Sedang Jadi Perdebatan, Ini Beda Eucalyptus dan Kayu Putih

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 8 Juli 2020 09:12
Sedang Jadi Perdebatan, Ini Beda Eucalyptus dan Kayu Putih
"Kayu putih ini salah satu spesies atau bagian dari spesies eucalyptus yang ada di dunia. Ada 900 spesies di dunia".

Dream - Eucalyptus sedang jadi perbincangan banyak orang dan memicu perdebatan. Hal ini lantaran Kementerian Pertanian yang membuat kalung antivirus sempat mengungkap kalau bahan tersebut mampu mencegah penyebaran virus Covid-19, padahal kenyataannya tak demikian.

Banyak orang yang menganggap kalau eucalyptus adalah kayu putih, ternyata hal itu kurang tepat. Kayu putih tepatnya merupakan salah satu spesies eucalyptus yang ada di dunia.

" Jadi memang di masyarakat menyamakan kayu putih dan eucalyptus. Kayu putih ini salah satu spesies atau bagian dari spesies eucalyptus yang ada di dunia. Ada 900 spesies di dunia," jelas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Fadjry Djufry, dikutip dari Liputan6.com.

Spesies eucalyptus ini ada di Australia, tapi sudah berkembang banyak di Indonesia. Setelah mendapat material atau bahan aktif dari eucalyptus, Balitbang Kementan memprosesnya hingga menjadi bahan ekstrak. Kemudian proses itu diuji sebagai bahan produk kesehatan.

" Bahannya diekstrak sampai kita dapatkan (dalam bentuk) minyak. Lalu kami mengujinya di Balai Besar Penelitian veteriner yang kita punya. Ini karena memang di Balai Besar Penelitian, pengujian juga terkait dengan penyakit penyakit zoonosis," lanjut Djufry.

 

1 dari 5 halaman

Diuji pada Virus

Penelitian eucalyptus oleh Balitbangtan sudah berlangsung cukup lama, terutama diuji pada virus Corona dan avian influenza.

Daun eucalyptus© Shutterstock

" Kalau berbicara mengenai virus Corona, sejak tahun 1991 kami sudah melakukan penelitian terkait. Dan ini (penelitian) memang sudah sudah cukup lama. Kami terus melakukan penelitian karena strain virus yang terus berkembang," Djufry menambahkan.

 

2 dari 5 halaman

Penelitian Pada Bahan Lain

Setelah diuji, diketahui jumalah dosis yang efektif berpotensi untuk membunuh virus Corona termasuk Avian influenza H5N1 dan influenza biasa. Tak hanya eucalyptus, Balitbangtan juga menguji bahan-bahan herbal lain yang berpotensi menghambat virus.

" Kami coba gunakan bahan baku yang sudah dikenal masyarakat dan memang ada di sekitar kita. Kurang lebih 65 bahan herbal. Ada jahe, kunyit, jambu biji, serai, dan sebagainya. Percobaannya (penelitian) memang cukup lama," ujar Djufry.

Terkait kalung eucalyptus, Djufry menegaskan produk tersebut tidak diklaim sebagai antivirus. Eucalyptus yang diteliti Balitbangtan menyasar virus Corona jenis lain, bukan Sars-CoV-2 penyebab COVID-19.

3 dari 5 halaman

Kalung Antivirus yang Dipakai Nagita Ternyata Dilarang

Dream - Berbagai cara dilakukan orang demi terhindar dari penularan Covid-19. Nagita Slavina salah satunya. Beberapa waktu lalu beredar foto dirinya menggunakan kalau antivirus yang dibelinya di Jepang saat berpose dengan band Gigi.

Nagita pakai kalung antivirus© Instagram

(Foto: Instagram Armand Maulana)

Tak hanya Nagita, sang putra Rafathar dan keponakannya, Ansara juga mengenakan kalung tersebut. Banyak orang yang penasaran dengan efektivitas produk tersebut.

Kalung antivirus© Instagram

(Foto: Instagram Fashion Nagita)


Produk yang bernama Sham Out Toamit tersebut mengklaim bahwa produknya terbukti secara efektif untuk memblokir partikel dan bakteri yang ada di udara.

Termasuk virus corona dan mengurangi kemungkinan terinfeksi atau menginfeksi orang lain. Produk tersebut mengandung klorin dioksida. Menurut dr. Ariane Davison, seorang ahli virologi dan imunologi mengatakan bahwa penggunaan kalung tak bisa melindungi diri dari virus Covid-19.

 

4 dari 5 halaman

Picu Masalah Kesehatan

Sebaliknya, menggunakan kalung tersebut malah bisa menimbulkan masalah kesehatan. Mengapa demikian?

“ Alat ini dikenakan di leher, jika mendekatkan alat tersebut ke wajah, bahan aktifnya yaitu klor dioksida, akan menyebabkan iritasi parah pada pernafasan dan mata, kulit terbakar, karena ini sangat korosif, ” katanya.

Virus Shut Out© Hongkongfp

(Foto: Hongkongfp)

Davison mengatakan bahwa klorin dioksida digunakan untuk mensterilkan permukaan yang keras dan tidak boleh digunakan di dekat wajah. Justru penggunaanya malah akan menimbulkan masalah kesehatan.

 

 

5 dari 5 halaman

Dilarang di Thailand dan Vietnam

Ternyata, alat ini telah dilarang oleh eBay dan Facebook, dan otoritas Vietnam dan Thailand telah menyitanya. Pihak berwenang Vietnam mengatakan produk itu tidak memiliki dasar ilmiah. Namun, masih tersedia di Hong Kong di toko Bonjour, SASA, di toko 7-Eleven, di mal HKTV dan dari apotek Watsons, dengan harga sekitar di bawah Rp 200.000.

" Bea Cukai Hong Kong sedang menyelidiki masalah dan sedang diajukan dalam penyelidikan," pernyataan Departemen Bea dan Cukai Hong Kong.

Laporan Cindy Azari/ Sumber Hongkongfp

Beri Komentar