Ragukan Kasiat Kalung Anti Corona, Sherina Munaf Beri Komentar Menohok

Reporter : Reni Novita Sari
Senin, 6 Juli 2020 13:35
Ragukan Kasiat Kalung Anti Corona, Sherina Munaf Beri Komentar Menohok
Kalung yang disebut penangkal corona ini rencananya akan diproduksi secara massal

Dream- Kementerian Pertanian mengenalkan kalung yang digadang-gadang bisa menangkal virus corona. Kalung itu dibuat dari bahan eucalyptus atau kerap disebut juga pohon kayu putih.

Kalung yang diklaim bisa menangkal corona ini rencananya akan diproduksi secara massal melalui kajian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.

Sayangnya, banyak pihak meragukan temuan inovasi kalung penangkal Covid-19. Penyanyi Sherina Munaf bahkan turut serta menanggapi kehadiran kalung yang diklaim sebagai antivirus corona tersebut.

Melansir Twitter, Sherina Munaf mencuit tanggapannya. Mantan penyanyi cilik itu merasa ragu pada kalung yang terbuat dari tanaman eucalyptus itu.

Ia mempertanyakan kemampuan eucalyptus yang selama ini dikenal untuk melawan nyamuk kini akan digunakan untuk membasmi virus corona. Penyanyi 30 tahun tersebut juga menunggu penjelasan ilmiah dan berharap kalung antivirus dari Kementan bukan hanya takhayul yang diolah menjadi sedemikian rupa.

1 dari 5 halaman

Meragukan Kasiat Kalung

Sebelumnya, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengeluarkan inovasi kalung antivirus corona yang terbuat dari bahan tanaman eucalyptus. Menurut Syahrul, tanaman eucalyptus sudah teruji melalui penelitian mampu membunuh virus influenza, virus beta dan gamma corona sebesar 80 hingga 100 persen.

Kendati demikian, kalung eucalyptus yang diklaim Syahrul mampu membunuh virus corona banyak diragukan oleh masyarakat, termasuk Sherina.

 sherina munaf © Photo: twitter/sherinamunaf

" Kalung Antivirus Eucalyptus Anti Corona mau diproduksi massal? Setahu saya Covid-19 itu virus. Bukan nyamuk," bunyi tulisan Sherina di Twitter @sherinasinna pada Minggu 5 Juli 2020.

Seorang warganet mengoreksi pernyataan Sherina. Akun @iindraxe berujar, “ Covid-19 itu nama penyakitnya, penyebabnya adalah virus SARS-CoV-2. Dan kalung itu adalah sia-sia, hanya menghabiskan uang negara.”

Pelantun “ Cinta Pertama dan Terakhir” serta “ Pergilah Kau” memberi respons. “ Paham. Terima kasih koreksinya. Yang pasti bukan nyamuk ya, virus ataupun penyakitnya,” tulis Sherina kemudian.

2 dari 5 halaman

Minta Bukti Ilmiah

Putri dari politisi Triawan Munaf itu kembali memperjelas bahwa covid-19 disebabkan oleh virus bernama SARS-CoV-2, bukan disebabkan oleh nyamuk. Sherina berharap hal ini benar-benar terbukti secara ilmiah, bukan hanya perkara leluhur yang kemudian diolah sedemikian rupa.

" Saya salah. Covid-19 adalah penyakitnya, yang disebabkan oleh Virusnya: SARS-CoV-2. Tapi untuk memperjelas, tetap bukan nyamuk. Ditunggu jurnal ilmiah kalung eucalyptus VS Covid-19 nya. Saya terima kalau saya blunder. Semoga nyawa tidak melayang karena takhayul yang diilmiahkan,” tambah Sherina Munaf.

Pernyataan Sherina dibenarkan oleh sebagian besar warganet. Mereka pun menyuarakan hal yang sama dengan Sherina.

Pertama, enggak ada bukti eucalyptus itu efektif untuk terapi COVID19. Kedua, Kalau pun misalkan eucalyptus itu efektif untuk terapi COVID19, ini sama aja kaya orang kena infeksi bakteri tapi antibiotiknya cuma dikalungin dan enggak diminum,” ulasnya. Pendapat lain muncul dari akun @kr_senda.

3 dari 5 halaman

Belum Teruji Secara Klinis

Sementara itu, beberapa warganet berpendapat hal ini belum teruji secara klinis. Mereka sama ragunya dengan Sherina bahwa kalung tersebut efektif membunuh Corona.

Ia memberi tahu Sherina, “ Penelitiannya baru sebatas molecular docking kak (komputasi).” “ Jadi belum diuji keefektifannya pada hewan dan manusia (uji klinik dan klinik). Jadi kajiannya masih awal/pendahuluaaan bangeet. Tapi sudah dijadikan produk,” imbuhnya.

 sherina munaf © Photo: Instagram/sherinasinna

4 dari 5 halaman

Mengenai Kalung Antivirus Corona

Kepala Balitbangtan, Fadjri Djufry, mengatakan bahwa saat ini banyak negara tengah berlomba menemukan antivirus corona. Begitupun Indonesia yang kini mengeluarkan inovasi kalung anti corona dari bahan eucalyptus. Perlu diketahui, minyak eucalyptus sudah menurun digunakan masyarakat yang biasa dikenal melalui kayu putih atau minyak telon.

Kementan sudah melakukan penelitian sejak 30 tahun lalu dalam menguji golongan virus corona seperti influenza, beta corona hingga gamma corona. Dengan begitu dikatakan bahwa eucalyptus bisa membunuh 80-100 persen virus, mulai dari avian influenza hingga virus corona. Kalung anticorona yang dirilis Kementerian Pertanian diklaim dapat membunuh 42 persen virus corona apabila digunakan dalam waktu 15 menit.

Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian juga mengungkap bahwa kalung antivirus berbahan dasar Eucalyptus tidak menjadi satu-satunya produk yang dikeluarkan Kementan. Melainkan roll on dan spray juga masuk dalam deretan produk yang diklaim anticorona ini.

" Jadi ini bisa membunuh, kalau kontak 15 menit dia bisa membunuh 42 persen dari Corona. Kalau dia 30 menit maka dia bisa 80 persen. Ini ada roll-nya. Kalau kita kena iris pisau, berdarah, kasih ini bisa tertutup lukanya," kata Syahrul baru-baru ini.

Selain itu, Kementan juga berencana akan memproduksi massal pada Agustus 2020 mendatang. Sayangnya, banyak publik dan masyarakat meragukan atas temuan produk inovasi kalung penangkal covid-19 yang dikeluarkan Kementan itu.

5 dari 5 halaman

Komentar Warganet

Pernyataan Sherina tersebut pun diunggah kembali oleh akun gosip @lambe_turah. Rupanya banyak netizen yang setuju dengan pernyataan putri Triawan Munaf tersebut, lantaran masih khawatir terhadap kemampuan eucalyptus dalam melawan virus corona.

 sherina munaf © Photo: Instagram/lambe_turah

" Setuju. Dimana mana virus dengan vaksin. Mana bisa dengan kalung.. semoga vaksin Covid-19 cepet ditemukan," komentar akun @dr_haridarmawan.

" Hadehh.. cari solusi yg lebi tepat sik, pake masker dah paling bener.. di hidung ya tapi, jangan di dagu," sahut akun @dillabundakay.

" Ya betul.juga ya ,,,, selama penderita virus bersentuhan.dengan ,,orang lain ya tetep.aja tertular. ,,,.trus efek.kalung buat apa dong," ujar akun @yulissetiani31.

" Setuju dgn kak sherin. Emangnya covid itu disebabkan sihir makanya harus pake kalung??" seru akun @romeo_suryadinata.

Beri Komentar