Sudah Ada Vaksin Covid-19, Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Waspada

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Minggu, 3 Januari 2021 17:26
Sudah Ada Vaksin Covid-19, Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Waspada
Jangan lengah dan tetap patuhi protokol kesehatan.

Dream - Kehadiran vaksin Covid-19 memberi harapan baru dalam pengendalian pandemi yang hampir setahun melanda Tanah Air. Program vaksinasi telah berlangsung di sejumlah negara, sementara di Indonesia akan berjalan.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menjalankan program vaksinasi mulai Januari 2021-Maret 2022 mendatang. Vaksinasi akan dilakukan secara bertahap untuk menjangkau seluruh masyarakat.

Vaksin Sinovac yang dibawa oleh PT. Biofarma (Persero) ini telah melewati uji klinis dan sedang diuji kehalalannya oleh LPPOM MUI.

Vaksin Covid-19© Foto: Webinar Kemenkes RI

" Kami juga telah melakukan serangkaian uji mutu bersama BPOM untuk menjaga kualitas dan keamananan vaksin agar terjamin mulai dari proses produksi hingga didistribusikan ke masyarakat," ujar Juru Bicara Vaksin Covid-19 PT Biofarma (Persero) Bambang Herianto di konferensi pers Kemenkes, Minggu 3 Januari 2021.

Vaksin akan didistribusikan ke 34 provinsi Tanah Air untuk menjangkau populasi 81,5 juta orang. Sinovac harus dipastikan halal, teruji klinis dan bebas dari zat berbahaya seperti boraks, merkuri dan formalin.

" Tentunya kita masih menunggu izin penggunaan dari BPOM. Jika sudah keluar kita bisa segera melaksanakan vaksinasi Covid-19 secara bertahap," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi.

1 dari 5 halaman

Tetap Waspada

Kendati demikian, vaksin saja tidaklah cukup untuk memberantas pandemi Covid-19. Nadia menegaskan agar masyarakat tetap kooperatif dalam membantu tenaga kesehatan dan pemerintah menerapkan 3T (Testing, Tracing, Treatment).

" Kami tetap mendorong masyarakat mematuhi protokol kesehatan dengan ketat karena perjalanan kita untuk keluar dari pandemi ini masih panjang," kata Nadia.

Selain itu masyarakat yang telah menerima vaksin Covid-19 tetap harus mematuhi protokol kesehatan ketika beraktifitas. Pastikan untuk selalu menerapkan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan).

" Rencana vaksinasi merupakan momentum penting dalam membawa harapan baru untuk mengakiri pandemi. Dari Kemenkes sendiri kami sudah menyiapkan jika nantinya ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Kami sudah mensosialisasikan soal vaksin Covid-19 ini dengan tim Komnas KIPI, Komda KIPI hingga level kabupaten atau kota," pungkasnya.

2 dari 5 halaman

Sedang Proses Uji Halal, Ini Kandungan Vaksin Covid-19 Sinovac

Dream - Program vaksinasi Covid-19 segera berlangsung. Vaksinasi akan dilakukan selama 15 bulan terhitung mulai Januari 2021 hingga Maret 2022 mendatang untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Sebanyak 3 juta dosis vaksin Sinovac telah dipersiapkan untuk periode pertama yang berlangsung di Januari-April 2021. PT. Biofarma (Persero) dan BPOM saat ini tengah melakukan serangkaian uji klinis untuk menjamin kualitas dan keamananan vaksin.

" Saat ini seluruh vaksin disimpan di tempat penyimpanan khusus biofarma dengan suhu sesuai spesifikasi vaksin antara 2-8 derajat celcius," ujar Juru Bicara Vaksin Covid-19 PT Biofarma (Persero) Bambang Herianto di konferensi pers Kemenkes, Minggu 3 Januari 2021.

Bambang menegaskan, vaksin Sinovac hanya mengandung virus yang sudah dimatikan, sama sekali tidak mengandung virus hidup yang dilemahkan. Ini merupakan teknik umum yang biasa diterapkan dalam proses membuat vaksin.

Selain melewati sejumlah uji klinis, vaksin saat ini juga tengah menjalani proses uji halal.

" Sedang dalam keujian aspek kehalalannya oleh LPPOM MUI untuk mendapatkan fatwa Majelis Ulama Indonesia dan sertifikasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)," jelasnya.

3 dari 5 halaman

Isi Vaksin

Adapun kandungan vaksin Sinovac terdiri dari virus yang sudah dimatikan, aluminium hidroksida, larutan fosfat hingga larutan garam atau natrium klorida.

Vaksin Covid-19© Foto: Webinar Kemenkes RI

Larutan fosfat digunakan sebagai penstabil, sedangkan larutan garam klorida bersifat isotonis untuk memberi kenyamanan saat penyuntikan.

" Vaksin diproduksi tanpa menggunakan pengawet dan bahan berbahaya seperti borax, merkuri dan formalin," kata Bambang.

Vaksin Sinovac nantinya disebarluaskan ke 34 provinsi di seluruh Tanah Air untuk menjangkau populasi 181,5 juta orang.

Periode pertama akan memprioritaskan 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik. Sementara itu masyarakat umum akan mendapatkan vaksinasi pada April 2021-Maret 2022.

4 dari 5 halaman

Indonesia Akan Tuntaskan Vaksinasi Covid-19 Dalam 15 Bulan

Dream - Kementerian Kesehatan segera memulai program vaksinasi Covid-19 pada Januari tahun ini. Ditargetkan pelaksanaan vaksinasi berlangsung selama 15 bulan hingga Maret 2020.

" Secara total kita membutuhkan waktu 15 bulan yang akan dihitung dari Januari 2021 sampai dengan Maret 2022 sebagai periode pelaksanaan vaksinasi di 34 provinsi dengan total populasi 181,5 juta orang," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual, Minggu 3 Januari 2021.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi, M.Epid© Foto: Webinar Kemenkes RI

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi

Nadia mengatakan pelaksanaan vaksinasi terbagi ke dalam dua periode. Periode pertama berlangsung pada Januari 2021 hingga April 2021 dengan memprioritaskan 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik di 34 provinsi.

" Kemudian periode kedua yang berlangsung selama 11 bulan yaitu dari April 2021 hingga Maret 2022 yang artinya akan menjangkau jumlah masyarakat sisa dari periode pertama," kata Nadia.

 

5 dari 5 halaman

Vaksinasi 3,5 Tahun Untuk Dunia, Bukan Indonesia

Pernyataan ini, kata Nadia, sekaligus sebagai klarifikasi atas pemberitaan yang menyebut dibutuhkan waktu 3,5 tahun untuk merampungkan vaksinasi. Pemberitaan itu disebut merujuk pada pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

" Kami sampaikan adapun yang dimaksud Bapak Menteri dengan waktu 3,5 tahun itu adalah proyeksi penyelesaian vaksinasi untuk seluruh dunia," kata Nadia.

Sementara Indonesia, Nadia menegaskan akan menyelesaikan vaksinasi Covid-19 dalam 15 bulan. Hal ini seperti disampaikan oleh Budi pada konferensi pers di Istana Negara sebelumnya.

" Jadi tentang waktu 3,5 tahun itu adalah untuk dunia. bukan untuk Indonesia," ucap Nadia.

Ia mengimbau masyarakat untuk dapat bekerjasama dalam program vaksinasi Covid-19. Sedangkan sebelum vaksinasi dijalankan, masyarakat diminta tetap menerapkan protokol kesehatan 3M dan 3T.

" Vaksinasi merupakan momentum penting dalam membawa harapan baru untuk mengakiri pandemi. Kami tetap mendorong masyarakat melakukan protokol 3M dan 3T dengan ketat karena perjalanan kita untuk keluar dari pandemi ini masih panjang," ucap Nadia.

 

Beri Komentar