Selain Masker, Sinarmas Sebar Bantuan Obat Covid-19 dari China

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 8 Oktober 2020 15:52
Selain Masker, Sinarmas Sebar Bantuan Obat Covid-19 dari China
Perusahaan ini ingin membantu masyarakat untuk menghadapi Covid-19.

Dream – Sinar Mas Group tidak berpangku tangan saat ada pandemi Covid-19. Perusahaan ini memberikan bantuan kepada masyarakat untuk menghadapi pandemi corona.

Salah satunya adalah bantuan obat China, Lianhua Qingwen. Pada Kamis 8 Oktober 2020, Managing Director Sinarmas, G Sulistiyanto, mengatakan pihaknya telah mendatangkan 1 juta unit obat China, Lianhua Qingwen. Obat-obatan ini didistribusikan kepada masyarakat.

“ (Obat ini) menolong banyak penderita Covid-19 pada tahap awal. Ini adalah usaha yang dilakukan Sinarmas untuk melayani masyarakat,” kata Sulistyanto dalam webinar “ Innovation for The Future, Economic Outlook: Peran Swasta dalam Pemulihan Ekonomi menuju Indonesia 2021”.

Selain obat-obatan, perusahaan juga bekerja sama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk menggalang dana dalam penanganan Covid-19.

Penggalangan dana ini berhasil mengumpulkan ratusan miliar rupiah dan diwujudkan dalam bantuan untuk diberikan kepada pemerintah.

 


Sinarmas© Sinarmas

“ Terkumpul Rp650 miliar yang langsung digunakan dalam pelayanan dan (bantuan berupa) masker, ventilator, rapid test yang waktu itu masih banyak yang belum menginisiasi,” kata dia.

Sinarmas juga memproduksi masker dan menggalakkan kampanye “ Gerakan Pakai Masker”, untuk menekan penyebaran corona.

Lianhua© Google

obat China, Lianhua Qingwen, untuk pasien OTG ringan Covid-19 

 

Perusahaan ini melaksanakan sosialisasi penggunaan masker kepada masyarakat melalui webinar dan bagi-bagi masker.

“ Kami berharap protokol kesehatan dikedepankan sambil menunggu pengembangan vaksin,” kata dia.

 

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 3 halaman

Fenomena ADE Tak Ditemukan di Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac

Dream - Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran, Kusnadi Rusmil, sejauh ini tidak ditemukan fenomena ADE (Antibody-Dependent Enhancement) selama pelaksanaan uji klinis vaksin Sinovac.

Fenomena ADE tengah ramai menjadi pembicaraan. Ini merupakan fenomena biologis yang mungkin terjadi berupa timbulnya reaksi yang memperkuat infeksi sehingga menimbulkan kejadian imunopatologis yang berat.

 

© Dream

 

Kusnadi mengatakan ADE ditemukan pada kasus dengue. Sementara pada kasus MERS, SARS, Ebola, dan HIV, fenomena ADE hanya ditemukan pada kasus in silico (simulasi komputer) dan in vitro (percobaan di cawan petri laboratorium).

" Tidak menggambarkan fenomena di manusia," kata Kusnadi.

 

2 dari 3 halaman

Tak Muncul Sejak Uji Pre-Klinis ke Hewan

Umumnya, terang Kusnadi, reaksi ADE sudah terlihat sejak pengembangan vaksin di tahap uji pra-klinis pada hewan. Hal ini diperkuat dengan artikel yang dimuat pada jurnal ilmiah Science mengenai pengembangan vaksin SARS-CoV-2.

" Vaksin SARS-CoV-2 dari Sinovac pada publikasinya di Science sudah menyebutkan bahwa pada uji pre-klinisnya tidak menemukan kejadian ADE pada hewan yang sudah divaksinasi. Bahkan hewan yang sudah divaksinasi ini mampu bertahan setelah dipaparkan dengan virus SARS-CoV-2," ucap Kusnadi.

 

3 dari 3 halaman

Kasus di Seluruh Dunia

Kusnadi juga menyatakan tidak ditemukan reaksi efek samping serius pada relawan disebabkan vaksin maupun vaksinasi selama uji klinis berjalan. Demikian pula pada tahap I dan II di negara asal vaksin.

Bahkan, saat ini terdapat lebih dari 140 calon vaksin Covid-19 di dunia sudah dibuat. Sebagian di antaranya sudah masuk uji klinis pada manusia.

" Hingga saat ini belum ada bukti terjadinya ADE (pada kandidat vaksin Covid-19). Kewaspadaan dan monitoring terhadap keamanan vaksin tetap harus dilakukan," ucap dia.

Vaksin Covid-19 saat ini masih dalam pengembangan dan belum ada satupun yang sudah dinyatakan lulus uji klinis. Sehingga, sambil menantikan hadirnya vaksin yang jelas keamanannya, masyarakat diimbau lebih mengutamakan penerapan protokol 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

Protokol 3M terbukti efektif mencegah potensi terinfeksi Covid-19. Bahkan protokol ini sudah berlaku di seluruh negara di dunia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar