Ternyata Ini Gejala Umum Virus Covid-19 Strain Baru

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 5 Februari 2021 10:36
Ternyata Ini Gejala Umum Virus Covid-19 Strain Baru
Ada sedikit perbedaan gejala khas.

Dream - Virus covid-19 strain baru yang menyebar di Inggris tak dipungkiri menimbulkan kekhawatiran. Pengendalian beum berhasil, tapi virus yang sudah bermutasi dan lebih menular, sudah muncul.

Virus dengan kode B.1.1.7. ini juga memunculkan gejala yang sama, tapi menurut penelitian ada keluhan yang paling banyak dialami pasien. Dari studi yang dipublikasi UK’s Office for National Statistics, gejala umum tersebut adalah batuk, kelelahan, sakit tenggorokan dan nyeri otot.

Keluhan tersebut jadi yang paling umum dialami pasien Covid-19 strain B.1.1.7. di Inggris. Kehilangan kemampuan membau dan merasa tampaknya kurang umum dialami pasien dengan strain tersebut. Sementara, sakit kepala, sesak napas, diare, dan muntah tetap umum dan serupa untuk kedua jenis virus corona.

Studi ini didasarkan pada tes positif dari sampel acak yang terdiri dari 6.000 orang di Inggris yang menjalani tes antara pertengahan November dan pertengahan Januari. Tim peneliti menganalisis gejala yang dilaporkan hingga seminggu sebelum tes positif untuk varian baru atau strain asli virus corona.

 

 

1 dari 5 halaman

Berikut presentase gejala yang dialami pasien Covid-19 strain baru yang diteliti pada 3.500 orang:
- 35% melaporkan batuk
- 32% mengalami kelelahan
- 25% mengalami nyeri otot dan nyeri
- 22% mengalami sakit tenggorokan
- 16% kehilangan rasa
- 15% kehilangan penciuman

" Mutasi pada varian baru bisa membuat strain lebih menular. Pasien yang tertular varian Inggris tampaknya menghasilkan viral load yang lebih tinggi, kata Lawrence Young, ahli virologi di University of Warwick, dikutip dari WebMD.

Virus strain baru dapat menyebabkan infeksi yang lebih luas di tubuh dan mungkin menyebabkan persentase batuk, nyeri otot, dan kelelahan yang lebih tinggi. Beberapa dari perubahan ini di berbagai bagian virus dapat memengaruhi respons kekebalan tubuh dan juga memengaruhi berbagai gejala yang terkait dengan infeksi.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

2 dari 5 halaman

Ubek-Ubek Wuhan, WHO Kumpulkan Bukti untuk Jawab Teka-teki Pandemi Covid-19

Dream - Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengutus tim ke Wuhan, Hubei, China, untuk menggelar investigasi penyeluruh guna menemukan penyebab awal kemunculan Covid-19. Tim sudah tiba sejak sebulan lalu dan mendatangi rumah sakit serta pasar sari laut, tempat kasus awal terdeteksi.

Pada Senin 1 Februari 2021, WHO melakukan inspeksi ke Pusat Pengendalian Penyakit Provinsi Hubei dan kantor Pemerintah Kota Wuhan di tengah kontrol ketat China terhadap akses informasi mengenai virus.

China telah berusaha menyangkal dugaan salah langkah dalam respons awal terhadap wabah tersebut dan mempromosikan teori alternatif dengan menyebut virus berasal dari tempat lain. Bahkan menyebut virus mungkin telah dibawa ke Wuhan dari luar negeri.

Setelah kunjungan ke ibu kota provinsi, anggota tim Peter Daszak hanya mengatakan, " pertemuan yang sangat bagus, sangat penting." Sementara dia tidak memberikan penjelasan lebih detail.

Tim sendiri telah mengumpulkan sejumlah bukti yang diharapkan dapat memberikan jawaban atas pandemi yang terjadi. Menentukan sumber hewan wabah membutuhkan penelitian dalam jumlah besar, termasuk pengambilan sampel hewan, analisis genetik, dan studi epidemiologi.

 

3 dari 5 halaman

Tim Punya Wewenang Penuh

Di Jenewa, pejabat WHO pada Senin menolak anggapan China kurang terbuka tentang bagaimana pandemi dimulai. Kepala teknis Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan, tim investigasi berencana melakukan inspeksi ke Institut Virologi Wuhan dan beberapa tempat lain.

" Semakin banyak detail yang Anda miliki di lapangan, semakin banyak pertanyaan yang Anda miliki," ucap Van Kerkhove.

" Tim akan mengikuti informasinya. Mereka akan mengikuti ilmunya dan terus bertanya serta menganalisis data," kata dia melanjutkan

Van Kerkhove juga menyatakan agenda investigasi sepenuhnya diserahkan kepada tim. Tim investigator diberikan wewenang sepenuhnya memutuskan tujuan inspeksi lain, meskipun China harus menyetujui agenda akhir misi tersebut.

 

4 dari 5 halaman

Investigasi Terus Berjalan

Kepala Darurat WHO, Michael Ryan, mengatakan pihaknya terus menggali lebih banyak data. Dia juga menyatakan siapa pun yang memiliki informasi tentang bagaimana pandemi bermula harus membagikannya kepada WHO.

" Kami berada di lapangan dengan para ahli dari 10 negara yang ingin menemukan jawabannya. Jika Anda punya jawabannya, jika Anda merasa punya jawaban, mohon beri tahu kami," kata Ryan.

Dia menepis kritik yang menyatakan laporan apa pun dari misi tersebut tidak akan lengkap. " Tim layak mendapat dukungan dari komunitas internasional," kata dia.

China berusaha menekan sebagian besar transmisi domestik melalui pengujian ketat dan pelacakan kontak. Memakai masker di depan umum diamati hampir secara universal dan lockdown secara rutin diberlakukan pada komunitas dan bahkan seluruh kota tempat kasus terdeteksi.

 

5 dari 5 halaman

Kasus terbaru muncul dengan sebagian besar terjadi di timur laut yang dingin. Sebanyak 33 kasus baru dilaporkan secara nasional pada Senin di tiga provinsi.

Meskipun demikian, China mencatat lebih dari 2.000 kasus domestik baru Covid-19 pada Januari, jumlah bulanan tertinggi sejak fase terakhir wabah awal di Wuhan Maret lalu. Dua orang meninggal karena penyakit itu pada Januari, kematian karena Covid-19 pertama yang dilaporkan di China dalam beberapa bulan setelah tidak ada kasus baru.

Sekolah-sekolah dijalankan secara online dan perjalanan berkurang secara drastis selama liburan Tahun Baru Imlek bulan ini. Sementara, Pemerintah China menawarkan insentif bagi orang-orang untuk tetap berada di rumah sepanjang perayaan Imlek, dikutip dari Firstpost.com.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar