Sering Lihat Pelecehan Seksual? Cari Tahu Apa yang Harus Dilakukan

Reporter : Cynthia Amanda Male
Senin, 8 Maret 2021 17:15
Sering Lihat Pelecehan Seksual? Cari Tahu Apa yang Harus Dilakukan
Jangan sampai membahayakan diri sendiri atau korban, apalagi dibiarkan.

Dream - Seiring dengan bertambahnya pasien Covid-19, ternyata kasus pelecehan seksual terhadap perempuan juga meningkat. Apalagi, kekerasan di ruang publik seringkali dinormalisasi.

Berdasarkan sebuah penelitian, sebanyak 82 persen orang Indonesia pernah mengalami pelecehan seksual di ruang publik. Hal tersebut termasuk pandangan kurang pantas dan cat calling.

Pelecehan seksual semakin jadi dengan banyaknya orang yang tidak melakukan apapun ketika melihat kejadian tersebut.

" Sebanyak 51 persen orang tidak melakukan apa-apa ketika melihat pelecehan seksual. Menurut 91 persen responden, hal ini disebabkan tidak adanya pelatihan yang cukup untuk melawan pelecehan seksual di tempat umum," ungkap Maria Adina, Brand General Manager L'oreal Paris dalam konferensi pers Stand Up Melawan Pelecehan di Publik, Senin 8 Maret 2021.

Di saat yang sama, sebanyak 72 persen responden beranggapan bahwa kondisinya akan lebih baik jika intervensi dari orang lain.

1 dari 2 halaman

Pentingnya ada intervensi

Adanya intervensi dari pihak ketiga ketika terdapat pelecehan seksual juga diakui Co-Director Hollaback Jakarta, Anindya Restuviani, dapat menjadi solusi terhadap situasi tersebut.

" Itu lebih baik daripada memikirkan apa yang harus dan tidak seharusnya dilakukan oleh korban yang pada akhirnya akan menyalahkan korban. Sedangkan, kita sendiri punya kekuatan untuk memperbaiki situasi tersebut," kata perempuan yang akrab disapa Vivi itu.

Sebagai pihak ketiga, seseorang tidak perlu melakukan kekerasan apapun atau membawa benda tajam. Berikut 5 hal yang bisa dilakukan untuk mengintervensi kejadian pelecehan seksual.

2 dari 2 halaman

Bentuk intervensi yang dapat dilakukan

Dialihkan: " Cari cara untuk mendistraksi pelaku dan korban untuk mengintervensi keadaan. Misalnya, kamu bapak-bapak tanya jalan ke orang yang sedang diikuti supaya nggak diikuti lagi," tuturnya.

Dilaporkan: Hal ini seringkali menjadi solusi yang ingin dilakukan seseorang. Namun, biasanya orang berpikir bahwa pelaporan hanya bisa dilakukan pada pihak otoritas.

Padahal, hal ini bisa dilakukan pada orang asing. " Misalnya, ada perempuan yang didekati pelaku di kereta. Coba tanya ke orang sekitarmu, 'bener nggak sih, dia dilecehkan?'" .

Didokumentasikan: " Cara ini agak tricky dan frontal, ya. Yang pasti, kita harus dapat persetujuan dari korban. Jadi, hasil dokumentasinya dikembalikan pada korban. Biar dia yang menentukan apa yang harus dilakukan," ujarnya.

Jangan sembarangan mengunggah hasil dokumentasi pelecehan seksual dan kamu pun harus berhati-hati dengan hal tersebut. " Takutnya, malah jadi victim blaming di media sosial" .

Ditegur: Jika cukup berani dan percaya diri dengan keamanan korban maupun diri sendiri, kamu bisa menegur pelakunya. Lakukanlah dengan cara cepat dan tegas agar tidak terjadi eskalasi.

Ditenangkan: Saksi pelecehan seksual seringkali fokus pada pelaku sampai lupa rasanya jadi korban. " Coba tenangkan korban dan tanyakan apakah dia baik-baik saja. Tanyakan juga apa yang bisa kita lakukan? Perlu ditemani atau tidak," tutup Vivi.

Beri Komentar