7 Tanda Peradangan pada Otak yang Sering Tak Disadari Penderita

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Selasa, 14 April 2020 07:36
7 Tanda Peradangan pada Otak yang Sering Tak Disadari Penderita
Terkadang banyak orang mengabaikan berbagai gejala ringan yang muncul saat sakit. Hati - Hati bisa jadi itu merupakan tanda peradangan pada otak. Berikut adalah tanda - tandanya.

Dream - Peradangan yang terjadi pada sistem tubuh, bisa jadi menunjukkan adalah masalah. Salah satunya bentuk peradangan yang paling menakutkan adalah saat menyerang sel di bagian otak.

Peradangan otak terjadi ketika otak atau sumsum tulang belakang meradang. Kondisi ini bisa menyebabkan iritasi dan pembengkakan jaringan otak atau pembuluh darah.

Penyakit ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi bakteri, virus, obat-obatan, atau efek dari penyakit lain. Peradangan otak akan memengaruhi fokus, penglihatan, dan kondisi psikologis seseorang.

Saat peradangan terjadi di otak, tubuh mungkin akan mengalami gejala tertentu. Gejala yang timbul terkadang sering tidak disadari atau malah diabaikan begitu saja. Dilansir dari Liputan6, berikut adalah beberapa gejala dari peradangan otak.

1 dari 7 halaman

Sakit kepala dan Migrain

5 Penyebab Sakit Kepala yang Jarang Disadari Orang© MEN

Sakit kepala dan migrain biasanya sering terjadi. Namun ternyata, masalah ini bisa juga disebabkan oleh sesuatu yang lebih serius yang mungkin memerlukan perhatian medis. Sakit kepala atau migrain yang parah bisa menjadi pertanda peradangan atau pembengkakan otak.

Sakit kepala primer disebabkan langsung oleh aktivitas yang berlebihan dari struktur di kepala yang peka terhadap rasa sakit (termasuk pembuluh darah, otot, dan saraf kepala dan leher). Sakit kepala dan migrain juga mungkin hasil dari perubahan aktivitas kimia di otak.

Meski begitu, tanda ini sangat jarang dan biasanya dikaitkan dengan gejala neurologis lainnya karena lesi massa atau infeksi. Untuk lebih memastikan penyebab sakit kepala atau migrain ini, disarankan untuk berkonsultasi pada dokter.

2 dari 7 halaman

Mual dan Muntah

Perut Lapar Tapi Malah Merasa Mual dan Ingin Muntah? Ini Alasannya© MEN

Mual biasanya disebabkan oleh kondisi tidak mengenakkan pada perut. Mual juga sering diiringi oleh muntah. Meskipun banyak kasus mual sembuh sendiri, beberapa mungkin merupakan tanda dari sebuah penyakit.

Penyebab mual hampir selalu karena masalah di salah satu dari ketiga bagian tubuh yaitu otak dan cairan tulang belakang, organ-organ panggul dan perut, dan telinga bagian dalam.

Peradangan otak dan selaput otak bisa memberi seseorang perasaan mual hingga muntah. Gejala lain termasuk leher kaku, kantuk, dan kelelahan.

3 dari 7 halaman

Leher Kaku

Sakit Leher© Shutterstock

Leher yang terasa kaku bisa menjadi tanda terjadinya pembengkakan pada otak. Tanda satu ini bisa menjadi gejala ensefalitis dan meningitis. Ensefalitis dan meningitis merupakan penyakit yang menyebabkan peradangan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang, biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus.

Leher kaku yang mengindikasikan adanya peradangan otak biasanya disertai dengan gejala lain seperi sakit kepala atau demam. Leher berisi otot, tendon, ligamen, dan tulang. Leher kaku sering terjadi ketika salah satu otot menjadi tegang.

 

 

4 dari 7 halaman

Sering Merasa Lelah

Selalu Merasa Lelah? Bisa Jadi Gejala Penyakit Autoimun© MEN

Saat otak mengalami peradangan, tubuh biasanya akan lebih sering merasakan lelah.

Kelelahan adalah perasaan terus-menerus lelah, lemah, lambat atau berat untuk beraktivitas. Kelelahan bervariasi dalam intensitas pada waktu yang berbeda dalam sehari dan dari satu hari ke hari berikutnya. Kelelahan juga bisa mengubah pola tidur dan memperburuk stres.

Untuk mengatasi masalah ini, Anda bisa mengubah pola makan menjadi lebih sehat. Selain membatasi asupan gula dan kafein, penting untuk mengonsumsi makanan yang kaya vitamin B dan asam lemak omega-3. Makanan ini bisa memberi dorongan energi dan meminimalkan peradangan.

 

5 dari 7 halaman

Sering Merasa Stres

Stres Berat di Tempat Kerja Bisa Picu Penyakit Serius© MEN

Ketika peradangan pada otak terjadi, seseorang bisa merasakan stres atau depresi. Jenis peradangan ini biasanya berhubungan dengan gaya hidup. Gejala ini bisa lebih buruk jika diikuti dengan kurang tidur dan buruknya manajemen stres pada seseorang.

Stres juga bisa menjadi salah satu faktor timbulnya peradangan otak. Stres kronis merusak fungsi otak dalam berbagai cara. Stres dapat mengganggu peraturan sinapsis yang mengakibatkan hilangnya kemampuan bersosialisasi dan menghindari interaksi dengan orang lain.

Stres dapat membunuh sel-sel otak dan bahkan mengurangi ukuran otak. Stres kronis memiliki efek menyusut pada korteks prefrontal-area otak yang bertanggung jawab untuk memori dan pembelajaran.

6 dari 7 halaman

Perubahan Penglihatan

Perubahan Penglihatan© Pexels.com

Perubahan penglihatan adalah segala perubahan dalam kemampuan untuk melihat secara normal dan termasuk penglihatan kabur, penglihatan berkabut, penglihatan ganda, melihat bintik-bintik dalam penglihatan, atau hilangnya penglihatan.

Perubahan penglihatan dapat terjadi pada satu atau kedua mata. Perubahan penglihatan mungkin berasal dari mata itu sendiri atau mungkin disebabkan oleh berbagai kondisi yang memengaruhi tubuh.

Perubahan penglihatan bisa disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari diabetes, stroke, dan masalah mata. Perubahan penglihatan juga bisa menjadi tanda adanya gangguan pada otak. Ini karena mata dan otak sangat terhubung. Perubahan penglihatan juga bisa disebabkan oleh migrain atau tumor pada otak.

7 dari 7 halaman

Kabut Otak

Kabut Otak© Pixabay.com

Kabut otak atau brain fog adalah ketidakmampuan memiliki memori atau kurangnya fokus yang tajam. Kabut otak dapat membuat seseorang merasa seolah-olah proses berpikir, memahami, dan mengingat tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Kabut otak bisa disebabkan oleh peradangan pada otak. Peradangan otak paling sering bermanifestasi sebagai kabut otak dan fungsi otak yang lambat. Ini karena peradangan otak menghambat produksi energi dalam neuron, membuatnya lebih sulit untuk berkomunikasi satu sama lain.

 

Beri Komentar