Skipping Bakar Banyak Kalori, Bisa Bikin Langsing

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 19 April 2022 09:35
Skipping Bakar Banyak Kalori, Bisa Bikin Langsing
Kalori yang dibakar lewat skipping selama 10 menit setara dengan kalori yang dibakar saat berlari 1,6 km dalam waktu 8 menit.

Dream - Lompat tali atau skipping termasuk olahraga yang sangat disukai banyak orang. Tampak seperti permainan anak-anak, skipping sebenarnya olahraga yang cukup efektif membakar kalori.

Merupakan pilihan olahraga yang tepat bagi Sahabat Dream yang ingin langsung. Dikutip dari KlikDokter,bahkan beberapa studi mengungkap bahwa lompat tali bisa membakar kalori lebih baik dibandingkan olahraga lainnya seperti joging dan berenang.

Ternyata, kalori yang dibakar lewat skipping selama 10 menit setara dengan kalori yang dibakar saat berlari 1,6 km dalam waktu 8 menit. Cari tahu fakta soal skipping yang bisa bikin kamu semangat melakukannya secara rutin.

1. Meningkatkan Kepadatan Tulang
Lompat tali akan melatih otot dan tulang, terutama di daerah tungkai bawah. Jika olahraga ini dilakukan secara teratur selama setidaknya enam bulan, kepadatan tulang akan meningkat secara signifikan. Secara jangka panjang, kepadatan tulang yang baik akan membantu menunda bahkan mencegah osteoporosis di kemudian hari.

2. Baik untuk Kesehatan Jantung
Berdasarkan rekomendasi dari American Heart Association (AHA), seseorang harus melakukan olahraga aerobik secara teratur untuk menurunkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke. Lompat tali yang dilakukan setidaknya 4-5 kali per minggu selama minimal 20 menit per sesi, terbukti efektif untuk melindungi jantung dari penyakit mematikan tersebut.

 

1 dari 8 halaman

3. Melatih Kemampuan Koordinasi
Saat melakukan olahraga lompat tali, otak harus mengeluarkan berbagai kemampuannya. Misal, kemampuan mengoordinasikan gerakan tangan dalam mengayun tali dan gerakan kaki dalam melompat, kemampuan spasial untuk memperkirakan luas area yang dibutuhkan saat lompat tali, dan lainnya.

Tindakan tersebut menstimulasi otak kiri dan kanan. Dalam jangka pendek, hal tersebut berkontribusi dalam membangun konsentrasi seseorang. Secara jangka panjang, rutin lompat tali bermanfaat untuk meningkatkan performa dalam bekerja atau belajar.

Skipping© Shutterstock

4. Membakar Kalori
Lompat tali merupakan salah satu jenis olahraga intensitas tinggi, sehingga baik untuk membakar kalori. Skipping 20 menit, kamu bisa membakar hingga 300 kalori yang artinya 20 kalori setiap menit. Oleh sebab itu, lompat tali sangat baik dilakukan bagi kamu yang sedang melakukan program penurunan berat badan.

2 dari 8 halaman

Terapkan 5 Cara untuk Defisit Kalori, Berat Badan Bisa Turun Banyak

Dream - Umumnya, seseorang akan mulai mengurangi asupan makanan dan berolahraga rutin ketika ingin menurunkan berat badan. Ternyata mengurangi asupan saja belum cukup.

Kamu juga harus memantau jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh agar bisa menurunkan berat badan lebih efektif. Kurangilah kalori yang dikonsumsi setiap harinya untuk mendapatkan berat badan ideal.

Prinsip tersebut dikenal dengan defisit kalori. Cara ini sangat efektif untuk menurunkan berat badan dan bikin langsing. Bagaimana caranya?

Pertama-tama, kamu harus mengetahui jumlah kalori yang harus dikurangi. Jika ingin lebih mudah, kamu bisa mengalikan berat badan dengan angka 10 hingga 12. Lalu, konsumsilah kalori sebanyak hasil perkalian tersebut selama 3-4 minggu.

3 dari 8 halaman

Mengonsumsi Makanan Sehat© Shutterstock

Tapi jika ingin lebih akurat, kamu bisa menghitung kalori defisit dengan mencari tahu TDEE atau total energi yang dikeluarkan setiap harinya melalui proses pembakaran, lalu dikurangi 500.

Gunakanlah kalkulator yang tersedia di beberapa situs untuk menghitung TDEE lebih mudah. Jangan terlalu banyak mengurangi kalori yang dikonsumsi setiap hari agar tidak memicu rasa lapar berlebih dan kamu pun dapat menjalani diet sehat untuk jangka panjang.

Jika ingin mengonsumsi kalori lebih banyak, kamu hanya perlu berolahraga lebih keras setiap harinya untuk menyeimbangkan jumlah kalorimu. Namun jika ingin lebih mudah mengurangi konsumsi kalori harian tanpa merasa lapar, berikut tips yang dilansir dari Pop Sugar.

4 dari 8 halaman

Makanan yang rendah kalori

Mengonsumsi Makanan Sehat© Shutterstock

Mengonsumsi banyak makanan belum tentu kalori yang dikonsumsi pun besar. Inilah yang membuat beberapa orang mengonsumsi banyak makanan tanpa mengalami kenaikan berat badan.

Kamu juga bisa mengonsumsi banyak makanan rendah kalori agar lebih mudah menurunkan berat badan. Beberapa jenis makanan yang memiliki kalori rendah adalah sayuran. Sayuran juga bersifat mengenyangkan. Sehingga, kamu tidak akan cepat merasa lapar.

5 dari 8 halaman

Tempat makan yang lebih kecil

Mengonsumsi Makanan Sehat© Shutterstock

Cara ini efektif jika kamu tidak ingin menyisakan makanan. Gunakanlah mangkuk atau piring yang lebih kecil untuk menjaga porsi makanmu.

Tentunya, jenis makanan yang dikonsumsi serta kalorinya pun harus diperhatikan agar program penurunan berat badan tetap efektif.

6 dari 8 halaman

Jalani intermittent fasting

Mengonsumsi Makanan Sehat© Shutterstock

Sebagian orang sukses menurunkan berat badan dengan menjalani intermittent fasting. Kamu hanya perlu membatasi jam makan dan berpuasa selama waktu yang telah ditentukan. Misalnya, kamu hanya bisa mengonsumsi makanan selama 8 jam.

Setelah itu, kamu harus berpuasa selama 16 jam yang tersisa. Periode berpuasa dan makan bisa ditentukan sesuai dengan kemampuanmu. Namun biasanya, intermittent fasting memiliki periode 16:8, 19:5, dan 20:4.

Jangan lupa untuk memperhatikan asupan kalori dan tetap berolahraga rutin untuk menjaga kesehatan tubuhmu.

7 dari 8 halaman

Tidur cukup

Tidur© Shutterstock

Tidur cukup sangat membantu untuk menurunkan berat badan. Pasalnya, kualitas dan kuantitas tidur yang tercukupi dapat menurunkan hormon stres atau kortisol. Sehingga, rasa lapar juga akan menurun.

Tidak hanya itu, energi tubuh juga akan meningkat ketika tidurmu berkualitas dan waktunya cukup. Jadi, olahraga dan kegiatan yang dilakukan selama seharian akan lebih optimal.

8 dari 8 halaman

Tetap terhidrasi

Minum Air© Shutterstock

Kurang minum air dan dehidrasi dapat menimbulkan rasa lapar palsu. Akibatnya, kamu akan mengonsumsi lebih banyak makanan. Bahkan sama dengan kurang tidur, kamu akan cenderung memilih makanan kurang sehat ketika merasa haus.

Dehidrasi pun bisa menyebabkan sakit kepala, kelelahan, pegal, atau pusing. Jadi, jagalah asupan cairan tubuh agar kamu bisa lebih fokus, tidak mudah lapar, dan merasa segar.

Laporan: Amanda Putri Ivana

Beri Komentar