Keluarga Putus Asa Cari Mesin ECMO, Ayah 12 Anak Meninggal Karena Covid-19

Reporter : Cynthia Amanda Male
Sabtu, 25 September 2021 11:15
Keluarga Putus Asa Cari Mesin ECMO, Ayah 12 Anak Meninggal Karena Covid-19
Keluarganya tidak berhasil mendapatkan mesin ECMO yang berfungsi memompa oksigen ke organ paru-paru yang sangat dibutuhkannya.

Dream - Meski kasus Covid-19 terlihat telah mereda, namun bukan berarti virus mematikan tersebut berhenti merenggut nyawa. Pria 49 tahun asal Texas, Reed Hickson baru saja meregang nyawa akibat virus tersebut.

Awalnya, ia didiagnosa positif Covid-19 pada Agustus 2021. Sementara istri dan anak-anaknya juga mengalami gejala ringan. Ketika kondisinya memburuk, pria dari 12 anak itu dilarikan ke ICU terdekat.

Kondisi kesehatannya pun terus memburuk sejak 3 minggu dinyatakan positif Covid-19. Bahkan, ia membutuhkan mesin Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO) yang digunakan untuk memompa oksigen pada pasien gagal jantung serta paru-paru agar bisa bertahan hidup.

1 dari 2 halaman

Kondisi Rumah Sakit Penuh Saat Covid-19© Shutterstock

Dilansir dari People.com, mesin tersebut berperan lebih kompleks untuk menyelamatkan nyawa seseorang daripada ventilator. Sementara, fasilitas kesehatan dan mesin ECMO pun terbatas di Amerika Serikat.

Oleh karena itu, istrinya, Gina Hickson mengunggah status Facebook pada 19 September untuk mempermudah mencari tempat tidur rumah sakit dengan mesin ECMO. " Jika Anda memiliki koneksi tolong gunakan, kami kehabisan waktu dan cara," tulisnya.

2 dari 2 halaman

Keluarga Reed Hickson© People.com

Source: People.com

Gina pun meminta doa untuk kesembuhan sang suami. Namun keeseokan harinya, Reed menghembuskan nafas terakhir. Meninggalnya Reed menyisakan duka yang mendalam bagi kedua belas anaknya, istri, teman-teman, serta orang terdekatnya.

Hingga ia meninggal, belum diketahui apakah Reed telah divaksin atau belum. " Hal terberat yang saya lakukan dalam hidup adalah harus pulang ke rumah dan mengatakan pada anak-anak bahwa ayahnya tidak pulang ke rumah," ujar Gina.

Beri Komentar