Serangan Jantung Dini Hari Paling Mematikan, Simak Penjelasannya

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 19 Februari 2020 08:48
Serangan Jantung Dini Hari Paling Mematikan, Simak Penjelasannya
Ada fakta yang penting diketahui soal serang jantung dini hari.

Dream - Meninggalnya Ashraf Sinclair secara tiba-tiba karena serangan jantung, mengagetkan banyak orang. Apalagi aktor tampan ini dikenal sebagai pria yang menerapkan pola hidup sehat dan rutin berolahraga.

Suami Bunga Citra Lestari ini diketahui meninggal pukul 04.51 WIB, 18 Februari 2020. Dikutip dari KlikDokter, menurut dr. Alvin Nur Salim, Sp.PD serangan jantung pada dasarnya bisa terjadi kapan saja, namun waktu dini hingga pagi hari adalah yang paling berisiko.

“ Ada dugaan bahwa serangan jantung disebabkan karena irama sirkadian tubuh yang memicu tekanan darah tinggi, serta adanya pelepasan protein tertentu di pagi hari,” jelasnya.

 

 

1 dari 6 halaman

Perubahan Protein dan Stres

Alvin menjelaskan bahwa di dalam tubuh manusia punya protein dalam darah yang kadarnya akan berubah sewaktu pagi. Nah, perubahan kadar protein ini dapat menyebabkan irama jantung di pagi hari jadi berubah cepat. Tak bisa dipungkiri, bahwa hal-hal tersebut dapat memicu serangan jantung pada beberapa orang.

" Stres bisa terjadi karena memikirkan aktivitas atau pekerjaan yang akan dilakukan hari itu. Stres ini meningkatkan senyawa epinefrin, efeknya detak jantung jadi lebih cepat, serangan jantung yang fatal pun bisa terjadi,” ungkap dr. Alvin.

 

2 dari 6 halaman

Sumbatan Aliran Darah

Serangan jantung sebetulnya dapat disebabkan oleh banyak hal, untuk mengetahui pastinya, harus melakukan pemeriksaan ke dokter. Menurut pendapat dr. Alvin, penyebab paling umum dari serangan jantung adalah aterosklerosis, yakni adanya plak lemak yang menyumbat aliran darah ke jantung.

Ketika ada sumbatan pada pembuluh darah, jaringan di jantung tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Kurangnya aliran darah tersebut nantinya akan menyebabkan kerusakan jaringan dan akhirnya terjadi gangguan fungsi atau serangan jantung.

Selengkapnya baca di sini.

3 dari 6 halaman

4 Kondisi yang Tingkatkan Risiko Terjadinya Serangan Jantung

Dream - Serangan jantung terjadi sangat cepat dan begitu mematikan. Hanya dalam hitungan detik, jika tak diatasi dengan tepat, nyawa jadi taruhannya. Bukan hanya terjadi pada mereka yang berusia tua, serangan jantung juga kerap menyerang usia muda.

Seperti yang dialami almarhum Ashraf Sinclair. Aktor asal Malaysia ini diketahui meninggal dunia hari ini, Selasa 18 Februari 2020, karena serangan jantung padahal usianya masih 40 tahun.

© Dream

Dikutip dari KlkDokter, penyakit jantung adalah suatu keadaan yang menggambarkan masalah pada jantung dan pembuluh darah yang meliputi penyakit jantung koroner, kelainan jantung bawaan, aritmia, infeksi jantung, atau gagal jantung.

Serangan jantung biasanya terjadi akibat penyakit jantung koroner yang tak tertangani, penyempitan pembuluh jantung, atau adanya pembuluh jantung yang robek. Ada beberapa kondisi yang membuat seseorang berisiko terkena penyakit jantung. Apa saja?

 

4 dari 6 halaman

Kadar kolesterol tinggi

Jika memiliki kadar kolesterol jahat yang tinggi, maka risiko terkena penyakit jantung meningkat. Kadar kolesterol yang tinggi dapat menimbulkan deposit (simpanan lemak) dalam pembuluh darah.

Deposit lemak tersebut akan menyebabkan kesulitan aliran darah dalam pembuluh darah arteri. Akibat terhambatnya aliran darah tersebut, jantung tidak mendapatkan darah yang kaya akan oksigen. Kondisi inilah yang akhirnya meningkatkan risiko serangan jantung.

 

5 dari 6 halaman

Rokok dan Tekanan Darah Tinggi

Jika memiliki riwayat merokok, maka risiko sakit jantung akan meningkat. Kandungan nikotin di dalam rokok dapat menyebabkan gangguan di pembuluh darah dan jantung.

Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi dapat membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Ketika jantung bekerja keras dan tidak tertangani dengan baik, maka pembuluh darah bisa rusak.

 

6 dari 6 halaman

Riwayat diabetes

Jika Anda memiliki riwayat penyakit diabetes, maka risiko penyakit jantung akan meningkat hingga dua kali lipat. Kadar gula darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak di dalam pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko penyempitan dan pengerasan pembuluh darah jantung.

Selengkapnya baca di sini.

Beri Komentar