Tidur Tidak Nyenyak 4 Malam Berturut-turut Bikin Berat Badan Naik

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 30 September 2019 11:13
Tidur Tidak Nyenyak 4 Malam Berturut-turut Bikin Berat Badan Naik
Kurang tidur juga dapat mengundang berbagai macam penyakit

Dream - Tidur merupakan salah satu kebutuhan utama bagi manusia. Jika dipaksakan terus melakukan aktivitas tanpa memberikan tubuh beristirahat, tentu akan menyebabkan berbagai penyakit.

Seorang mahasiswa pascadoktoral University of Washington, Kelly Ness, diketahui telah merekrut 15 pria berusia 20 tahunan sebagai objek penelitian untuk membuktikan hal tersebut.

Belasan pria tersebut kemudian diteliti selama tinggal di rumah dan 10 hari di laboratorium. Mereka kemudian menghabiskan waktu tidurnya tidak lebih dari lima jam.

Selama di laboratorium, ke-15 pria itu diberi makan malam pasta berlemak tinggi berisi cabai. " Itu sangat enak, tidak ada yang kesulitan menghabiskannya," kata Ness dikutip dari Mirror.co.uk.

Usai menjalani masa percobaan, darah belasan pria tersebut kemudian diambil untuk diteliti. Hasilnya, pria yang kurang tidur itu memiliki kadar insulin tinggi. Hal tersebut menyebabkan tumbuh mengambil lemak lebih tinggi dan akhirnya berat badan menjadi cepat bertambah.

Profesor Orfeu Buxton dari Penn State mengatakan, kualitas tidur yang buruk juga dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes dan penyakit yang mengganggu metabolisme tubuh lainnya.

(Sumber: Mirror.co.uk)

1 dari 7 halaman

Obesitas, Pria Saudi Ini Seperti 'Mayat Hidup'

Dream - Humood adalah orang Saudi berusia 48 tahun yang mengalami obesitas dan tidak bisa bergerak atau berjalan. Selama tiga tahun terakhir, dia tidak bisa keluar rumah.

Humood bahkan tidak bisa memegang apa-apa, jarang berbicara dan terus berdoa kepada Tuhan untuk menyembuhkan dia, harian Al-Hayat melaporkan dikutip Al Arabiya, Selasa 19 Agustus 2014.

Dokter yang menangani Humood di rumahnya bahkan sudah menyerah dengan mengatakan sakit Humood parah dan tidak bisa disembuhkan.

" Saya telah berada di atas tempat tidur selama tiga tahun akibat berat badan saya lebih dari 300 kg. Saya tidak punya anak atau istri dan saya tinggal sendirian di sebuah apartemen sewaan di bagian timur Riyadh," kata Humood.

Untuk bertahan hidup, Humood hanya mengandalkan uang pensiun yang tak seberapa. Dia harus membayar sewa apartemen SR20.000 (Rp63 juta) setiap bulan sementara pensiun Humood hanya SR1.700 (Rp5,3 juta) per bulan.

Pihak bank memotong SR500 (Rp1,5 juta) dari pensiunnya itu untuk membayar uang yang dipinjam untuk perawatannya.

 © Saudi Gazette

Humood menghubungi Kementerian Kesehatan untuk mendapat perawatan dan meminta tim medis dari King Abdulaziz Medical City mengunjunginya.

Namun Medical City mengatakan Humood memiliki penyakit kaki gajah dan ia akan segera mati. Ia juga mengklaim tim menyuruhnya untuk tetap di rumah dan menunggu kematiannya.

" Saya juga menghubungi Departemen Sosial untuk memberi saya seorang pekerja yang akan membantu saya dengan tugas sehari-hari. Dan juga sebuah kursi roda agar saya bisa berkeliling di lingkungan sekitar. Tapi permintaan saya benar-benar diabaikan dan mereka tidak memberi perhatian atas kasus saya," keluhnya.

Dia mengatakan tetangganya telah menyewa seorang pekerja untuk membantunya.

Selain obesitas yang luar biasa, Humood juga penderita diabetes. Dia mengklaim seorang dermawan telah menghubungi rumah sakit di luar negeri mengenai kasusnya dan mereka telah diberitahu kasus Humood bisa diobati.

Humood mengatakan ia ingin Departemen Kesehatan untuk mengobati dia di dalam atau di luar negeri.

Nabil Hamdi dari King Abdulaziz Medical City mengatakan Humood menderita diabetes, tekanan darah tinggi dan masalah tiroid, dan kondisinya memerlukan operasi bedah dengan segera.

2 dari 7 halaman

Pemuda Tergemuk di Dunia Meninggal Dunia

Dream - Wajah Sean Milliken sempat menghiasi layar kaca Amerika Serikat. Dia merupakan bintang reality show yang disiarkan jaringan televisi TLC, My 600lb Life.

Pemuda tergemuk di dunia ini meninggal pada usia 29 tahun pada Minggu, 17 Februari lalu. Dia menderita komplikasi yang berawal dari infeksi.

" Minggu dia bermasalah dengan pernapasannya, mereka (tim medis) segera membuatnya sadar dan dalam waktu singkat jantungnya berhenti," ujar sang ayah, Matt Williken, dikutip dari Mirror, Rabu 20 Februari 2019. 

Sean yang tinggal di Cameron Park, El Dorado, California, itu memiliki berat badan mencapai 900 pound, setara 408 kilogram. Karena tubuhnya yang sangat besar, pemuda itu hanya bisa berdiri paling lama 30 detik.

Dia menjalani hidup dengan berat badan berlebih sejak kecil usai kedua orantuanya bercerai. Berat badannya ketika masih sekolah dasar mencapai 400 pound, setara 181 kg.

3 dari 7 halaman

Karena Cedera

Semua berawal dari cedera yang dialami di sekolah. Alhasil, Sean hanya berbaring di ranjang akibat cedera tersebut.

Pemuda ini muncul di layar kaca lewat My 600lb Life pada 2016. Saat itu, Sean sangat ingin pergi ke Houston untuk menjalani operasi penurunan berat badan namun merasakan kekhawatiran tidak bisa merayakan ulang tahunnya ke-30.

Tidak ada informasi yang menyatakan Sean telah menjalani operasi tersebut atau tidak. Ukuran tubuhnya sangat besar sampai membuatnya kesulitan bergerak.

Karena terlalu besar, Sean mengaku tidak bisa menggunakan toilet. Dia sampai meletakkan pispot di ranjangnya agar mudah buang air kecil.

" Saya bisa bangun, tapi saya hanya bisa berjalan beberapa langkah, jadi saya hanya berbaring di tempat tidur ini apapun yang terjadi," ucap Sean dalam sebuah video.

" Saya sudah tidak bisa lagi melakukan semuanya sendiri," lanjut Sean.

Dulu, sang ibu, Renee, selalu membantu Sean jika ingin beraktivitas. Tetapi, tidak ada lagi yang bisa membantu Sean usai ibunya meninggal pada 2017 lalu.

4 dari 7 halaman

Derita Titi Wati, Wanita 350 Kg yang Tak Bisa Berdiri

Dream - Bisa berjalan kini hanya menjadi harapan bagi Titi Wati, 37 tahun, wanita yang tinggal di Gang Bima, Jalan G Obos XXV Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Jangankan berjalan, berdiri saja sudah tidak bisa.

Penyebabnya, tubuh wanita ini menggemuk secara drastis sejak 6 tahun lalu. Dia kini hanya bisa berbaring, sesekali tengkurap.

Sontak seluruh aktivitasnya hanya dilakukan di satu tempat. Mulai dari berkomunikasi, makan, hingga mandi dan buang air. Sebab, dia sudah tidak bisa lagi bergerak.

Berat badan Titi termasuk tidak normal. Mencapai 350 kilogram. Hal itulah yang membuatnya hanya bisa berbaring.

" Saya mengalami kelebihan berat badan sudah sekitar enam tahun belakangan ini, tepatnya mulai 2013," ujar Titi, dikutip dari Pojoksatu.

 

5 dari 7 halaman

Proses Obesitas

Titi mengaku dulu tubuhnya cukup ideal. Posturnya cukup tinggi dengan ukuran badan yang berisi, laiknya perempuan kebanyakan.

" Awalnya berat badan saya paling tinggi 60 Kg. Kemudian mulai 2013 itu naik drastis, hingga ditimbang mencapai 167 Kg," kata dia.

Tubuh Titi semakin membesar dari hari ke hari. Perlahan, hal itu membuatnya kesulitan bergerak, hingga saat ini hanya bisa berbaring.

Jika ingin duduk atau mengubah posisi, Titi mengandalkan bantuan putri semata wayangnya, Herliana.

Hanya berada di dalam rumah tentu membuat Tuti bosan. Untuk mengusir kebosanan, Tuti biasa mengobrol dengan Herliana, menyaksikan siaran televisi, atau karaoke di rumah.

 

6 dari 7 halaman

Nafkah Suami Jadi Andalan

Di rumahnya, Titi hanya tinggal berdua dengan anaknya. Sang suami, Edy, 56 tahun, merantau ke luar kota untuk bekerja.

" Suami saya kerja di Tangkiling, kerja kayu. Pulang ke rumah palling hanya sebulan sekali," kata Titi.

Meski begitu, Titi mengatakan sang suami rutin mengirim nafkah. Wanita itu bisa menerima suaminya yang jarang pulang karena tempat kerja yang jauh.

Uang kiriman sang suami menjadi andalan Titi dan anaknya untuk bertahan hidup. Dia tidak punya penghasilan lain karena mengakui tidak bisa bekerja.

" Saya tidak bisa bekerja, bahkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari saja, saya harus dibantu anak saya," kata dia.

Bahkan, sang anak terpaksa putus sekolah sejak kelas 2 SMP. Alasannya semata ingin merawat sang ibu setiap hari.

 

7 dari 7 halaman

Tak Berani Berdiri

Titi kini tak bisa lagi berdiri. Jika memaksakan diri, akan terdengar suara tulang bergerutuk tak mampu menopang berat tubuh.

" Maka dari situ saya tidak berani lagi memaksakan berdiri maupun duduk," kata dia.

Sejak mengetahui ada yang janggal pada tubuhnya, Titi tidak pernah memeriksakan diri ke dokter. Sehingga, perkembangan tubuhnya tidak terkontrol.

Dia juga pernah merasa minder dengan kondisi tubuhnya. Meski demikian, sang suami dan anak selalu memberikan dukungan sehingga Titi bisa menerima keadaan.

Lebih lanjut, ibu satu anak ini ingin kembali memiliki tubuh yang normal. Sayangnya, kondisi ekonomi menjadi penghalang Titi untuk mewujudkan keinginannya. (ism)

Beri Komentar