Sering Dianggap Sepele, Kenali Gejala Kanker Usus Besar Sejak Dini

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 27 Januari 2021 06:45
Sering Dianggap Sepele, Kenali Gejala Kanker Usus Besar Sejak Dini
Jenis kanker kolorektal menempati urutan nomor tiga sebagai penyakit yang sering di alami masyarakat Indonesia.

Dream - Kanker kolorektal (KKR) atau kanker usus besar menjadi salah satu penyakit yang cukup sering dialami orang dewasa.

Berdasarkan data Globocan 2021, kasus KKR terjadi sebesar 12,8 persen per 100.000 penduduk usia dewasa dengan mortalitas 9,5 persen dari seluruh kasus kanker.

Tidak aneh, apabila jenis kanker ini menempati urutan nomor tiga sebagai penyakit yang sering dialami masyarakat Indonesia.

Kanker kolorektal adalah keganasan yang berasal dari jaringan usus besar, terdiri dari kolon (bagian terpanjang dari usus besar) dan/atau rektum (bagian kecil terakhir dari usus besar sebelum anus).

Di Indonesia, 51 persen dari seluruh penderita kanker kolorektal berusia di bawah 50 tahun dan pasien di bawah 40 tahun berjumlah 28,17 persen.

1 dari 5 halaman

Terasa Ketika Masuk Stadium Akhir

Konsultan Hematologi Onkologi Medik FKUI-RSCM, Ikhwan Rinaldi, menyebut, ada beberapa gejala yang mengindikasikan seseorang mengalami kanker kolorektal.

Sayangnya, gejala tersebut biasanya baru diketahui ketika kanker kolorektal sudah berkembang pada stadium lanjut.

" Gejala kanker kolorektal seringkali dirasakan oleh pasien ketika kanker sudah berkembang jauh. Jenis gejalanya tergantung kepada ukuran dan lokasi tumbuhnya kanker," ujar Ikhwan dalam virtual media briefing 'Bagaimana Personalised Medicine dalam Kanker Kolorektal', Selasa 26 Januari 2021.

2 dari 5 halaman

Gejalanya

Adapun gejala kanker kolorektal yang umum dirasakan meliputi:

  1. Diare atau konstipasi.
  2. Buang air besar yang terasa tidak tuntas.
  3. Darah pada tinja.
  4. Mual.
  5. Muntah.
  6. Perut terasa nyeri, kram, atau kembung.
  7. Tubuh mudah lelah.
  8. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
3 dari 5 halaman

Jenis Penyakit Kanker yang Bisa Dideteksi Dini

Dream - Penderita kanker tiap tahun terus meningkat secara drastis. Itulah data yang tercatat dalam sejumlah penelitian.

Pada 2014, kasus kanker diperkirakan meningkat 299 ribu dalam satu tahun. Lalu menurut data Globocan pada 2018, pasien kanker meningkat 348.809 dalam setahun. Angka-angka ini pun diperkirakan bakal meningkat menjadi jutaan seiring dengan berjalannya waktu.

Dari sekian jenis kanker, yang paling banyak diidap adalah kanker payudara, paru-paru, serviks, dan kolorektal. Untuk mencegah penyebaran sel kanker dan mempermudah penyembuhan, kamu perlu melakukan deteksi dini. Sayangnya, tidak semua kanker bisa dideteksi dini.

" Biasanya, jenis yang bisa dideteksi dini adalah yang perjalanannya cukup lama dan memang masalah kesehatan masyarakat (penderitanya banyak)," ujar dr. Ronald Hukom, Spesialis Penyakit Dalam di Hong Kong Cafe, Jakarta Pusat, Senin 15 Juli 2019.

4 dari 5 halaman

Jenis Kanker yang Bisa Dideteksi Dini

Jenis kanker yang bisa dideteksi dini, yaitu kanker payudara, kolorektal, dan serviks. Hal ini terbukti memiliki manfaat bagi penderita.

" Kanker paru-paru juga penderitanya banyak tapi cara deteksinya belum sepenuhnya terbukti valid. Foto paru-paru secara berkala nggak cukup kuat untuk dijadikan cara mendeteksi dini," kata dr. Ronald.

Deteksi dini disarankan untuk dilakukan setahun sekali. Untuk deteksi kanker payudara tergantung usia, bisa diperiksa sendiri (SADARI), USG atau MRI.

" Kalau kolorektal diperiksa tinjanya ke laboratorium secara berkala. Kalau belum pernah periksa dan sudah mencapai 45 tahun, lakukan endoskopi," kata dr. Ronald.

5 dari 5 halaman

Faktor Genetik

Jika ada keluarga yang memiliki riwayat kanker, disarankan untuk melakukan pemeriksaan di usia lebih muda dan lebih sering. " Begitu juga dengan kanker serviks. Kalau mengalami aktivitas seksual di usia lebih muda, pemeriksaannya juga harus lebih dini," pesan dr. Ronald.

Deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan harapan hidup penderita kanker. Rupanya, harapan hidup penderita kanker di Indonesia rendah karena hanya 3,4 persen yang dideteksi pada stadium 1.

" Lalu harapan hidup sekitar 20,4 persen untuk pasien yang dideteksi pada stadium 2 dan 40,1 persen yang dideteksi pada stadium 3 serta 36,1 persen yang dideteksi pada stadium 4," ujar Abdul Hamid, Sekjen Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia (IKABDI).

Beri Komentar