Studi: Meski Paling Stres, Semangat Orang RI Hidup Sehat Saat Pandemi Tertinggi

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Sabtu, 3 April 2021 07:00
Studi: Meski Paling Stres, Semangat Orang RI Hidup Sehat Saat Pandemi Tertinggi
Sebanyak 29 persen orang Indonesia mengaku siap menghadapi tantangan finansial dan akses ke fasilitas kebugaran dan olahraga selama pandemi

Dream - Tantangan untuk hidup sehat menjadi hal nomor satu yang sedang dihadapi semua orang di dunia di masa pandemi Covid-19. Nyatanya, tidak semua orang merespons baik hal tersebut.

Dalam studi yang dilakukan Prudential Corporation Asia dan The Economist Intelligence Unit terungkap masyarakat Asia, termasuk Indonesia, menghadapi dua tantangan di masa pandemi ini.

Studi ini melibatkan 5.000 orang dewasa di 13 pasar di Asia antara bulan Agustus hingga September 2021, termasuk Indonesia. Terungkap jika masalah finansial serta akses ke fasilitas kebugara dan olahraga menjadi dua tantangan terbesar bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan.

Dalam hal kesiapan menghadapi krisis akibat kondisi medis di masa pandemi, ternyata hanya 29 persen responden dari Indonesia yang mengaku siap menghadapi tantangan tersebut. Angka ini paling rendah dibanding tingkat kesiapan masyarakat di negara Asia lainnya.

 

1 dari 3 halaman

Termotivasi Hidup Lebih Sehat

Studi yang sama juga mengungkapkan bawah, dibanding negara di Asia lainnya, responden Indonesia tercatat paling banyak merasakan stres akibat Covid-19. Hal ini kemungkinan besar, menurut studi, akibat dari tingginya tingkat penularan per hari serta angka kematian.

Meski tingkat stres tinggi, masyarakat Indonesia justru terdorong untuk hidup lebih sehat.

Tercatat, 42,9 persen responden Indonesia melakukan setidaknya dua upaya untuk meningkatkan kesehatan mereka. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata dari mayoraitas Asia, yakni berkisar 30,9 persen.

Lebih lanjut, hanya 11 persen responden Indonesia yang tidak melakukan upaya apa pun untuk meningkatkan kesehatan di masa pandemi. Angka tersebut juga jauh lebih rendah dibanding rata-rata negara Asia lain sebesar 21,6 persen.

 

2 dari 3 halaman

Penggunaan Teknologi Kesehatan Tinggi

Studi tersebut juga mengungkapkan, peran teknologi digital sangat berpengaruh untuk menjawab tantangan serta kesenjangan kesehatan.

Hasil studi mengungkap, tingkat penggunaan teknologi kesehatan digital pribadi di Indonesia lebih tinggi dibanding negara Asia lain.

Lebih dari setengah (54,3 persen) responden dari Indonesia, terbuka untuk pemanfaataan teknologi. Angka ini lagi-lagi, berada di atas rata-rata tingkat di negara Asia lain yang hanya 43,9 persen.

3 dari 3 halaman

Peran Teknologi Digital Bagi Kesehatan Masyarakat

Dalam data The Pulse of Asia – The Health of Asia Barometer, disebutkan bahwa peran teknologi digital akan semakin besar untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia.

Mayoritas atau 67 persen responden di Indonesia mengatakan bahwa aplikasi kesehatan mobile bermanfaat bagi mereka untuk mendapatkan informasi seputar kesehatan.

Lalu, 68,7 persen responden Indonesia mengatakan bahwa mereka akan menggunakan lebih banyak teknologi kesehatan digital pribadi selama tiga tahun ke depan untuk meningkatkan kesehatan mereka.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar