Tips Turunkan Berat Badan Saat Puasa

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 2 Juli 2014 14:24
Tips Turunkan Berat Badan Saat Puasa
Jika ingin menjadikan Ramadan sebagai bulan untuk menurunkan berat badan, Anda hanya perlu mengikuti enam tips berikut ini.

Dream - Ramadan bisa jadi menjadi kesempatan untuk menikmati makanan favorit. Terutama saat berbuka puasa. Di sisi lain, Ramadan juga merupakan saat yang tepat memulai hidup sehat.

Namun jika ingin menjadikan Ramadan sebagai bulan untuk menurunkan berat badan, Anda hanya perlu mengikuti enam tips berikut:

Pentingnya hidrasi

Menjaga tubuh tetap hidrasi memang agak susah di saat berpuasa. Namun hidrasi adalah kunci untuk menurunkan berat badan. Minum air yang cukup tidak hanya akan menjauhkan Anda dari kekurangan cairan di saat berpuasa, tetapi juga akan mengontrol keinginan terhadap gula berlebihan saat berbuka puasa.

Berapa banyak air yang dibutuhkan untuk menjaga tubuh agar tetap hidrasi? Sebaiknya dua liter atau delapan gelas sehari yang terbagi ke dalam bagian seperti di bawah ini:

Dua gelas waktu berbuka puasa. Empat gelas di antara buka puasa dan sahur (tidak lebih dari satu gelas per jamnya) dan dua gelas waktu sahur.

Sebaiknya menghindari minuman berkafein seperti kopi atau teh hitam, juga minuman diuretik seperti minuman bersoda. Minuman berkafein dan diuretik akan membuat Anda sering kencing sehingga cairan akan banyak terbuang selama menjalankan puasa di siang harinya. Sebaliknya, teh herbal merupakan alternatif yang bagus dan dapat membantu pencernaan Anda.

Berbuka dengan makanan ringan dan berimbang

Selama puasa Ramadan, metabolisme tubuh melambat sehingga kebutuhan energi menurun. Ingat, buka puasa bukan ajang balas dendam setelah hampir seharian tidak makan dan minum. Untuk mengembalikan energi yang hilang, Anda bisa berbuka puasa dengan kurma. Buah dari Timur Tengah ini merupakan buah yang mengandung banyak gula yang dibutuhkan tubuh setelah berpuasa.

Cukup makan satu atau dua biji kurma sebagai pembuka, karena buah ini memiliki kadar gula tinggi. Kemudian, makan satu porsi kecil seperti sayur atau sup lentil (miju-miju), tapi hindari sup berkrim. Lewati semua makanan pembuka berkarbohidrat tinggi.

Setelah selesai dengan makanan pembuka, beristirahatlah sejenak dari kegiatan makan. Anda tentu tidak ingin membanjiri sistem pencernaan Anda dengan makanan utama.

Anda bisa melakukan salat Maghrib dahulu. Setelah itu, baru Anda bisa makan makanan utama. Meski begitu, Anda harus tetap memilih makanan utama dengan bijak. Hindari makanan yang digoreng dan pastikan karbohidrat dan protein sudah terpenuhi. Dan yang terpenting, jaga porsi Anda.

Jangan melewatkan sahur

Seperti yang dikatakan Nabi Muhammad, bahwa ada berkah dalam makan sahur. Melewatkan sahur akan membuat Anda lebih lapar di siang harinya dan akhirnya Anda akan ‘balas dendam’ saat berbuka puasa. Ini tentu tidak baik bagi kesehatan pencernaan Anda.

Menu sahur sebaiknya tidak mengandung penyedap rasa. Gunakan bumbu alami seperti garam agar terhindar dari rasa haus berlebihan di siang harinya.

Menu sahur juga harus mengandung komposisi karbohidrat yang kompleks seperti roti gandum dan sumber protein yang baik seperti keju atau telur. Kombinasi ini akan memastikan tingkat glukosa dalam darah Anda stabil sehingga Anda tidak merasa terlalu lapar siang harinya.

Tetap aktif

Berpuasa bukan berarti kita bermalas-malasan dan tiduran sepanjang hari. Anda harus mempertahankan tingkat aktivitas sehari-hari seperti biasanya hingga batas kemampuan Anda. Yang penting berusaha menghindari terik matahari di siang hari.

Ingat, tubuh akan memproduksi lebih banyak lemak di saat perut kosong. Setelah berbuka puasa, sisihkan waktu sekitar 30 menit untuk olahraga berat setiap hari. Anda bisa melakukan senam aerobik atau sit-up di rumah.

Hindari gula rafinasi (buatan)

Kandungan gula yang dikonsumsi selama Ramadan dalam bentuk minuman dan penganan manis menjadi sumber kegemukan seseorang.

Untuk itu, hindari makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan atau gula rafinasi. Gula sebenarnya sudah ada dalam buah-buahan, sayuran, molase dan madu, jadi sebaiknya mengkonsumsi gula dari bahan-bahan tersebut.

(Ism, Sumber: Alarabiya)

Beri Komentar