Teknik Baru, Mencangkokkan Jantung yang Sudah Tak Berdetak

Reporter : Eko Huda S
Minggu, 26 Oktober 2014 15:03
Teknik Baru, Mencangkokkan Jantung yang Sudah Tak Berdetak
Tim dokter Rumah Sakit St Vincent, Sydney, berhasil mencangkokkan jantung yang sudah tidak berdetak selama 20 menit. Cara baru ini diklaim akan membuka paradigma baru dalam soal donor organ.

Dream - Sebuah terobosan di dunia kesehatan dilakukan oleh para dokter Australia. Tim dokter Rumah Sakit St Vincent, Sydney, berhasil mencangkokkan jantung yang sudah tidak berdetak selama 20 menit. Cara baru ini diklaim akan membuka paradigma baru dalam soal donor organ.

Dikutip Dream dari ABC International, Minggu 26 Oktober 2014, Direktur Eksekutif Institut Penelitian Jantung Victor Chang, Profesor Bob Graham, mengatakan bahwa teknik yang dikembangkan setelah penelitian selama 12 tahun ini bisa menyelamatkan 20 sampai 30 persen orang yang mengalami masalah jantung.

Menurut Graham, transplantasi yang dilakukan selama ini kebanyakan menggunakan jantung yang masih berdenyut. Kebanyakan menggunakan jantung dari para pendonor yang otaknya sudah dinyatakan tidak berfungsi. Jantung yang dicangkokkan itu masih berfungsi dengan menggunakan ventilator, yang berarti masih berdetak ketika dicangkokkan.

Namun teknik baru ini berbeda. Jantung yang dicangkokkan itu sudah tidak berdetak. Para dokter 'menghidupkan kembali' jantung itu dengan sebuah alat pacu. Kemudian disuntik dengan cairan yang dikembangkan oleh para peneliti dari Rumah Sakit St Vincent dan Pusat Penelitian Jantung Victor Chang. Dengan teknik ini akan lebih banyak lagi jantung yang bisa digunakan untuk pencangkokkan.

Graham menambahkan, seseorang yang sudah kehilangan fungsi otaknya antara 90-95 persen, pada umumnya akan mengalami gagal jantung, ginjal, dan hati, yang bisa berlangsung dalam hitungan jam sampai hari. " Yang terjadi adalah bila ada seorang pasien yang otaknya sudah hampir tidak berfungsi, tinggal sedikit saja, sehingga mereka tidak bisa dikatakan mati," kata dia.

 Teknik Baru, Mencangkokkan Jantung yang Sudah Tak Berdetak© penerima donor jantung

Penerima donor jantung, Jan Damen

Dengan persetujuan keluarga pasien, mesin pembantu akan dimatikan. Sehingga jantung pasien secara perlahan akan berhenti dalam waktu 15 menit. Secara hukum, dokter harus menunggu 5 menit untuk memastikan jantung pasien benar-benar berhenti.

" Setelah itu, kita bisa mengambil jantungnya, dan menaruhnya di dalam konsol yang bisa dihubungkan dengan aliran darah ke jantung yang menyalurkan oksigen. Secara perlahan jantungnya akan berdetak lagi. Kami bisa juga memberikan cairan yang bisa mencegah kerusakan jantung karena tidak adanya oksigen," papar Graham.

Cairan yang dibuat oleh tim dokter itu bisa mengurangi kerusakan pada jantung, membuatnya lebih tahan untuk dicangkokkan dan meningkatkan fungsi jantung ketika dihidupkan kembali. " Jadi dua hal ini (konsol dan cairan) merupakan kombinasi yang sangat bagus, memungkinkan pencangkokkan jantung yang sudah berhenti berdetak. Sebelumnya hal ini tidak pernah terjadi." ujar dia.

Menurut Graham, pencangkokan pertama dilakukan terhadap seorang pasien wanita berusia 57 tahun asal Sydney, Michelle Gribilas. Percobaan pertama ini dilakukan tiga bulan lalu. " Jantung pertama yang kami gunakan pada awalnya kelihatan sangat buruk, tidak berdetak sama sekali."

" Beberapa hari setelah operasi, kami melakukan pengecekan, dan semua fungsi jantung normal. Tidak ada bukti adanya kerusakan jaringan," tambah Graham. Kemudian mereka melakukan pencangkokkan kedua terhadap Jan Damen, seorang pria berusia 44 tahun.

Graham menambahkan, teknik ini membuka opsi bagi pencangkokkan jantung di banyak negara, terutama di negara-negara yang mendefinisikan kematian sebagai tidak berfungsinya jantung, bukan tidak berfungsinya otak.

" Di negara-negara ini, mereka tidak bisa melakukan pencangkokkan jantung. Sekarang membuka kesempatan di Jepang, Vietnam atau di tempat lain di mana definisi mati adalah matinya jantungnya, bukan matinya otak." kata Graham.

Beri Komentar