Sejumlah Negara Tangguhkan Vaksin, AstraZeneca Angkat Bicara

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 16 Maret 2021 15:48
Sejumlah Negara Tangguhkan Vaksin, AstraZeneca Angkat Bicara
DIlakukan pengujian tambahan untuk mengetahui keamanan vaksin.

Dream - Sebanyak 10 negara menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca. Negara tersebut antara lain Austria, Denmark, Thailand, Belanda, Islandia, Italia, Estonia, Lithuania, Luxemburg, dan Latvia.

Hal ini lantaran sejumlah laporan terkait respons trombotik setelah vaksinasi. Trombotik adalah penyumbatan aliran darah di dalam salah satu pembuluh darah otak. AstraZeneca melalui keterangan resmi, angkat bicara.

Pihak AstraZeneca dari keterangan resmi yang diterima Dream, 16 Maret 2021, memberikan kepastian keamanan vaksin COVID-19 berdasarkan bukti ilmiah. Tinjauan terhadap semua data keamanan yang tersedia pada lebih dari 17 juta orang yang divaksinasi di Uni Eropa (UE) dan Inggris dengan Vaksin COVID-19 AstraZeneca tidak menunjukkan bukti peningkatan risiko emboli paru, trombosis vena dalam (DVT) atau trombositopenia, dalam kelompok usia, jenis kelamin, kelompok tertentu ataupun di negara tertentu.

Sejauh ini di seluruh Uni Eropa dan Inggris, terdapat 15 kejadian DVT dan 22 kejadian emboli paru yang dilaporkan di antara mereka yang diberi vaksin, berdasarkan jumlah kasus yang telah diterima oleh AstraZeneca pada 8 Maret.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan angka kejadian pada masyarakat umum dan kurang lebih sama dengan vaksin COVID-19 lainnya yang telah mendapatkan persetujuan izin edar. Laporan keamanan bulanan akan terus dipublikasikan di situs web Badan Obat Eropa (European Medicines Agency) pada minggu berikutnya, sejalan dengan langkah-langkah transparansi luar biasa (exceptional transparency measures) untuk COVID-19.

 

1 dari 4 halaman

Lebih lanjut, dalam uji klinis, meskipun jumlah kejadian trombotik kecil, jumlah kejadian ini lebih rendah pada kelompok yang divaksinasi. Selain itu tidak ada bukti peningkatan perdarahan di lebih dari 60.000 peserta yang ikut serta dalam uji klinis.

“ Sekitar 17 juta orang di UE dan Inggris telah menerima vaksin kami, dan jumlah kasus pembekuan darah yang dilaporkan dalam kelompok ini lebih rendah daripada ratusan kasus yang diperkirakan terjadi pada masyarakat umum. Kami akan melakukan upaya lebih dibanding praktik standar dalam memantau keamanan obat-obatan yang diedarkan tekait dengan pelaporan kejadian akibat vaksin, untuk memastikan keamanan publik," kata Ann Taylor, Chief Medical Officer AztraZeneca.

Saat ini, menurut Taylor, telah dilakukan pengujian tambahan. Tes tersebut dilakukan secara independen dan oleh otoritas kesehatan Eropa.

" Tidak satu pun dari tes ulang ini yang menunjukkan kekhawatiran. Selama produksi vaksin, lebih dari 60 pengujian kualitas dilakukan oleh AstraZeneca, mitranya, dan lebih dari 20 laboratorium pengujian independen. Semua tes perlu memenuhi kriteria ketat untuk kontrol kualitas dan data ini dikirimkan ke regulator di setiap negara," ujar Taylor.

 

2 dari 4 halaman

Saat ini, sebagian besar negara tetap melanjutkan penggunaan Vaksin COVID-19 AstraZeneca. Negara yang menggunakan antara lain Prancis, Inggris, Belgia, dan Spanyol.
Vaksin Covid-19 AstraZeneca dikembangkan bersama oleh tim Universitas Oxford dan Vaccitech.

Vaksin ini menggunakan vektor virus simpanse yang tidak bereplikasi berdasarkan versi yang dilemahkan dari virus flu biasa (adenovirus) yang menyebabkan infeksi pada simpanse dan mengandung materi genetik dari protein spike virus SARS-CoV-2. Setelah vaksinasi, protein permukaan spike diproduksi, yang mempersiapkan sistem kekebalan untuk menyerang virus SARS-CoV-2 jika kemudian menginfeksi tubuh.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 4 halaman

10 Negara Tangguhkan Vaksin AztraZeneca, Ini Respons WHO

Dream - Vaksin Covid-19 produksi AztraZeneca/ Oxford Inggris sudah sampai di Indonesia. Rencananya vaksin tersebut segera didistribusikan untuk meredam pandemi. Sayangnya, sejumlah negara mengambil keputusan untuk menangguhkan penggunaan vaksin tersebut.

Hingga kini sudah ada 10 negara yang menangguhkan vaksin AztraZeneca, yaitu Austria, Denmark, Thailand, Belanda, Islandia, Italia, Estonia, Lithuania, Luxemburg, dan Latvia. Hal tersebut karena adanya 22 kasus penggumpalan darah dan emboli paru-paru di antara tiga juta orang yang sudah mendapat suntikan vaksin AstraZeneca hingga tanggal 9 Maret 2021.

10 Negara Tangguhkan Vaksin AztraZeneca, Ini Respons WHO© MEN

World Health Organization (WHO) merespons penangguhan sejumlah negara pada vaksin AztraZeneca. Menurut Margaret Harris, tak ada alasan untuk menghentikan atau menangguhkan penggunaan vaksin tersebut.

WHO mengeluarkan pernyataan tak ada hubungan antara vaksinasi dan risiko pembekuan darah. Dikutip dari BBC, WHO sedang menyelidiki laporan kasus penggumpalan darah dan aspek keamanan lainnya.

Pada Jumat Jumat, 12 Maret 2021, AstraZeneca mengatakan kasus pembekuan darah yang tercatat pada orang yang divaksinasi " jauh lebih rendah daripada yang diharapkan di antara populasi umum" .

Badan regulator obat Eropa, mengatakan sebelumnya tidak ada indikasi kalau suntikan menyebabkan pembekuan darah. Negara-negara seperti UK, Jerman, Australia dan Meksiko tetap menjalankan vaksinasi dengan AztraZeneca sesuai rencana dan tak melakukan penangguhan.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

4 dari 4 halaman

Vaksin Astrazeneca Segera Didistribusikan, Ini Efek Sampingnya

Dream - Program vaksinasi di Indonesia akan menggunakan vaksin Covid-19 dari merek lain, bukan hanya Sinovac tapi juga Astrazeneca. Pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hari ini, 9 Maret 2021 baru mengumumkan penerbitan izin darurat untuk Astrazeneca.

Kepala BPOM, Penny Lukito mengatakan khasiat mutu vaksin ini hampir sama dengan vaksin Sinovac. Pada tahap vaksinasi massal untuk kelompok prioritas termin pertama, pemerintah menggunakan vaksin Sinovac.

" Kategori-kategorinya juga harus sama dengan vaksin Sinovac, penyimpanannya juga sama, cocok dengan negara yang biasa kita lakukan vaksinasi pada umumnya, yaitu 2-8 derajat celcius," ucap Penny dalam konferensi pers, Selasa 9 Maret 2021.

Penny tidak menampik ada efek samping dalam vaksin Astrazeneca. Antara lain rasa nyeri lokal, gatal, kemerahan, hingga efek samping sedang mual dan muntah. Namun demikian, efek samping itu menimbulkan antibodi dalam tubuh manusia.

Efek yang timbul setelah vaksin tersebut sebenarnya tak jauh berbeda dengan efek vaksin Sinovac. Berdasarkan data khasiat dan mutu yang diterima BPOM, pembentukan antibodi terhadap dewasa usia 18-60 tahun peningkatan antibodi sebanyak 32 kali. Sedangkan lansia di atas 65 tahun 21 kali.

Indonesia diketahui telah menerima sekitar 1,1 juta lebih vaksin virus Corona atau Covid-19 AstraZeneca sesi pertama melalui jalur multilateral. Vaksin tersebut tiba melalui Bandara Soekarno Hatta hari ini, Senin 8 Maret 2021 kemarin.


(Sah, Laporan Yunita Amalia, Sumber: Instagram @bpom_ri 

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar