3 Pekan Terakhir Kasus Covid-19 di 126 Kabupaten/Kota Naik, Penyebabnya dari Sekolah dan Lansia

Reporter : Arini Saadah
Selasa, 16 November 2021 07:47
3 Pekan Terakhir Kasus Covid-19 di 126 Kabupaten/Kota Naik, Penyebabnya dari Sekolah dan Lansia
Sebagian besar penyebab kenaikan kasus Covid-19 adalah infeksi yang ada di sekolah dan kelompok lanjut usia.

Dream - Kasus aktif Covid-19 di Indonesia sudah menurun sejak puncaknya pada 24 Juli 2021. Per 14 November 2021, pemerintah mencatat ada 9.018 kasus aktif Covid-19 dan terus berupaya menekan penyebaran virus corona.

Dalam rapat terbatas, Presiden Joko Widodo melalui Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan agar masyarakat tetap waspada terutama dalam menghadapi peringatan Hari Natal dan Perayaan Tahun Baru (Nataru).

Jokowi berharap Indonesia tidak mengalami lonjakan kasus Covid-19 lagi. Ia juga menekankan kepada lima provinsi terus dimonitor karena selain jumlah kasusnya mulai melandai, juga terlihat indikasi kenaikan kasus.

“ Jangan sampai terjadi lonjakan berikutnya. Presiden menekankan lima provinsi yang jumlah kasusnya sudah mulai melandai dan ada beberapa indikasi mulai ada kenaikan itu harus dimonitor secara ketat, kelimanya provinsi di Jawa,” ujar Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual, Senin 15 November 2021.

1 dari 2 halaman

Kasus Naik di 126 Kabupaten/Kota

Ilustrasi© YouTube/Sekretariat Presiden

Menurut Budi, dalam sepekan terakhir terdapat 126 kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan kasus positif Covid-19. Dari jumlah itu, ada yang mengalami peningkatan selama tiga pekan berturut-turut.

Kementerian Kesehatan telah melakukan observasi dan menemukan penyebab kenaikan kasus Covid-19 pada 126 kabupaten/kota tersebut. Menurut Budi, sebagian besar penyebabnya adalah kasus positif di sekolah dan kelompok lanjut usia.

“ Berdasarkan observasi Kemenkes pada Minggu lalu, 126 kabupaten/kota yang naik beberapa di antaranya ada yang sudah 3 minggu berturut-turut naik. Sebagian besar kenaikannya disebabkan karena kasus positif di sekolah dan lansia,” tutur Budi.

2 dari 2 halaman

Konsolidasi dengan Mendikbudristek

Mendapati temuan tersebut, Budi mengaku segera melakukan konsolidasi dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim untuk membahas kasus Covid-19 pada sekolah tatap muka. Konsolidasi tersebut rencananya akan digelar minggu ini.

" Rencananya minggu ini kita sudah bisa selesaikan bagaimana kita bisa tetap melakukan program (sekolah) tatap muka, tapi dengan surveilans yang aktif dan lebih kuratif," lanjutnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan kepada pihak sekolah yang memulai pembelajaran tatap muka untuk segera menangani jika ada indikasi gejala Covid-19.

“ Agar kalo ada indikasi, (virusnya) tidak menyebar,” tambahnya.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar