Turunkan Risiko Penyakit Melalui Vaksinasi Sejak Dini

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 25 Oktober 2020 17:55
Turunkan Risiko Penyakit Melalui Vaksinasi Sejak Dini
Vaksinasi sejak dini terbukti efektif menekan penyakit.

Dream - Vaksin diciptakan sejak pertama kali memiliki tujuan utama yaitu untuk menyelamatkan manusia dari penyakit menular. Sejauh ini, vaksin yang beredar untuk berbagai jenis penyakit telah terbukti bermanfaat melindungi manusia dari bahaya penyakit.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan antara 2 hingga 3 juta jiwa di dunia terselamatkan oleh vaksin setiap tahunnya. Sehingga, keberadaan vaksin sangatlah dibutuhkan.

Aktivis Yayasan Orangtua Peduli, Endah Citraresmi, mengatakan vaksin dibuat dari virus atau bakteri yang sudah dilemahkan. Tujuannya untuk membentuk kekebalan pada tubuh manusia terhadap penyakit tertentu.

" Pada saat kita diberikan vaksin, maka tubuh kita akan membentuk antibodi untuk memproteksi kita. Jadi kita akan kebal terhadap infeksi di kemudian hari dan tidak ada periode sakitnya," ujar Endah dalam diskusi virtual yang disiarkan Channel YouTube Lawan Covid19 ID.

Dengan begitu, ketika penyakit menyerang maka tubuh sudah dalam keadaan siap. Sehingga, manusia tidak akan mengalami sakit.

 

1 dari 5 halaman

Efektif Diberikan Sejak Dini

Menurut Endah, vaksin yang diberikan sejak dini telah terbukti menurunkan angka kematian akibat sejumlah penyakit berisiko tinggi. Laporan campak 2019 mencatat kasus campak menurun hingga 99 persen dibandingkan awal abad 20 karena vaksin.

Hal yang sama terjadi pada pertusis dan penyakit lainnya. Endang menjabarkan kasus pertusis turun lebih dari 92 persen, gondingan 98 persen, rubella lebih dari 99 persen, difteri 99 persen, polio hampir 100 persen, dan cacar (smallpox) sudah tidak lagi ditemukan.

Data tersebut menunjukkan vaksinasi terbukti efektif menekan penyakit menular. Terutama jika diberikan sejak dini. 

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Deretan Dukungan Kemenparekraf Pulihkan Pariwisata di Tengah Pandemi Covid-19

Dream - Sebagai sektor yang termasuk lima besar penopang perekonomian nasional, pariwisata sangat terpuruk akibat pandemi Covid-19. Banyak pelaku industri pariwisata terpaksa berhenti beroperasi lantaran tak ada wisatawan.

Hal ini mendapat perhatian serius dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kemenparekraf pun menyiapkan sejumlah dukungan agar sektor pariwisata kembali pulih.

" Pemerintah juga akan terus mengeluarkan kebijakan untuk membantu sektor pariwisata agar dapat bangkit kembali," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio.

Dukungan tersebut diwujudkan dalam sejumlah bantuan. Bantuan ini diadakan melalui kerja sama dengan sejumlah kementerian dan lembaga lain.

 

 

3 dari 5 halaman

Daftar Bantuan Kemenparekraf

Program bantuan tersebut yaitu restrukturisasi kewajiban perbankan/non perbankan, program penjaminan kredit UKM dan Koperasi, program penempatan uang negara pada Bank Himbara dan Bank BPD.

Tak hanya itu, ada relaksasi pajak untuk wajib pajak terdampak pandemi Covid-19, subsidi pembebasan biaya tetap listrik, pinjaman daerah melalui PT Sarana Multi Infrastruktur, BLT pekerja formal melalui BPJS dan juga BLT Usaha Mikro dan Kecil.

Masih ada lagi, yaitu Dana Hibah Pariwisata. Program dengan alokasi anggaran mencapai Rp3,3 triliun ini diimplementasikan untuk menjaga keberlangsungan ekonomi khususnya pada sektor pariwisata.

" Dengan adanya Hibah Pariwisata 2020 ini, diharapkan dapat membantu peningkatan pelaksanaan protokol kesehatan di destinasi sehingga tercipta rasa aman dan nyaman bagi wisatawan sekaligus membantu industri pariwisata agar dapat bertahan," ucap Wishnutama.

Sedangkan secara kumulatif, distribusi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) per 19 Oktober 2020 sudah mencapai Rp344,43 triliun atau hampir separuh dari total anggaran sebesar Rp695,2 triliun. Hingga akhir tahun, ditargetkan penyerapan anggaran dapat bertambah minimal Rp100 triliun, dikutip dari Covid19.go.id

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

5 Cara Efektif Pondok Pesantren Bisa Cegah Covid-19

Dream - Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane mengklaim pesantren sebagai lokasi efektif untuk penanganan pencegahan Covid-19.

Santri dan pesantren dapat menjadi institusi pembangunan kesehatan karena kedekatannya dengan lingkungan sekitar.

Namun diakui Masdalina. penerapan protokol kesehatan di dalam pesantren memang tak bisa sepenuhnya berjalan mulus. Salah satu alasannya adalah kultur Indonesia yang terbiasa berkumpul, guyub, dan berpelukan.

" Sementara selama tujuh bulan ini kita harus jaga jarak, tak boleh bersalaman, hanya menangkupkan tangan saja," kata Masdalina dalam peringatan Hari Santri Nasional di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB, Kamis lalu dilansir dari Covid.go.id.

Adapun hal-hal yang bisa diterapkan untuk mewujudkan pesantren sebagai institusi pembangunan kesehatan adalah sebagai berikut.

5 dari 5 halaman

Namun diakui Masdalina, jika sebuah pesantren bisa menjadi institusi pembangunan kesehatan manfaatnya bagi masyarakat akan semakin terasa dan lebih efektif.

Di antara beberapa langkah yang bisa dilakukan pengelola pesantren adalah menerapkan protokol kesehatan dengan tepat. Salah satunya bisa dilaksanakan dengan menerapkan lima langkah ini. 

1. Semua santri perlu dites bebas Covid-19 sebelum masuk wilayah pesantren.

2. Menjaga kebersihan lingkungan pesantren, seperti kamar tidur, peralatan makan serta peralatan beribadah yang tidak dipakai bergantian.

Dr Masdalina© BNPB Indonesia

 

 

3. Memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan menyuci tangan menggunakan sabun serta air mengalir.

4. Segera melapor ke pengelola pesantren ketika mrasa kurang enak badan agar dapat diatasi lebih cepat dan mudah.

5. Membatasi jumlah pengunjung untuk menekan intensitas pertemuan dengan orang luar dan meminimalisir penularan virus Covid-19. Jadwal kunjungan wali santri juga dibatasi dan dilarang bersentuhan.


(Sumber: Covid19.go.id)

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar