Tahan Napas 10 Detik Bisa Diagnosa Covid-19?

Reporter : Dwi Ratih
Jumat, 24 April 2020 12:47
Tahan Napas 10 Detik Bisa Diagnosa Covid-19?
Lonjakan jumlah kasus positif juga menimbulkan kepanikan dan mitos di antara orang-orang.

Dream - Wabah virus corona terus menyebar tanpa henti di seluruh dunia. Hingga kini sudah menjalar ke 180 negara.

Hingga saat ini sudah lebih 2,5 juta kasus positif di sekujur dunia. Lebih dari 160.000 orang telah kehilangan nyawa akibat pandemi ini.

Lonjakan jumlah kasus positif juga menimbulkan kepanikan dan mitos di antara orang-orang. Sehingga banyak beredar mitos-mitos yang diyakini oleh masyarakat terkait virus penyebab Covid-19 ini.

ilustrasi masker mulut© Shutterstock

Menurut Times of India, salah satu mitos yang beredar adalah jika dapat menahan napas selama 10 detik tanpa batuk atau mengalami ketidaknyamanan, berarti aman dari infeksi karena tidak ada kerusakan terkait fibrosis di paru-paru.

1 dari 4 halaman

Apa dasar dari klaim tersebut?

Klaim tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa pada saat pasien Covid-19 mengalami demam atau batuk, paru-paru mereka biasanya dipenuhi dengan 50 persen fibrosis yang menyebabkan kesulitan bernapas.

Menahan nafas menunjukkan apakah paru-paru kamu rusak atau tidak.

ilustrasi nahan napas© Shutterstock

2 dari 4 halaman

Fakta terkait

Tidak seperti mitos lain yang terkait dengan Covid-19, tidak ada kebenaran untuk klaim ini.

Gejala virus corona yang paling umum adalah batuk kering, kelelahan, dan demam. Beberapa orang mengalami gejala parah seperti pneumonia.

Menahan napas hanya bisa memberi gambaran apakah akan batuk atau tidak. Hanya tes khusus yang dilakukan para ahli di laboratorium yang dapat mengetahui apakah kita positif terinfeksi atau tidak.

Pilihan yang terbaik adalah mengunjungi rumah sakit terdekat jika merasa terinfeksi virus, atau mengalami gejala Covid-19 belakangan ini.

Keterlambatan dalam perawatan dapat membuat kondisi semakin parah.

Laporan: Raissa Anjanique

3 dari 4 halaman

Update Corona 23 April 2020: Positif 7.775, Sembuh 960, Meninggal 647

Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, kembali melaporkan data terkini kasus virus corona di Indonesia. Jumlah kasus yang diperiksa per 23 April 2020 pukul 12.00 WIB sudah mencapai 48.647 orang.

" Konfirmasi positif 7.775 orang, konfirumasi positif sudah sembuh 960 orang, konfirmasi positif meninggal 647 orang," kata Yurianto.

Menurut Yurianto, terdapat penambahan kasus sejak kemarin hingga hari ini. Penambahan tersebut meliputi kasus positif sebanyak 357 orang, sembuh sebanyak 47 orang, dan meninggal sebanyak 11 orang.

 

4 dari 4 halaman

Yurianto menegaskan data ini didapatkan dari hasil pemeriksaan aktigen real time PCR. Bukan didapat dari hasil rapid test. " Ini yang digunakan untuk menyusun dan melaporkan data Covid-19," kata dia.

Mengenai sebaran kasus sembuh, Yurianto mengatakan di DKI Jakarta ada 326 orang. Jawa Timur 112 orang, Jawa Barat 87 orang, Sulawesi Selatan 80 orang, dan Bali 55 orang. " Sehingga bersama 29 provinsi lainnya berjumlah 960 orang," kata dia.

Beri Komentar