Pfizer dan BioNTech Uji Klinis Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 22 Februari 2021 19:12
Pfizer dan BioNTech Uji Klinis Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil
Diperlukan 4.000 ibu hamil untuk terlibat dalam uji klinis.

Dream - Pfizer dan mitranya BioNTech telah melakukan uji klinis untuk mempelajari keamanan dan efektivitas vaksin virus korona pada wanita hamil. Dalam rilis reseminya Pfizer mengungkap " peserta pertama telah diberi dosis" dalam uji coba yang bertujuan untuk mendaftarkan 4.000 wanita di seluruh dunia.

Selain mempelajari apakah vaksin melindungi wanita hamil, peneliti akan mempelajari keamanan pada bayi dari wanita yang divaksinasi dan apakah antibodi pelindung ditransfer ke bayi. Bayi akan dipantau sampai mereka berusia sekitar 6 bulan.

Setelah bayi lahir, penelitian akan dibuka dan peserta diberi tahu siapa yang menerima plasebo akan dapat menerima vaksin. Studi ini akan selesai pada Januari 2023.

" Wanita hamil memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi dan berisiko mengalami Covid-19 yang parah, itulah sebabnya kami mengembangkan vaksin yang aman dan efektif untuk populasi ini. Kami sangat berterima kasih kepada relawan yang mendaftar dalam uji coba, dan penyelidik lokasi yang memimpin pekerjaan ini," kata William Gruber MD, wakil presiden penelitian klinis vaksin Pfizer, dikutip dari WebMD

 

1 dari 4 halaman

Studi ini penting karena kurangnya panduan yang pasti untuk ibu hamil dalam mempertimbangkan untuk mendapatkan vaksin. Wanita hamil tidak dimasukkan dalam uji klinis sebelumnya.

COVID-19 bisa berbahaya bagi ibu hamil. Pada November, CDC (Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat) mengatakan wanita hamil yang mengidap virus corona lebih mungkin mengalami kondisi yang parah, meninggal dan melahirkan bayi prematur.

Anthony Fauci, DirecturNational Institute of Allergy and Infectious Diseases AS, baru-baru ini mengatakan penelitian menunjukkan ibu hamil dapat dengan aman menerima vaksin virus corona. Dia mengatakan sekitar 100.000 wanita hamil di Amerika Serikat telah divaksinasi dan tidak ada yang menunjukkan efek samping yang serius atau menunjukkan " tanda bahaya" .

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 4 halaman

Vaksinasi Covid-19 Indonesia Diproyeksikan Capai Herd Immunity Maret 2022

Dream - Indonesia telah memulai vaksinasi nasional Covid-19 sejak 13 Januari 2021 dengan menyasar tenaga medis pada tahap pertama. Vaksinasi dilanjutkan dengan tahap ke dua mulai 17 Februari dengan sasaran lansia dan petugas layanan publik dan akan diteruskan ke masyarakat luas.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa, memproyeksikan herd immunity atau kekebalan komunitas tercapai pada Maret 2022. Hal ini didasarkan perhitungan dari Pemerintah yaitu 15 bulan sejak vaksinasi dimulai.

" Mudah-mudahan apabila tidak ada aral melintang selama 15 bulan ke depan hitungan kita, Indonesia akan mencapai herd immunity pada bulan Maret tahun depan, Insyaallah, mudah-mudahan itu bisa kita sukseskan," kata Suharso dalam konferensi pers disiarkan channel YouTube Bappenas RI.

Menurut Suharso, perhitungan ini didasarkan pada beberapa aspek. Pertama yaitu mengenai jumlah vaksin yang tersedia.

" Setidak-tidaknya berdasarkan jumlah hitungan dari vaksin yang sudah confirm sekitar 428 juta lebih," kata Suharso.

3 dari 4 halaman

Percepat Vaksinasi

Jumlah vaksin tersebut akan disuntikkan kepada 180 juta penduduk Indonesia. Masyarakat yang mendapatkan vaksin yaitu mulai usia 18 tahun ke atas.

Agar pelaksanaan vaksinasi bisa berjalan lebih cepat, Suharso mengatakan pihaknya menjalin koordinasi dengan para ahli. Mulai dari epidemiolog, imunolog, serta sejumlah pemangku kepentingan.

" Sehingga, dengan demikian kita bisa hammering. Jadi, hammering itu memalu ya, memukul dia (Covid-19) supaya turun laju pertambahan kasus (positif)," kata dia.

4 dari 4 halaman

Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Meski demikian, Suharso tetap meminta masyarakat mengedepankan protokol kesehatan setelah divaksin. Dengan begitu, upaya vaksinasi bisa diperkuat sehingga penularan Covid-19 bisa dihentikan.

" Jadi kita harus jaga jarak, pakai masker, rajin cuci tangan, hindari kerumunan, dan kalau tidak perlu banget bisa kurangi mobilitas," kata Suharso.

Hari ini, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menggelar vaksinasi Covid-19 untuk pegawai. Sebanyak 2.566 pegawai mendapatkan vaksin, sedangkan vaksinasi akan dilakukan bertahap.

" Batch pertama sudah ada 500 orang," kata Suharso.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar