Tak Cuma Swab Test, Pasien Covid-19 Juga Jalani Pemeriksaan Ini

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 8 Oktober 2020 19:48
Tak Cuma Swab Test, Pasien Covid-19 Juga Jalani Pemeriksaan Ini
Penting untuk mengetahui kondisi pasien secara detail agar pengobatan lebih efektif.

Dream - Swab test atau tes usap pada orofaring merupakan pemeriksaan penting untuk menentukan seseorang terkena Covid-19 atau tidak. Hasil tes, biasanya tak bisa keluar dengan cepat.

Untuk itu dokter biasanya juga melakukan pemeriksaan lain. Terutama jika swab test tak bisa segera dilakukan. Salah satunya dengan melihat gejala pasien, riwayat kontak dan pemeriksaan rontgen paru-paru.

Pada sebagian besar pasien Covid-19, hasil rontgen paru-paru muncul selaput putih. Hasil rontgen ini nantinya bisa jadi penilaian dokter pada kondisi paru-paru pasien Covid-19.

" Kita bisa melihat saturasi oksigen, pernapasan lebih cepat. Terutama riwayat kontak. Untuk pasien yang memiliki tanda komorbid misalnya hipertensi, diabetes, penyakit imun, dianjurkan untuk perawatan atau isolasi di rumah sakit," kata dr. Darwati Yuwono dari Poliklinik SV IPB, dalam webinar Menunjang Diagnosis dan Terapi Covid-19 yang Aktual dan Rasional yang digelar Institut Pertanian Bogor (IPB), 8 OKtober 2020.

1 dari 4 halaman

Hasil PCR Bisa Negatif

Darwati juga mengungkap kalau tes PCR atau swab test bisa saja negatif padahal pasien tertular Covid-19. Hal ini bisa terjadi jika pemeriksaan dilakukan di awal pasien terpapar.

" PCR punya nilai diagnosa 60-70. PCR bisa negatif padahal pasien sebenarnya positif jika dilakukan terlalu awal jadi masih belum ditemukan. Untuk itu dibutuhkan pemeriksaan penunjang lainnya," kata dr Darwati.

Pemeriksaan penunjang antara lain foto thorax, CT scan thorax, darah, urine, elektrolit, serta tes laboratorium lainnya sesuai dengan kondisi pasien. Jadi, bukan hanya mengandalkan hasil tes PCR.

Pada pasien yang memiliki riwayat penyakit lain, pemeriksaan penunjang ini juga sangat dibutuhkan untuk mengetahui kondisinya secara detail agar pengobatan yang diberikan lebih efektif.

2 dari 4 halaman

Peneliti Temukan Cairan dalam Paru-Paru Pasien Covid-19, Seperti Orang Tenggelam

Dream- Virus Covid-19 merupakan pemicu penyakit yang menyerang sistem pernapasan manusia. Dalam sistem ini, paru-paru yang menjadi organ paling terdampak Covid-19. Virus corona bisa membuat paru-paru kehilangan fungsinya dan rusak. Di kasus terparah, virus corona menyebabkan kegagalan fungsi paru hingga kematian. 

Menurut studi dari Universitas Umea Swedia, hasil autopsi dari beberapa pasien Covid-19 yang meninggal telah menunjukkan paru-paru dipenuhi dengan cairan jeli bening. Menurut para peneliti, cairan tersebut sangat mirip dengan paru-paru seseorang yang telah tenggelam.

Dari hasil analisis terhadap cairan gel tersebut, terungkap bahwa gel itu terdiri dari zat yang disebut Hyaluronan, yang biasanya ditemukan di jaringan ikat.

3 dari 4 halaman

Bagaimana Jeli Itu bisa Berada di Paru-Paru?

Dilansir dari laman Mirror, kehadiran Hyaluronan adalah hal yang normal dalam tubuh manusia dengan berbagai fungsi di jaringan yang berbeda. Hyaluronan umumnya bertindak sebagai karakteristik yang berguna dalam jaringan ikat. Hyaluronan terlibat dalam tahap awal penyembuhan luka.

paru-paru pasien covid-19© Foto : Shutterstock

Hyaluronan juga diproduksi secara sintetis dalam industri kecantikan untuk augmentasi bibir dan perawatan anti keriput. Karena hyaluronan dapat mengikat sejumlah besar air di jaringan molekul panjang, Hyaluronan membentuk zat seperti jeli. Dan proses inilah yang memicu kekacauan di alveoli paru-paru pasien Covid-19.

Karena penuh cairan, fungsi paru-paru untuk mengambil oksigen jadi berkurang. Itulah mengapa pasien akan kesulitan saat bernafas. Pasien biasanya diberi bantuan oksigen agar asupan oksigen tetap cukup. Dalam hal ini pasien membutuhkan perawatan ventilator. Atau dalam kasus terburuk, meninggal karena gagal napas.

4 dari 4 halaman

Obat untuk Memperlambat Produksi Hyaluronan

Saat ini, obat yang disebut Hymecromone digunakan untuk memperlambat produksi Hyaluronan pada penyakit lain, seperti serangan kandung empedu. Ada juga enzim yang secara efektif yang dapat memecah Hyaluronan.

paru-paru pasien covid-19© Foto : Shutterstock

Ada pula obat Kortison yang mengurangi produksi Hyaluronan. Dalam sebuah penelitian di Inggris, data awal menunjukkan efek positif pada perawatan dengan obat kortison Dexamethasone pada pasien Covid-19 yang sakit parah.

“ Sudah ada terapi yang memperlambat produksi jeli tubuh atau memecah jeli melalui enzim. Temuan itu dapat menjelaskan alasan kortison tampaknya berpengaruh pada Covid-19,” kata peneliti Universitas Umeå, Urban Hellman.

“ Sebelumnya diasumsikan, hasil awal yang menjanjikan akan dikaitkan dengan sifat anti-inflamasi kortison secara umum, namun keyakinan lain, kortison juga dapat mengurangi produksi hyaluronan yang dapat mengurangi jumlah jeli di paru-paru," imbuh dia.

 

Sumber : Mirror.co.uk

Beri Komentar