Saat Puasa Tak Boleh Keramas, Benarkah?

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 6 Mei 2021 17:35
Saat Puasa Tak Boleh Keramas, Benarkah?
Selama berpuasa, tubuh kita tidak boleh kemasukan air.

Dream - Puasa artinya kita harus menahan haus dan lapar serta nafsu buruk. Hal ini dilakukan mulai dari adzan Subuh hingga Maghrib.

Muslim Indonesia tak boleh mengonsumsi air seteguk pun selama lebih dari 13 jam. Padahal, kadang cuaca tropis terlalu panas dan bikin badan gerah.

Salah satu cara meghilangkan panas di badan ialah dengan mandi dan mengguyur kepala di siang hari. Bahkan ada yang sampai keramas.

Tapi, sejumlah orang menganggap keramas di siang hari saat berpuasa tidak boleh dilakukan. Alasannya dianggap bisa membatalkan puasa atau mengurangi pahala.

Jika ini dipatuhi, tentu kita hanya bisa keramas mulai dari berbuka puasa hingga sahur. Hal itu kadang tak baik bagi kesehatan bila dilakukan di malam hari dengan air bersuhu rendah.

 

1 dari 1 halaman

Tak Boleh Keramas?

Padahal, larangan keramas di siang hari saat puasa tak ada hukumnya, bahkan boleh dilakukan.

Keramas Menggunakan Air Hangat© Shutterstock.com

Keyakinan ini bermula dari kisah Rasulullah SAW yang pernah menyiramkan air ke atas kepalanya saat sedang berpuasa dan dalam keadaan panas terik matahari. Ini seperti diterangkan dalam hadis riwayat Abu Daud, Ahmad, dan Al Baihaqi.

" Sungguh aku menyaksikan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam di 'Araj menyiramkan air ke atas kepalanya sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa, karena dahaga dan panasnya cuaca."

Bila Nabi Muhammad SAW sendiri melakukanya, umatnya pasti juga diizinkan keramas di siang hari saat puasa Ramadan. Tapi ingat, pastikan air tidak tertelan atau masuk ke dalam lubang hidung saat menyiram kepala.

Beri Komentar