Tips Mencegah Kenaikan Berat Badan Akibat Konsumsi Mie Instan

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 9 November 2021 11:12
Tips Mencegah Kenaikan Berat Badan Akibat Konsumsi Mie Instan
Lakukan ini sebelum kalori mie instan jadi lemak dan menambah berat badan.

Dream - Mie instan merupakan makanan favorit semua orang. Apalagi, mie instan sangat mudah dibuat dan rasanya pun lezat. Sayangnya, mie instan memiliki kalori tinggi dan kurang baik bagi kesehatan tubuh.

Terutama, jika kamu mengonsumsi mie instan yang diolah dengan cara lebih sehat dalam jumlah cukup banyak. Mengonsumsinya di malam hari juga bisa meningkatkan dampak buruk konsumsi mie instan bagi tubuh.

Kalori mie instan sendiri berbeda-beda setiap merek dan rasa. Namun, rata-rata mie instan yang mengandung mie, minyak, bumbu, saus, dan kecap memiliki 370 kalori.

Untuk bisa mencegah kenaikan berat badan akibat mengonsumsi mie instan, kamu harus segera berolahraga setelahnya. Menurut unggahan Spesialis Penyakit Dalam, Decsa Medika, seseorang bisa membakar 370 kalori dengan berjalan santai selama 1,5 jam atau lari selama 1 jam.

Jika ingin bersepeda, kamu bisa membakarnya dengan melakukannya selama 1 jam. Jangan sampai kalori tersebut menumpuk menjadi lemak dan menambah berat badanmu. Apalagi, jika kamu mengonsumsi lebih dari sebungkus mie instan dalam seminggu atau bahkan sehari.

Laporan: Syifa Putri Naomi

1 dari 4 halaman

Bahaya 'Hidden Sugar', Selalu Tengok Info Gizi dalam Kemasan

Dream - Makanan dalam kemasan selalu memiliki detail informasi gizi. Mulai dari kandungan gula, garam, penyedap hingga zat lain yang terkandung di dalamnya. Penting bagi Sahabat Dream untuk membaca informasi gizi tersebut.

Seringkali tanpa sadar kita mengonsumsi makanan atau minuman dalam kemasan yang tinggi gula. Hal ini tentu bisa berdapak buruk pada level gula dalam darah. Bayangkan hal ini terjadi selama bertahun-tahun, efek yang paling buruk adalah bisa memicu obesitas dan diabetes.

Lakukan Deteksi Dini, Bisa Jadi Kunci Kesembuhan Kanker

Sayangnya, masyarakat masih cenderung mengonsumsi gula dalam jumlah yang tinggi, baik dari penambahan gula saat memasak, makan, dan minum maupun melalui konsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula.

" Masyarakat perlu lebih jeli dalam memperhatikan label kemasan guna mengetahui kandungan gula tersembunyi (hidden sugar) di makanan minuman. Hal ini penting agar kita dapat lebih sadar akan jumlah gula yang dikonsumsi setiap harinya,” kata dr. Marya Haryono, MGizi, SpGK, FINEM, Dokter Spesialis Gizi Klinis, dalam acara Beat Obesity yang digelar Nutrifood secara online, 4 November 2021.

Ia menambahkan, masyarakat juga harus secara rutin melakukan pengukuran berat badan untuk mengetahui apakah berat badan mereka termasuk kategori normal atau overweight dan bahkan obesitas.

2 dari 4 halaman

Cara pengukurannya dengan metode perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu jumlah berat badan (dalam kilogram) dibagi tinggi badan (dalam meter) kuadrat. Berdasarkan World Health Organization, untuk orang Asia, apabila hasil BMI-nya di bawah 18,5 maka tergolong kurus, sementara BMI 18,5-22,9 termasuk kategori normal.

Rumus Tepat Mengukur Berat Badan, Sudah Tahu?© MEN

Punya BPJS & Asuransi dari Kantor Perlukah Asuransi Tambahan? Pertimbangkan 4 Hal Ini

Masyarakat perlu lebih waspada apabila hasil BMI mencapai angka 23,0-24,9 karena sudah termasuk overweight, 25-29,9 termasuk kategori obesitas tingkat I, dan ≥30 dinyatakan obesitas tingkat II.

3 dari 4 halaman

Empat Hal yang Harus Diperhatikan dalam Info Gizi

Sahabat Dream juga harus selalu perhatikan empat informasi nilai gizi dalam label kemasan. Yaitu jumlah sajian per kemasan, energi total per sajian, zat gizi (seperti lemak, lemak jenuh, protein, garam/natrium, dan karbohidrat (termasuk gula)) dan persentase AKG (Angka Kecukupan Gizi) per sajian.

" Idealnya, dalam sehari, masyarakat dapat mengonsumsi tidak lebih dari, gula sebanyak 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan, garam sebanyak 5 gram atau setara dengan 1 sendok teh, dan lemak total sebanyak 67 gram atau 5 sendok makan,” ujar Yusra Egayanti, S.Si, Apt, MP, Koordinator Standardisasi Pangan Olahan Keperluan Gizi Khusus, Badan POM RI, dalam acara yang sama.

Penderita Autoimun Kulit Lebih Sering Kambuh Saat Pandemi

Susana, Head of Strategic Marketing Nutrifood, menyatakan nutrifood selama lebih dari 42 tahun berkomitmen untuk menginspirasi masyarakat Indonesia. Penting untuk implementasikan gaya hidup sehat, terlebih di masa pandemi saat ini.

4 dari 4 halaman

Berlangsung sejak Maret hingga September 2021 (6 bulan), program " Beat Obesity" ini diikuti oleh 132 karyawan yang ingin menurunkan berat badannya. Karena pandemi COVID-19, hampir seluruh program pendampingan diadakan secara virtual, yang terdiri dari medical check up, survei kebiasaan hidup sehat dan pembentukan support group. Termasuk berbagai aktivitas olahraga secara mandiri maupun kelas virtual, edukasi kesehatan, penyediaan makan siang khusus bagi karyawan yang berlokasi di pabrik, dan konsultasi kesehatan dengan dokter.

Setelah menjalani program selama 6 bulan, hampir 80 persen peserta program ini mengalami penurunan berat badan rata-rata 4,5 kg. Sebagian diantaranya bahkan mengalami penurunan lebih dari 10 kg berat badan.

Tak Perlu Panik Saat Kulit Bayi Mengelupas, Simak Alasannya

" Meskipun program ini masih belum sempurna, kami senang dapat memberikan manfaat untuk mendukung karyawan kami menjadi lebih sehat dan meningkatkan kualitas hidup mereka dan keluarga,” ujar Susana. 

Laporan Syifa Putri Naomi

Beri Komentar