Terobosan Praktis Penanganan Pasien Diabetes

Reporter :
Senin, 11 November 2019 19:12
Terobosan Praktis Penanganan Pasien Diabetes
Dokter dan pasien nantinya akan berkomunikasi dua arah untuk pengobatan yang efektif.

Dream - Indonesia merupakan negara peringkat ke-6 di dunia dengan jumlah penyandang diabetes tertinggi. Data tersebut dikeluarkan oleh Federasi Diabetes Internasional (IDF) Atlas pada 2017.

Diperkirakan terdapat sekitar 10,3 pasien diabetes yang usianya antara 20 hingga 79 tahun. Jumlahnya juga kemungkinan akan terus bertambah. Penanganan kasus diabetes ini merupakan hal yang sangat krusial.

Sebuah terobosan penting dilakukan untuk penanganan pasien diabetes dilakukan oleh Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), bekerja sama dengan Sanofi, sebuah perusahaan biofarmasi global.

" Banyaknya penderita diabetes di Indonesia menjadi perhatian Sanofi. Tentunya kita akan memberikan kepada pasien diabetes pelayanan dan pengobatan yang tepat," ungkap dr. Mary Josephine selaku Head Of Medical Departement Sanofi Indonesia pada acara konferensi pers ‘Diabetes. Your Type’ di Jakarta Pusat, Senin 11 November 2019.

Terobosan tersebut yaitu program dengan webinar (web seminar) dan mobile apps (mobile DEEPS/ Diabetes Education Enhancement for Engaged Partnership ) yang nantinya dapat melakukan komunikasi dua arah antara dokter dan pasien diabetes melalui aplikasi. 

" Ke depannya dua komponen itu akan menjadi peningkatan untuk dokter dan peningkatan untuk pasien tentang pengetahuan penanganan diabetes sendiri,” ujar dr. Achmad Rudijanto dari PB Perkeni.

Menurut Prof. Dr. dr Pradana Soewondo selaku koordinator dalam negeri Perkeni selama ini ada sekitar 11 persen pasien diabetes yang menggunakan BPJS untuk berobat. Nantinya, penanganan melalui aplikasi dan webinar diharapkan membuat pasien lebih teredukasi dan perawatan lebih praktis dan efektif.

Laporan Diah Tama

1 dari 6 halaman

3 Hal yang Sering Jadi Tanda Awal Diabetes

Dream - Diabetes merupakan penyakit degeneratif yang mudah menyerang seseorang. Penyakit ini juga sangat sulit disembuhkan.

 Anak Juga Bisa Terkena Diabetes, Kenali Gejalanya

Meski terkesan lebih ringan daripada penyakit jantung atau strok, diabetes juga dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, ada baiknya mengenali tanda awal diabetes agar bisa mencegah lebih dini.

Berikut tiga tanda awal diabetes yang diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia Handayani.

2 dari 6 halaman

Tiga P

Menurut Dwi Oktavia, tanda klasiknya adalah 3P. Pertama, polifagi. Tanda ini muncul dalam bentuk rasa lapar sehingga seseorang akan makan terus.

Ke dua adalah polidipsi, yaitu terus merasa haus, sehingga sering minum. Ke tiga, " Poliuri, dia pipis terus, terutama malam hari."

 shutterstock

Jika sudah mengalami tiga gejala tersebut, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter agar bisa mengetahui penyebabnya.

" Periksa dan pastikan. Karena ada penyakit yang gejalanya menyerupai," tambah Dwi Oktavia.

3 dari 6 halaman

Gejala Tidak Khas

Gejala lain yang kerap muncul adalah perubahan berat badan secara drastis, luka yang sulit sembuh, dan hipotensi pada laki-laki.

" Perubahan berat badan drastis, baik turun atau naik. Di jangka panjang, ada luka yang tidak sembuh-sembuh dan hipotensi pada laki-laki," jelasnya.

 shutterstock

4 dari 6 halaman

Perhatikan Kondisi Tubuh

Seseorang disarankan mulai memperhatikan kondisi tubuh ketika masih merasa lapar setelah makan tiga kali sehari dengan dua kali selingan. Atau masih merasa lapar atau haus ketika sudah mengonsumsi panganan dengan porsi biasanya.

" Biasanya, orang cenderung akan bangun tidur di malam hari untuk buang air kecil. Bisa tiga hingga empat kali ke kamar mandi. Karena kalau siang hari aktivitasnya banyak, jadi nggak terlalu perhatian. Di malam hari kan, akan terbangun," pungkasnya.

 shutterstock

5 dari 6 halaman

Cari Tahu Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan 2

Dream - Diabetes jadi salah satu penyakit yang menimbulkan komplikasi jangka panjang. Bukan hanya menyerang yang berusia senja tapi juga anak-anak.

 2030, 1 Dari 10 Orang Dewasa Menderita Diabetes

Penyakit ini memang tak bisa disembuhkan, tapi sangat bisa dikontrol. Ada perbedaan penyakit yang disebabkan oleh diabetes. Perbedaan ini disebabkan oleh pinotype yang berbeda dari diabetes tipe 1 dan 2.

" Penderita diabetes tipe 2 bisa memiliki faktor risiko jantung bahkan dari sebelum menderita diabetes," ujar Ketut Suastika, ahli endokrin yang juga Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Senin 1 Juli 2019.

Diabetes tipe 2 dikenal sebagai penyebab kelainan lemak, obesitas, serta penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.

Tipe ini umumnya dialami oleh orang dewasa. Namun tidak menutup kemungkinan diidap oleh remaja belasan tahun.

" Ada pasien saya paling muda usianya 13 tahun, karena tubuhnya sangat gemuk. Apalagi kalau sudah ada faktor genetik juga," tutur Ketut.

Berbeda dengan tipe 2, diabetes tipe 1 bisa menyerang seseorang sejak lahir akibat faktor genetik. Tanda-tandanya pun sedikit berbeda dari tipe 2.

" Presentasinya cukup kecil, di bawah 10 atau 5 persen. Biasanya tanda-tandanya tubuhnya kurus. Sedangkan tipe 2, ciri-cirinya bertubuh gemuk. Lalu, sering buang air kecil," ungkap Ketut.

6 dari 6 halaman

Genetik vs Gaya Hidup

Jika diabetes tipe 2 bisa dicegah dengan gaya hidup sehat, diabetes tipe 1 sulit dihindari. Pasalnya hal ini karena latar belakang genetik serta bisa diperburuk oleh infeksi virus dan menyebabkan autoimun.

" Supaya tidak memperburuk kondisi tubuh saat mengidap diabetes, sebaiknya lakukan aerobik seperti jogging, jalan kaki dan perbanyak aktivitas fisik minimal 30 menit per hari dan 150 menit per minggu. Dan jangan lupa atur asupan kalori per hari agar tidak berlebih," tutupnya.

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie