Inovasi Terbaru Pengobatan Kanker Payudara HER2-Positif

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Kamis, 29 Agustus 2019 08:48
Inovasi Terbaru Pengobatan Kanker Payudara HER2-Positif
HER2-positif ini jenis kanker payudara paling agresif dan banyak ditemukan pada wanita usia produktif.

Dream - Kanker payudara merupakan jenis kanker penyebab kematian perempuan tertinggi di Indonesia. Sebanyak 58.256 perempuan didiagnosa kanker payudara dan 22.692 meninggal karenanya di 2018.

Kanker payudara membebani perempuan dari segi ekonomis, psikologis maupun psikososial. Terutama bagi pasien kanker payudara jenis HER2-positif.

Sel kanker HER2-positif memiliki sekitar 2 juta protein di permukaannya atau 100 kali lipat dibandingkan sel normal. Ekspresi yang berlebihan ini menyebabkan sel tumbuh sangat cepat dan tidak terkontrol.

Kanker payudara© Annisa Mutiara Asharini/Dream

" HER2-positif ini jenis kanker payudara paling agresif dan banyak ditemukan pada wanita usia produktif. Sebanyak 22 persen pasien kanker payudara di Indonesia merupakan jenis HER2-positif," kata Andhika Rachman, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik di Jakarta, Rabu 28 Agustus 2019.

1 dari 5 halaman

Pengobatan HER2-Positif

Apabila pasien HER2-positif terdiagnosa pada stadium awal, metode pengobatan lini pertama dilakukan secara kuratif untuk menurunkan risiko kekambuhan dan kematian. Pengobatan dilakukan dengan berbagai metode terapi dan obat-obatan seperti trastuzumab.

Kanker payudara© shutterstock.com

Namun jika terjadi perburukan dan terpaksa dilanjutkan dengan pengobatan lini kedua. Tujuannya untuk memperpanjang harapan hidup sebisa mungkin.

Belakangan ini obat trastuzumab banyak digunakan pada terapi kanker payudara. Inovasi terbaru mulai dimunculkan guna memberi khasiat lebih besar dengan efek samping yang diminimalisir.

2 dari 5 halaman

Lebih Efektif dari Trastuzumab Reguler

Roche mengeluarkan trastuzumab emtansine, pengobatan inovatif terbaru untuk HER2-positif stadium lanjut atau metastatik yang telah menjalani pengobatan sebelumnya dengan trastuzumab dan kemoterapi menggunakan taxan.

" Obat ini dirancang untuk menargetkan protein HER2 secara spesifik dan menghancurkan sel kanker dari dalam sel kanker itu sendiri. Hal ini akan mengurangi kerusakan pada jaringan sel normal lainnya sehingga mengurangi efek samping akibat komponen kemoterapi," paparnya.

Kanker payudara© shutterstock.com

Trastuzumab emtansine memberikan rata-rata survival hingga 30,9 bulan dan menunda pemburukan penyakit hingga 9,6 bulan. Kejadian efek samping juga lebih sedikit dibandingkan pengobatan standar memakai lapatinib dan capecitabine.

3 dari 5 halaman

Ditanggung BPJS?

" Trastuzumab emtansine telah masuk dalam skema pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional di 41 negara sejak 6 tahun yang Ialu, dimana hal ini memberikan kesempatan yang berharga," ujar Cosphiadi Irawan, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik.

Obat tersebut kini terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia dan telah disetujui penggunaannya. Meski begitu, tidak semua biaya ditanggung oleh jaminan kesehatan Nasional seperti BPJS.

Pengobatan dibatasi hingga 8 kali atau maksimal Rp80 juta total keseluruhan perawatan. Jika lebih, maka pasien harus menanggung secara perorangan. (mut)

4 dari 5 halaman

Pentingnya Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini

Dream - Salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh wanita adalah kanker payudara. Selain karena rasa sakit dan bahaya kematian, kanker payudara beresiko menghilangkan atau mengubah bentuk payudara itu sendiri.

" Berdasarkan data statistik yang kami punya, usia anggota kami semakin muda dalam beberapa tahun terakhir, hal ini menandakan kanker payudara bukan lagi penyakit untuk perempuan usia matang," ujar Madelina Mutia, Founder Lovepink, di acara AIA Centennial Ambassador, Senayan, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu. 

Lovepink© Foto: Alfi Salima Puteri

5 dari 5 halaman

SADARI

Biasanya pasien kanker payudara yang datang ke dokter sudah berada pada stadium lanjut. Kurangnya pemahaman masyarakat menjadi salah satu penyebab masalah tersebut.

Hal utama yang dapat wanita lakukan untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini yakni dengan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari). Waktu yang tepat untuk memeriksa yaitu tujuh hari terhitung dari hari menstruasi pertama.

Ukuran Payudara Sangat Berpengaruh Aktivitas Fisik Wanita© MEN


Untuk perempuan yang berusia diatas 40 atau sudah menopause dapat menggunakan alat mamografi. Dengan alat tersebut akan terlihat apakah ada sel-sel ganas di payudara, meskipun belum berbentuk benjolan.

Masih banyak orang yang tidak tahu dan bahkan sudah tahu namuntidak melakukannya. Oleh karena itu, deteksi kanker payudara sejak dini tidak boleh diremehkan.

“ Visi dari Lovepink sendiri ingin membantu pemerintah dalam menekan angka pasien kanker payudara stadium lanjut,” tutup Madelina.

(ism, Laporan : Alfi Salima Puteri)

 

Beri Komentar