Ramai Kluster Covid-19 Saat Rapat, Cegah dengan Cara Ini

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 30 September 2020 18:12
Ramai Kluster Covid-19 Saat Rapat, Cegah dengan Cara Ini
Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan para karyawan yang harus rapat di kantor.

Dream - Tak semua kantor bisa menerapkan sistem bekerja dari rumah secara efektif dan efisien. Tatap muka kerap dibutuhkan untuk koordinasi dan pengambilan keputusan yang sangat penting.

Dalam situasi pandemi Covid-19 rapat di kantor tetap bisa dilakukan asalkan dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Hal ini demi melindungi seluruh karyawan, termasuk keluarganya dari risiko penularan Covid-19.

Dokter Dewi Nur Aisyah, salah satu tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 dalam talkshow bersama dr. Lula Kamal, mengingatkan para karyawan yang harus rapat di kantor kenakan masker dan jaga jarak.

" Tetap jaga jarak, take away makanan, snack jangan dimakan pas rapat, apalagi makan bareng-bareng di ruangan. Kalau makan kan masker harus dicopot dan ini meningkatkan risiko. Lebih baik tidak usah," kata dr. Dewi.

 

1 dari 4 halaman

Jangan Copot Masker

Ia juga mengingatkan baik atasan maupun karyawan yang rapat untuk mengenakan masker yang nyaman dan mudah berbicara saat dikenakan. Jangan buka masker sedikit pun saat rapat karena sangat berisiko.

Pakai masker© Shutterstock

" Masker gak boleh copot, pilih masker yang suara tetap terdengar jelas saat dipakai. Kalau pakai mic, tiap orang satu, semprot lagi pakai hand sanitizer. Segera setelah rapat cuci tangan sering-sering," ungkap dr. Dewi.

Risiko penularan Covid-19 di dalam ruangan cenderung sangat tinggi. Ruang kantor dan area rapat cenderung tertutup dan udara berputar karena AC sehingga virus lebih mudah menyebar. Untuk itu, saat di harus ke kantor, menghadiri rapat masker wajib dikenakan. Rutin menyemprot disinfektan juga bisa dilakukan untuk pencegahan.

2 dari 4 halaman

Penumpang KRL Diminta Tak Pakai Masker Scuba dan Buff, Kenapa?

Dream - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) membuat protokol kesehatan tambahan yang perlu dipatuhi saat naik KRL. Salah satu penerapan protokol kesehatan yang ketat yakni menggunakan masker.

Penumpang diharuskan memakai masker dengan benar yaitu menutupi hidung dan mulut secara sempurna.

© Dream

Selain itu, penumpang juga diminta menggunakan masker kain yang terdiri dari minimal dua lapisan. Penggunaan masker jenis scuba dan buff atau kain juga harus dihindari.

Hal ini telah disosialisasikan melalui akun Instagram resmi PT Kereta Commuter Indonesia @commuterline.

" Untuk kesehatan bersama, sangat dianjurkan menggunakan masker yang efektifitasnya mencukupi dalam mengurangi droplet atau cairan. Gunakan setidaknya masker kain yang terdiri dari minimal dua lapisan. Hindari penggunaan jenis scuba maupun hanya menggunakan buff atau kain untuk menutupi mulut dan hidung," kata VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 15 September 2020.

3 dari 4 halaman

Dalam unggahan sosialisasi imbauan untuk tidak menggunakan masker buff atau scuba, ditampilan unggahan infografis berupa presentase efektivitas beberapa jenis masker. Infografis tersebut menunjukkan, masker berbahan scuba dan buff hanya sekitar 0-5% saja.

PT KCI juga mengimbau bagi para penggunaka KRL untuk menggunakan masker yang efektif guna mencegah masuknya droplet atau cairan.

Sejak pemberlakuan PSBB jilid II pada Senin, 14 September kemarin, terlihat ada penerunan jumlah pengguna KRL.

Dari pantauan PT KCI hingga pk 08.00 pagi hari Senin, 14 September 2020, menunjukkan bahwa jumlah pengguna KRL tercatat sebesar 92.546.

Jumlah ini menunjukkan penurunan dari jumlah pengguna KRL pekan lalu yang mencapai 114.075. Penurunan jumlah pengguna ini tercatat di hampir seluruh stasiun KRL.

Sumber: Merdeka.com

4 dari 4 halaman

Catat! Jadwal Baru dan Peraturan KRL Selama PSBB Jakarta

Dream - Mulai Senin besok PSBB akan kembali diberlakukan. Kondisinya tak jauh berbeda dengan kebijakan yang diberlakukan pada April lalu.

Namun, ada beberapa perubahan kebijakan yang diterapkan untuk penumpang KRL. Terlepas dari pemakaian masker dan menerapkan protokol kesehatan umum, jam operasional KRL akan dibatasi.

Berdasarkan Siaran Pers yang disebarkan oleh PT KCI, KRL hanya akan beroperasi dari pukul 04.00-20.00 WIB. Berbeda dengan sebelumnya, dimana KRL beroperasi hingga pukul 24.00 WIB.

Jumlah penumpang pun dibatasi hanya 45 persen dari kapasitas kereta atau sejumlah 74 orang. Untuk menerapkan hal tersebut, zona antrean yang ada di stasiun akan dibatasi dan disekat.

Penumpang KRL dapat memantau kondisi antrean stasiun melalui aplikasi KRL Access versi terbaru agar tidak harus berdesakan.

Keamanan di dalam KRL akan ditingkatkan dengan dibukanya jendela di ujung kereta saat beroperasi di jam sibuk. Pintu KRL si kanan dan kiri juga akan terbuka saat tiba di stasiun akhir.

Semua stasiun KRL telah dilengkapi wastafel untuk memastikan penumpang kereta menjaga kebersihan tangan sebelum dan setelah menaiki transportasi umum.

Tersedia juga marka jaga jarak untuk mempermudah penumpang menentukan posisi ketika duduk maupun berdiri di dalam kereta. Penumpang berusia 60 ke atas serta yang membawa barang cukup besar hingga mengganggu penerapan jaga jarak aman, disarankan untuk menaiki KRL di luar jam sibuk atau sekitar pukul 10.00-14.00 WIB.

Beri Komentar