan Asam

Makan pedas© Pexels.com

Bagi penderita maag, sangat dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas atau asam. Karena hal tersebut dapat memicu naiknya asam lambung, terutama karena selama berjam-jam perut tidak diisi.

6 dari 7 halaman

Asinan Buah

 Segarkan Pikiran dengan Santap Asinan di Siang Hari© MEN

Penderita maag juga tidak disarankan untuk mengkonsumsi berbagai jenis asinan buah. Karena jenis makanan tersebut memicu naiknya asam lambung.

7 dari 7 halaman

Minuman Soda dan Alkohol

Minuman soda© Pixabay.com

Bagi penderita maag, dilarang untuk mengkonsumsi berbagai jenis minuman bersoda dan minuman yang mengandung alkohol.

Beri Komentar