Penelitian: Virus Corona Merusak Testis

Reporter : Sugiono
Senin, 8 Juni 2020 08:12
Penelitian: Virus Corona Merusak Testis
Virus corona dapat menyerang sel-sel yang menghasilkan sperma di dalam testis.

Dream - Sebuah studi bersama yang dilakukan oleh para peneliti dari China dan Amerika Serikat menemukan bahwa virus corona baru dari jenis SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 bisa menyebabkan kerusakan pada testis tanpa perlu masuk ke dalam selnya.

Para peneliti menemukan bahwa virus corona dapat menyerang sel-sel yang menghasilkan sperma di dalam testis, mungkin dengan cara mengikat enzim pada permukaan selnya.

Tetapi para peneliti mengatakan mereka tidak menemukan gen virus di dalam sampel air mani dan jaringan testis pasien Covid-19.

Ini menguatkan bukti bahwa virus corona penyebab Covid-19 tersebut tidak menular melalui transmisi seksual.

" Dengan demikian, aktivitas donor sperma atau rencana kehamilan masih bisa terus berjalan di tengah proses pemulihan pasien Covid-19," kata para peneliti.

1 dari 4 halaman

Studi ini telah telah mendapat peninjauan dan dipublikasikan di European Urology Focus pada hari Minggu, 31 Mei 2020.

Dalam studi terbaru ini, sampel dari 11 pasien yang meninggal akibat Covid-19 di Wuhan dianalisis oleh tim dari China dan AS.

Dari China dipimpin Dr Nie Xiu dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong, Wuhan. Sementara tim dari AS dipimpin oleh Ming Zhou, seorang profesor di Pusat Medis Tufts di Boston.

Mereka menguji gen virus dalam jaringan yang terlibat dalam produksi sperma dan testosteron. Mereka juga menguji kerusakan yang disebabkan oleh virus terhadap alat reproduksi pria.

2 dari 4 halaman

Dari hasil penelitian, hanya satu sampel yang menunjukkan jejak virus. Sampel itu dari pasien dengan viral load yang tinggi.

" Hasil tersebut bisa jadi karena virus hadir dalam darah daripada di jaringan testis," kata studi itu.

Namun, lebih dari 80 persen sampel menunjukkan adanya kerusakan signifikan pada tubulus seminiferus - bagian testis di mana sperma diproduksi.

Sel-sel yang membentuk tabung kecil ini mengalami 'perubahan mirip balon'. Mereka menjadi jauh lebih besar dari sel yang sehat. Beberapa juga rusak sampai-sampai produksi sperma bisa terpengaruh.

3 dari 4 halaman

Namun para peneliti masih belum memahami bagaimana virus mampu melakukan hal itu tanpa memasuki sel testis.

Tetapi mereka menduga itu karena testis mengandung enzim yang dikenal sebagai ACE2. Virus corona mengikat enzim ini menggunakan protein spike.

" Kami menduga protein membran virus, yang disebut protein spike, yang menyebabkan kerusakan ini," bunyi studi tersebut.

4 dari 4 halaman

Sementara itu, Zhang Shuye, seorang peneliti di Pusat Klinik Kesehatan Masyarakat Shanghai di Universitas Fudan, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan hal itu mungkin saja terjadi.

" Tetapi tidak ada bukti ilmiah langsung yang mendukung teori bahwa virus bisa merusak tanpa masuk ke dalam sel inangnya," katanya.

" Kerusakan testis yang ditemukan dalam sampel penelitian tersebut mungkin disebabkan oleh kerusakan sistem kekebalan tubuh," tambahnya.

Sebelumnya muncul perdebatan mengenai dampak virus corona pada kesuburan pria sejak pertama kali dilaporkan di kota Wuhan, China, pada akhir tahun lalu.

Beberapa penelitian telah mendeteksi kelainan hormon pada pria. Tetapi dalam penelitian lain tidak ada jejak virus yang ditemukan pada sampel sperma pasien Covid-19.

Sumber: SCMP

Beri Komentar