Siapkan Tubuh Agar Tekanan Darah Tak Tinggi Jelang Vaksin

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 2 April 2021 13:18
Siapkan Tubuh Agar Tekanan Darah Tak Tinggi Jelang Vaksin
Bila tekanan darah tinggi, vaksinasi akan ditunda.

Dream - Vaksinasi Covid-19 terus diberikan pada kelompok prioritas. Lansia, pekerja publik, PNS, jurnalis dan guru serta tenaga pendidik termasuk yang pertama mendapat vaksin Covid-19.

Sebelum diberikan vaksinasi, ada sejumlah pemeriksaan yang penting dilakukan. Petugas vaksin akan menanyakan riwayat medis, jawablah dengan jujur. Bagi lansia yang memiliki riwayat diabetes biasanya dilakukan cek gula darah.

Jika hasilnya tinggi maka pemberian vaksin akan ditunda. Skrining lainnya yang juga sangat penting adalah pemeriksaan tekanan darah. Bila tekanan darah tinggi atau di atas normal, vaksin juga bakal ditunda.

Dikutip dari Instagram @lawancovid19_id vaksinasi Covid-19 tertunda jika tekanan darah tinggi di atas 180/110 pada saat skrining. Untuk menghindari hal tersebut, dr. Reisa memberikan berikan saran untuk calon penerima vaksin demi menjaga tekanan darah tetap normal.

Hal pertama yaitu beristirahat atau tidur dengan cukup dan menjalani gaya hidup sehat, juga tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol. Ia juga menyebutkan bahwa berolahraga dengan rutin sesuai kapasitas tubuh masing-masing dan menjauhi kondisi yang dapat menimbulkan stres berat dapat membantu menghindari tekanan darah tinggi.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 4 halaman

Lansia Tertua Indonesia yang Divaksin Usia 104 Tahun, Lokasi di Bogor

Dream - Vaksinasi Covid-19 nasional terus digulirkan di seluruh penjuru Tanah Air. Gerakan ini diprioritaskan pada masyarakat golongan lanjut usia.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan terdapat peserta vaksinasi lansia yang usianya sudah satu abad, tepatnya 104 tahun. Peserta tersebut adalah pria yang berdomisili di Kota Bogor, Jawa Barat.

© Dream

" Dua hari yang lalu salah satu rumah sakit di Bogor menerima kehadiran peserta vaksinasi Covid-19 tertua di Indonesia yang berusia 104 tahun bernama Bapak Wirjawan Hardjamulia," ujar Dante, disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dante mengatakan meski dalam usia yang sudah seabad, Wirjawan dalam kondisi sangat sehat. Setelah menjalani pemeriksaan, tim medis menyatakan Wirjawan boleh menerima suntikan vaksin.

" Pak Wirjawan ini sangat antusias untuk divaksinasi karena beliau percaya akan manfaat vaksin," kata Dante.

 

2 dari 4 halaman

Selesai divaksin, kata Dante, tidak ada gejala apapun yang dialami Wirjawan. " Beliau dalam keadaan baik-baik saja.

Dante pun berharap Wirjawan dapat menjadi inspirasi bagi para lansia untuk mengikuti vaksinasi. Dengan begitu, mortalitas (angka kematian) yang kebanyakan terjadi pada lansia dapat menurun.

" Saya mengimbau masyarakat untuk tidak ragu divaksinasi saat waktunya," kata Dante.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 4 halaman

Indonesia Sudah Terima 53,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Bentuk Bulk

Dream - Indonesia kembali menerima kiriman vaksin Sinovac yaang merupakan pengiriman ketujuh kalinya. Sebanyak 16 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk (setengah jadi) telah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis, 25 Maret 2021.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengatakan total vaksin CoronnVac yang saat ini sudah tersedia mencapai 53,5 juta dosis bulk. Vaksin tersebut akan diproduksi Bio Farma menjadi siap pakai.

" Jumlah vaksin tersebut setara dengan (nilai) pemakaian US$101.003.080 (setara Rp1,4 triliun)," ujar Dante di Bandara Soekarno-Hatta, disiarkan channel YouTube Sekretariat Presiden.

Dante mengatakan vaksin tersebut disimpan dalam 9 envirotainer yang dibawa oleh pesawat Garuda Indonesia. Selanjutnya, akan diantarkan menuju ke fasilitas produksi Bio Farma di Bandung dengan tiga truk.

" Tentu saja setelah produksi akan dievaluasi baik secara mutu oleh BPOM sebelum nanti akan dijadikan vaksin akan dipakai masyarakat," kata Dante.

4 dari 4 halaman

Ketersediaan vaksin menjad sangat vital dalam pelaksanaan vaksinasi. Pemerintah terus melakukan pengaturan percepatan pelaksanaan vaksinasi berdasarkan ketersediaan vaksin.

" Dengan adanya suplai vaksin yang baru pada hari ini maka tentu kecepatan akan kita tingkatkan sehingga kita akan mencapai 181,5 juta vaksin yang akan dijadikan target untuk mencapai herd immunity dalam waktu yang secepat-cepatnya," terang Dante.

Lebih lanjut, Dante menyatakan narasi vaksinasi yang dijalankan Pemerintah kini tidak lagi disebut dengan Program Vaksinasi Nasional. Tetapi, sudah berubah menjadi Gerakan Vaksinasi Nasional.

" Dengan melakukan vaksinasi ini maka seluruh elemen masyarakat terlibat di dalamnya untuk berperan serta menyukseskan vaksinasi," kata Dante.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar