Pengorbanan Suster di Wuhan Cukur Habis Rambut Demi Pasien Virus Corona

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 28 Januari 2020 16:12
Pengorbanan Suster di Wuhan Cukur Habis Rambut Demi Pasien Virus Corona
Rambutnya yang panjang dipangkas habis. Kini suster itu berkepala plontos.

Dream - Seorang perawat berusia 30 tahun di rumah sakit Renmin, Wuhan, Shan Xia mencukur rambutnya yang panjang. Cara itu dia lakukan dengan pertimbangan sejumlah alasan.

Dilaporkan The Star, Shan merupakan ibu dari dua orang anak. Shan mengatakan, memotong rambutnya untuk menghindari infeksi silang. Dia juga berasalan ingin menghemat waktu saat menggunakan dan melepas pakaian pelindung.

Sementara itu, pada konferensi media pada Senin, Senin, 27 Januari 2020, Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan telah mengorganisir tim yang terdiri dari 959 pekerja medis dari tujuh provinsi dan kota untuk menuju ke Wuhan. Kota di Provinsi Hubei tersebut menjadi pusat penyebaran wabah virus Corona jenis baru (2019-nCoV).

Para pekerja medis itu digerakkan untuk mencegah penyebaran infeksi.

Tim-tim medis tersebut berasal dari provinsi Henan, Jilin, Liaoning, Shanxi, dan Shaanxi, serta kota-kota di Tianjin dan Chongqing.

 

1 dari 6 halaman

Lebih banyak tim medis sedang bersiap untuk pergi ke Wuhan, menurut komisi itu.

Komisi Kesehatan Nasionalis China juga mengirim tujuh kelompok pengarah ke Beijing, Hebei, Shanghai, Henan, Hunan, Guangdong dan Sichuan untuk mengawasi pengoperasian sistem administrasi, untuk membendung penyebaran virus corona.

Kelompok pengarah akan fokus pada pemeriksaan pekerjaan pemantauan epidemi, perawatan medis, pencegahan dan pengendalian epidemi di masyarakat dan lembaga medis akar rumput.

Ma Xiaowei, Menteri Komisi Kesehatan Nasional, mengatakan pada bahwa 12 tim tambahan lebih dari 1.600 staf medis akan dikirim ke daerah-daerah yang dilanda wabah virus Corona Wuhan. Pihak berwenang juga mengoordinasikan persediaan yang sangat dibutuhkan untuk mengendalikan Wabah.

2 dari 6 halaman

Belum Ada Vaksin, China Sembuhkan Pengidap Virus Corona Pakai Obat HIV

Dream - Mungkinkah ini setitik harapan yang semua orang cari terkait wabah virus corona baru yang mematikan?

Wabah virus corona atau virus Wuhan ini telah tumbuh semakin mengkhawatirkan karena jumlah kematian yang dikonfirmasi naik menjadi 80, dengan lebih dari 2.300 kasus yang dilaporkan hingga saat ini.

Dengan penyebaran epidemi ini yang begitu cepat, kebutuhan untuk menyembuhkan penyakit mematikan ini sangat mendesak. Dan sepertinya China mungkin baru saja menemukan solusinya.

Komisi Kesehatan Kota Shanghai mengklaim telah menyembuhkan pasien pertama mereka yang terinfeksi virus Wuhan sejak awal wabah merebak.

Menurut laman The Star Malaysia, seorang wanita berusia 56 tahun yang diidentifikasi sebagai Chen, dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah menjalani perawatan akibat terpapar virus yang juga disebut 2019-nCoV oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) ini.

Disebutkan para dokter China bahwa Chen sembuh setelah menjalani percobaan penyembuhan menggunakan obat untuk penderita HIV. Obat tersebut diklaim bisa menghentikan penyebaran penyakit ke sel-sel tubuh.

Chen menunjukkan proses pemulihan yang signifikan dalam sistem pernapasannya setelah menjalani pemindaian CT Scan pada paru dan dua tes darah independen. Artinya dia dinyatakan sembuh dari virus corona baru, seperti yang dilaporkan pada Minggu, 26 Januari 2020 oleh koran Beijing Daily, milik pemerintah.

Chen diketahui sebagai salah satu penduduk Wuhan - kota tempat virus corona berasal. Dia awalnya dirawat di rumah sakit pada 12 Januari setelah merasakan gejala seperti flu pada 10 Januari.

Kasus lainnya juga telah dilaporkan ketika seorang pria berusia 46 tahun menjadi orang pertama di Provinsi Zhejiang yang sembuh dari penyakit serupa. Warga Wuhan, yang diidentifikasi sebagai Yang itu, meninggalkan rumah sakit setelah menjalani perawatan selama seminggu.

Tapi benarkah obat untuk penderita HIV bisa menyembuhkan pasien yang terserang virus corona?

3 dari 6 halaman

Awal Penggunaan Obat HIV Atasi Virus Sejenis Corona

Dikenal sebagai 2019-nCoV, virus corona di Wuhan ini merupakan strain baru dari virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang menewaskan hampir 800 orang di awal tahun 2002.

Strain baru ini setidaknya 70 persen serupa dalam urutan genom dengan virus SARS. Virus berkode SARS-CoV ini adalah virus hewan yang diyakini berasal dari kelelawar yang pertama kali menginfeksi manusia di Provinsi Guangdong pada tahun 2002.

Dua tahun setelah wabah SARS itu, sebagian besar penelitian menyepakati bahwa protease inhibitor, sebuah kelas obat antivirus yang digunakan untuk mengobati HIV, dapat digunakan untuk mengatasi SARS.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa salah satu obat yang dikenal sebagai Nelfinavir dapat 'menghambat perkembangan virus corona SARS' yang mengarah pada penurunan racun dalam sel yang sudah terinfeksi. Disimpulkan bahwa 'nelfinavir dapat mengurangi produksi virus dari sel'.

Pada tahun 2006, panel ahli WHO tentang pengobatan SARS meminta tinjauan sistematis dan ringkasan komprehensif dari penggunaan protease inhibitor untuk pasien yang terinfeksi SARS agar bisa digunakan sebagai panduan pengobatan di masa depan dan mengidentifikasi prioritas untuk penelitian.

Pada tahun yang sama, para ilmuwan menemukan kesuksesan dalam menggunakan protease inhibitor lain termasuk lopinavir, ritonavir dan ribavirin pada 41 pasien yang terinfeksi SARS - jenis penyakit yang sama yang ditemukan dalam virus corona baru di Wuhan.

Penelitian itu mengungkapkan lopinavir dan ritonavir menunjukkan hasil yang lebih baik dalam mengatasi virus SARS.

Sementara ahli mikrobiologi Yuen Kwok-yung dari Universitas Hong Kong meminta warga di China untuk tidak khawatir. Dia mengonfirmasi penggunaan protease inhibitor (obat untuk HIV) akan digunakan untuk memerangi infeksi virus corona.

(Sumbe: Star Online MalaysiaExpress.co.uk)

4 dari 6 halaman

Virus Corona Diduga Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Dream - Menyebarnya virus Corona jenis baru (2019-nCoV) diduga berasal dari pasar grosir Huanan Seafood di Wuhan, China. Tapi ada spekulasi lain, yang menyebut virus itu berasal dari laboratorium di Wuhan.

Nature, sebuah laman penerbitan akademik Springer Nature, yang memperbarui jurnal ilmiah, telah menulis tentang laboratorium yang baru dibangun di Wuhan pada 2017. Laman tersebut menulis mengenai pembangunan lima hingga tujuh fasilitas biosafety level-4 (BSL-4) di seluruh daratan China.

Laboratorium biosafety level-4 merupakan laboratorium biosafety level tertinggi yang digunakan untuk diagnosis patogen berbahaya seperti virus Ebola dan patogen berbahaya lainnya.

Laboratorium yang memenuhi syarat sebagai BSL-4 harus memenuhi kriteria penyaringan udara, pengolahan air, limbah sebelum meninggalkan tempat. Para peneliti juga diharuskan berganti pakaian dan mandi sebelum dan sesudah menggunakan fasilitas lab.

Singkatnya, laboratorium BSL-4 memenuhi syarat untuk menangani patogen yang paling berbahaya.

Sementara ahli mikrobiologi China merayakan tonggak sejarah mereka yang luar biasa, beberapa ilmuwan di luar China khawatir tentang pelarian patogen. Sebab, laboratorium baru di Wuhan akan menguji Ebola, SARS, serta virus Lassa Afrika Barat.

Richard Ebright, seorang ahli biologi molekuler Amerika Serikat, mengemukakan keprihatinannya ketika virus SARS lolos dari fasilitas tingkat tinggi di Beijing beberapa kali sebelum pembukaan laboratorium Wuhan.

Salah satu alasan mengapa lab khusus ini menjadi viral di internet karena hanya berjarak 32 kilometer dari Pasar Huanan yang terkenal.

5 dari 6 halaman

Cara Penularan Virus Corona Baru Masih Misterius

Dream - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merujuk laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) hingga kini belum mengetahui secara pasti proses penularan virus corona yang santer disebut berawal dari hewan. Penelitian oleh WHO sampai saat ini masih dilakukan.

" Sampai saat ini penularan yang sesungguhnya belum diketahui," ujar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono di kantornya, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020.

Anung menyebut, dugaan sementara penyebab virus Corona karena ditularkan hewan. Meski baru sebatas dugaan, Kemenkes mengimbau masyarakat Indonesia yang sedang berada di China untuk tidak kontak langsung dengan hewan-hewan yang ada di sana.

" Sampai saat ini (penularan) diduga kontak langsung dengan hewan," ucap dia.

6 dari 6 halaman

Kondisi Pasien

Jika merasa tubuhnya sedang tidak fit dan batuk, Anung mengatakanmenyarankan untuk menggunakan masker guna mengurangi penyebaran virus.

" Kalau batuk silakan pakai masker. Orang batuk gunakan etika batuk (pakai) masker, sapu tangan atau tisu," kata dia.

Anung memastikan, 11 dari 13 pasien yang diisolasi di rumah sakit di Indonesia negatif terjangkit virus Corona. Kemenkes masih menunggu hasil laboratorium dua orang lainnya yang kini masih belum keluar.

" Kita mendapat sekarang 13 (pasien) dan hasilnya negatif. Dua masih sedang dilakukan pemeriksaan dan mudah-mudahan besok sudah ada (hasil laboratorium)," ujar dia.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak