Snooze Alarm Biar Bisa Tidur Sebentar Buruk untuk Kesehatan

Reporter : Cynthia Amanda Male
Jumat, 14 Juni 2019 06:24
Snooze Alarm Biar Bisa Tidur Sebentar Buruk untuk Kesehatan
Banyak yang menganggap bahwa mematikan alarm dan menambah waktu tidur mampu memberi tubuh istirahat tambahan. Tapi, ternyata usaha tersebut merupakan kebiasaan buruk.

Dream - Sebagian orang mungkin masih menggunakan alarm saat harus bangun pagi. Ada kalanya juga mereka mematikan alarm berkali-kali karena memilih waktu tidur lagi untuk beberapa saat.

Setiap orang memang membutuhkan waktu tidur yang cukup karena membantu menjaga fungsi dan kinerja tubuh sepanjang hari.

Banyak yang menganggap mematikan alarm dan menambah waktu tidur sebentar saja mampu memberi tubuh kita istirahat tambahan. Tapi, anggapan itu ternyata keliru. 

Kebiasaan tidur yang diklaim buruk tersebut bisa menyebabkan gangguan memori, berat badan dan tekanan darah. Jadi, sebaiknya hindari kebiasaan mematikan alarm terlalu sering.

Perlu diketahui bahwa waktu tidur alami berpengaruh pada fungsi otak dan tubuh, atau dikenal sebagai ritme sirkadian yang merupakan perubahan harian secara fisik, mental dan perilaku.

 

 

1 dari 1 halaman

Faktor yang Mempengaruhi Siklus Tidur

Orang dewasa dalam kebanyakan kasus membutuhkan setidaknya tujuh hingga delapan jam untuk tidur setiap malam agar bisa menikmati dua tahap yang disebut nonrapid dan rapid eye movement, atau bisa disebut pergerakan mata biasa dan cepat.

Sebagian waktu awal, kamu akan tidur nyenyak dan mengalami nonrapid eye movement (pergerakan mata biasa). Dan sebagian waktu setelahnya, pergerakan matamu lebih cepat (raid eye movement), otak akan mulai bekerja dan mungkin bermimpi. Biasanya, seseorang melewati tahap tidur ini setidaknya empat hingga enam kali setiap malam.

Mempertahankan siklus tidur ini sangat penting untuk kesehatan. Jadi jika proses ini terganggu, kamu akan terbangun dengan perasaan lelah.

Ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi siklus tidurmu. Cara bernafas yang kurang teratur juga dapat mengganggu kualitas tidur dan membuatmu merasa lelah di pagi hari. Kualitas tidur juga dapat dipengaruhi oleh penggunaan perangkat elektronik dan konsumsi alkohol atau tembakau di malam hari. Dianjurkan untuk makan beberapa jam sebelum tidur agar tidur lebih nyenyak.

Kebiasaan mematikan alarm biasa dilakukan oleh remaja yang ingin tetap terjaga sampai larut malam, namun ingin bangun lebih cepat di pagi hari. Meskipun seringkali berujung terlambat.

Menunda bangun tidur, bahkan hanya sembilan menit tidak akan meningkatkan kualitas tidur. Itu hanya akan membuat otak bingung dan memicu produksi neurokimia lebih banyak dan mempengaruhi tubuh. Inilah sebabnya, lebih baik untuk bangun dan tidur tepat waktu dengan rentang yang cukup.

(Sah, Sumber: misskyra.com)

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting