Ahli: Pria yang Terjangkit Corona Bisa Mandul

Reporter : Sugiono
Kamis, 20 Februari 2020 10:32
Ahli: Pria yang Terjangkit Corona Bisa Mandul
Temuan ini berdasarkan data dari 146 pasien pria.

Dream - Virus corona COVID-19 ternyata tidak hanya menyerang sistem pernapasan, tetapi juga bisa menyebabkan masalah pada kesuburan kaum pria.

Penemuan ini terungkap dalam penelitian di China yang baru-baru ini dilaporkan oleh Thailand Medical News.

Berdasarkan data dari tim ahli medis Universitas Medis Nanjing yang dipimpin Kepala Divisi Urologi di Rumah Sakit Suzhou, Dr Jianging Wing, mereka menemukan COVID-19 bisa memengaruhi tingkat kesuburan pasien pria.

Hal ini karena COVID-19 juga menyerang ACE2 (Angiotensin Converting Enzyme 2) yang ada di jaringan manusia. ACE2 paling banyak ditemukan di jaringan ginjal dan testis.

Jadi, COVID-19 terutama menyerang sel tubular ginjal, sel Leydig dan sel di saluran seminiferus pada testis.

Jika terjadi kerusakan pada jaringan ini maka akan meninggalkan bekas luka. Akibatnya bisa menyebabkan infertilitas pada pria.

Penelitian dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari 146 pasien pria. Namun masih perlu ditinjau lagi. Penelitian dapat diakses online di laman medRxiv.

Anggota tim juga menyarankan para dokter untuk memonitor fungsi ginjal pasien pria untuk memastikan tidak adanya kelainan selama melakukan perawatan.

Sumber: World of Buzz

1 dari 5 halaman

Merinding, Pasien Sembuh Virus Corona Ceritakan Masa-Masa Pengobatan

Dream - Seorang perempuan berusia 47 tahun yang menjalani perawatan intensif di ICU di Singapura karena virus corona, Covid-19, dinyatakan telah pulih, Minggu, 16 Februari 2020.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan, perempuan tersebut diketahui bernama Zhang. Dia merupakan pengidap Covid-19 di Singapura.

Zhang, suami dan putranya, termasuk dalam 92 warga Singapura yang dievakuasi dari Wuhan, China pada 30 Januari 2020.

Selama berada di Wuhan, China, Zhang yang merupakan warga naturalisasi Singapura, tidak memperlihatkan simptom virus corona. Tapi, dilaporkan The Star, gejala Covid-19 mulai terlihat saat, Zhang tiba di Singapura.

Dia mengaku mengalami demam selama observasi kesehatan oleh National Centre for Infectious Diseases (NCID). 

" Saya sangat takut. Tim medis memasukkan selang oksigen ke hidung saya, dan menaikkan levelnya sehingga saya bisa bernapas. Tetapi, paru-paru saya tidak berfungsi dengan baik," kata Zhang.

2 dari 5 halaman

Kepala Merekam Percakapan

Zhang mengingat dengan jelas momen saat mengalami kesulitan bernapas yang luar biasa. Dia bahkan sempat berpikir hidupnya sedang sekarat.

" Saya bahkan berpikir `Apakah saya sekarat`," ujar dia.

" Pada waktu itu, saya tidak bisa bergerak, tetapi pikiran saya bekerja. Saya mendengar percakapan mereka (tim medis) dengan jelas," kata dia.

Seorang dokter perempuan terus memegangi kepalanya dan mengatakan agar tidak khawatir. " Jangan khawatir kami akan memasukkan selang untuk membantumu berpanas," katanya.

Suami Zhang tidak terinfeksi virus. Sementara itu putranya, dinyatakan positif dan terus menjalani pengobatan di NCID. Kondisi sang putra terus membaik dan tidak ditemukan simptom di tubuhnya.

3 dari 5 halaman

Pesan untuk Pasien yang Masih Terpapar

Zhang mengatakan, rasa terima kasihnya kepada staf medis di NCID yang memperlakukannya " seperti keluarga" dan " terus membesarkan hatinya setiap hari" .

Sekarang setelah dia dinyatakan sembuh, Zhang berencana untuk kembali ke kehidupannya sehari-hari.

" Aku hanya ingin kembali ke kehidupanku yang biasa, pergi berolahraga bersama teman-temanku, lalu pemasaran, dan minum kopi. Kemudian di malam hari, menyiapkan makan malam untuk suamiku dan anak-anak. Aku pikir itu akan baik," ujar dia.

Kepada pasien lain yang masih menjalani perawatan, dia berkata, " Kita harus melewati. Kita punya keluarga dan teman. Penyakit ini tidak berarti kematian yang tak terhindarkan.

" Saya memiliki kepercayaan pada tim medis kami dan keterampilan mereka. Saya percaya mereka akan bisa menyelamatkan kami," kata dia.

4 dari 5 halaman

Ahli WHO: Virus Corona Bisa Infeksi Dua Pertiga Populasi Dunia

Dream - Di tengah kabar jumlah kasus virus korona yang melonjak secara drastis di China, seorang ilmuwan penyakit menular memperingatkan kemungkinan yang lebih buruk lagi.

Menurut Profesor Ira Longini, penasihat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengamati penularan virus di China, jumlah korban yang terjangkit bisa mencapai dua pertiga populasi dunia.

Profesor Longini memperkirakan bahwa pada akhirnya akan ada miliaran infeksi virus corona dari hitungan resmi saat ini yang mencapai sekitar 60.000 kasus.

Jika virus benar-benar menyebar dalam tingkat seperti yang diperkirakan, maka itu menunjukkan kegagalan Pemerintah China dalam melakuan isolasi ketat di negaranya, termasuk terhadap wilayah karantina yang dihuni oleh puluhan juta orang.

Pemodelan yang dibuat Profesor Longini didasarkan pada data yang menunjukkan bahwa setiap orang yang terinfeksi biasanya menularkan penyakit kepada dua hingga tiga orang lainnya.

Lambatnya pendeteksian virus dan relatif samarnya infeksi virus pada sebagian orang juga membuat sulit untuk melacak penyebarannya.

5 dari 5 halaman

Bahkan jika ada cara untuk mengurangi penularan hingga setengahnya, tetap saja sekitar sepertiga dari dunia akan terinfeksi.

" Mengisolasi kasus dan mengkarantina orang yang telah melakukan kontak dengan pasien virus Covid-2019 tidak akan menghentikan virus ini," kata Prof Longini.

Bukan hanya Prof Longini saja yang memperingatkan kemungkinan penyebaran yang jauh lebih besar dari virus Covid-2019 ini.

Prof Neil Ferguson, seorang peneliti di Imperial College London, memperkirakan bahwa sebanyak 50.000 orang dapat terinfeksi setiap hari di China.

Profesor Gabriel Leung, seorang profesor kesehatan masyarakat di Universitas Hong Kong, juga mengatakan hampir dua pertiga dari dunia dapat tertular virus jika dibiarkan tidak terkendali.

Perkiraan penyebaran bisa terungkap seiring dengan perkembangan epidemi, kata Prof Alessandro Vespignani, seorang ahli biostatistik di Northeastern University di Boston.

" Beberapa minggu ke depan mungkin memberikan lebih banyak informasi tentang seberapa mudah penyakit ini menyebar ke luar China, terutama jika lebih banyak tindakan dilakukan untuk mengendalikannya," kata Prof Alessandro.

Sumber: The Straits Times

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam