Cara Membedakan Pilek dan Tenggorokan Kering Gejala Covid-19 atau Pengaruh Cuaca

Reporter : Ulyaeni Maulida
Jumat, 27 Maret 2020 18:47
Cara Membedakan Pilek dan Tenggorokan Kering Gejala Covid-19 atau Pengaruh Cuaca
Banyak yang masih bertanya tentang gejala dan tindakan apa yang harus dilakukan ditengah wabah virus corona covid-19.

Dream - Virus corona Covid-19 kini telah menjadi pandemi dan menimbulkan kecemasan ke seluruh penduduk dunia. Penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China ini setiap hari terus meningkat di luar Tiongkok. 

Beberapa gejala terserang virus corona adalah badan demam di aats 38 derajat celcius dan  pernapasan terasa sesak. Jika mengalami gejala pilek dan tenggorokan kering, apakah pertanda kita terinfeksi corona?

Meskipun pilek dan tenggorokan kering bisa menjadi salah satu gejala awal dari virus corona covid-19, namun hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan panik.

Gejala awal Covid-19 memang hampir sama dengan flu pada umumnya. Seperti demam, batuk, pilek, ataupun tenggorokan yang terasa kering. Namun ada sedikit perbedaan dari keduanya. Lalu bagaimana membedakan pilek dan batuk kering karena pengaruh cuaca?

1 dari 4 halaman

Bagaimana gejala awal Covid-19?

 Virus Corona© Pexels.com

Dilansir dari intermountainhealthcare.org, Virus corona baru atau Covid-19 adalah virus jenis baru yang sebelumnya tidak terlihat pada manusia. Virus Covid-19 dapat menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Empat virus corona lain yang sebenarnya sangat umum dan biasanya menimbulkan gejala ringan adalah flu biasa.

Namun pada kasus Covid-19, penyebarannya dapat mengakibatkan penyakit kronis pada kelompok tertentu. Misalnya pada usia diatas 50 tahun ke atas yang dibarengi dengan kondisi dasar seperti penyakit jantung, radang paru-paru hingga diabetes 

Gejala Covid-19 meliputi:

  • Demam
  • Batuk kering
  • Kesulitan bernapas
  • Gampang Lelah (kadang-kadang)
  • Merasakan nyeri dan pegal (kadang-kadang)
  • Sakit kepala (kadang-kadang)
  • Radang tenggorokan (kadang-kadang)

 

Suhu tubuh normal manusia adalah 36-37 derajat celcius. Suhu diatas 38 derajat celcius dikategorikan sebagai demam. Gejala ringan biasanya muncul secara bertahap. Biasanya muncul antara 3-4 hari setelah terpapar virus. Dan maksimal adalah selama 14 hari.

Namun dalam beberapa kasus, seseorang yang terinfeksi virus Corona, tidak menunjukkan gejala apapun. Dalam kasus seperti ini, mengkarantina diri sendiri adalah solusinya. Hal ini membantu mengentikan penyebaran virus corona covid-19. Selain itu dengan memperbanyak makanan bergizi dan menambah daya tahan tubuh, akan membantu penghentikan penyebaran virus corona tersebut.

Penanganan pada kasus dengan gejala ringan ini, akan hilang setelah 14 hari. Itulah sebabnya mengapa 14 hari dijadikan patokan dalam self quarantine. Sekitar 80 persen orang yang mendapatkan COVID-19 akan pulih tanpa memerlukan perawatan khusus.

Tetapi, satu dari enam orang yang terinfeksi virus corona ini akan menjadi semakin parah. Dengan gejala yaitu kesulitan bernapas. Biasanya ini akan lebih banyak menyerang usia yang lebih tua dengan penyakit bawaan seperti jantung, diabetes atau radang paru-paru.  

2 dari 4 halaman

Pilek dan Tenggorokan Kering, Gejala Covid-19 atau Pengaruh Cuaca?

 Influenza© Pexels.com

Perubahan cuaca yang tidak menentu saat ini, juga membuat dampak bagi kesehatan. Salah satu yang paling umum adalah pilek dan tenggorokan yang terasa kering. Namun ditengah mewabahnya virus corona covid-19, gejala-gejala seperti pilek dan tenggorkan kering dapat menjadi salah satu sumber kepanikan masyarakat.

Beberapa orang mungkin selalu mengalami gejala yang sama saat perubahan cuaca terjadi. Hal tersebut adalah hal yang wajar.  Untuk itu, jangan langsung menganggap gejala tersebut sebagai gejala virus corona. Hal terbaik adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh, serta selalu ikut anjuran untuk melakukan social distancing atau melakukan self quarantine.

3 dari 4 halaman

Bagaimana membedakan flu biasa dengan virus corona Covid-19?

 2 Tahun Pilek, Saat Diperiksa Isi Hidungnya Mengejutkan© MEN

Virus corona Covid-19 dan flu biasa memiliki gejala awal yang sama. Keduanya pun dapat menyebabkan munculnya gejala kesulitan pernapasan.  

Menurut healthdirect.gov.au, influenza sering kali meliputi nyeri otot dan sakit kepala, sementara gejala-gejala ini jarang terjadi pada Covid-19.

Dilansir dari alodokter.com, berikut ini adalah perbedaan gejala flu biasa dengan gejala  virus Corona covid-19.

Flu biasa

Flu biasa terjadi ketika rhinovirus menyerang saluran pernapasan. Umumnya, keluhan yang muncul datang dari hidung dan tenggorokan (saluran pernapasan atas). Gejala-gajalanya adalah sebagai berikut:

  • Bersin-bersin
  • Hidung tersumbat dan berair
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala ringan
  • Batuk
  • Demam (jarang)

Gejala-gejala tersebut biasanya muncul 1–3 hari setelah terpapar virus dari orang lain yang sedang sakit.

Virus corona covid-19

Sama seperti rhinovirus, virus corona covid-19 juga menginfeksi saluran pernapasan. Oleh karena itu, orang yang menderita corona covid-19 bisa mengalami gejala yang mirip dengan flu biasa.

Ada 3 gejala utama yang dapat muncul pada corona covid-19, yaitu:

  • Demam tinggi
  • Batuk
  • Sesak napas

Pasien juga bisa mengalami nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, diare, mual, dan muntah. Namun, gejala ini jarang terjadi dan tidak khas pada pasien corona covid-19.

Pada kasus yang parah, infeksi virus corona covid-19 bisa menyebabkan komplikasi yang serius, seperti sindrom gangguan pernapasan akut, pneumonia (infeksi paru) yang berat, edema paru, dan kegagalan fungsi organ-organ tubuh, misalnya ginjal.

4 dari 4 halaman

Apa yang harus dilakukan jika mengalami gejala seperti pilek dan tenggorokan kering?

Jika mengalami gejala seperti diatas, sebaiknya jangan langsung ke rumah sakit. Karena justru penyebaran virus corona covid-19 lebih rentan terjadi di rumah sakit. Saat tubuh kekurangan imun, akan sangat mudah untuk terinfeksi penyakit lain, terutama virus corona covid-19.

Untuk itu, sebaiknya tetap diam dirumah. Melakukan karantina diri agar tidak menyebar ke orang lain. Selain itu selalu mengkomsusi makanan yang bergizi dan menambah daya tahan tubuh. Lakukan selama 14 hari, untuk mencegah penyebaran yang lebih parah.

Beri Komentar