UEA Izinkan Vaksin Covid-19 Sinopharm untuk Anak 3 Tahun

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 4 Agustus 2021 19:47
UEA Izinkan Vaksin Covid-19 Sinopharm untuk Anak 3 Tahun
UEA pada bulan Juni lalu rupanya melakukan uji klinik vaksin Sinopharm 900 anak.

Dream - Vaksin Covid-19 untuk anak di bawah 12 tahun sedang sangat dinanti. Rupanya Uni Emirat Arab (UEA) melakukan terobosan dengan memberikan persetujuan vaksin Sinopharm untuk anak-anak berusia 3 tahun ke atas.

Vaksin buatan China itu diberikan izin penggunaan darurat. Hal ini diumumkan oleh UAE National Emergency Crisis and Disaster Management Authority di akun Twitter resminya, Senin 2 Agustus lalu.

“ [Kementerian Kesehatan dan Pencegahan] mengumumkan pemberian vaksin Sinopharm untuk kelompok usia 3 – 17 tahun. Keputusan itu muncul setelah uji klinis dan evaluasi ekstensif dan didasarkan pada otorisasi penggunaan darurat dan evaluasi lokal yang sejalan dengan peraturan yang disetujui,” tulisnya di Twitter.

UEA pada bulan Juni lalu rupanya melakukan uji klinik vaksin Sinopharm 900 anak di negaranya, termasuk anggota keluarga penguasa Abu Dhabi, untuk memantau respons kekebalan mereka terhadap vaksin.

“ Sebagai persiapan untuk memvaksinasi anak-anak dalam waktu dekat,” ungkap pernyataan kantor media Abu Dhabi.

 

1 dari 6 halaman

Hingga saat ini hasil uji klinik tersebut belum diumumkan secara detail. Sebagai informasi presentase vaksinasi Covid-19 di UEA sudah hampir 80 persen. Sekitar 10 juta orang telah menerima satu dosis pertama, sementara 70 persen sudah mendapat dosis penuh.

Vaksin Sinopharm Haram tapi Boleh Dipakai Karena Kedaruratan© MEN

Sebelumnya Sinopharm telah menyelesaikan uji klinisa tahap awal di antara lebih dari 60.000 orang berusia 3 hingga 17 tahun menggunakan vaksin yang sama yang diberikan kepada orang dewasa. Dosis, menurut pernyataan Sinopharm, dianggap aman dan para responden membentuk antibodi penetralisir spesifik tanpa perbedaan signifikan pada [tingkat yang diamati pada] orang dewasa.

“ Dalam beberapa bulan ke depan, kami akan menyerahkan sejumlah besar data penggunaan anak-anak kepada pihak berwenang [untuk persetujuan bersyarat],” kata Zhang Yuntao, Vice President of China National Biotec Group, produsen vaksin Sinopharm.

Sumber: SCMP.com

2 dari 6 halaman

Seberapa Penting Pemberian Vaksin Dosis Ketiga?

Dream - Beberapa waktu belakangan ini, tenaga kesehatan di Indonesia diprioritaskan untuk mendapat vaksin Covid-19 dosis ketiga. Pemberian vaksin booster dilakukan untuk memperkuat imunitas tubuh agar bisa melawan virus varian Delta, Alpha, maupun Delta Plus yang disebut-sebut lebih menular daripada lainnya.

Selain itu, pemberian vaksin dosis ketiga juga dapat mengurangi keparahan infeksi pada pasien Covid-19. Dilansir dari Klik Dokter, peneliti mengungkapkan bahwa dua dosis vaksin saja hanya bisa melindungi tubuh selama 7 bulan.

Ketahanan efek vaksin tersebut akan lebih singkat pada orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Penelitian juga membuktikan bahwa imunitas tubuh pada 95 persen orang yang telah dua kali divaksin menggunakan merek Pfizer-BioNTech atau Oxford-AstraZeneca lemah saat melawan virus varian Delta.

Sehingga, setiap orang membutuhkan vaksin booster untuk memperkuat pertahanan tubuh terhadap virus Corona. Apalagi, virus tersebut akan terus berevolusi dan bisa lebih berbahaya.

Pemberian vaksin dosis lanjutan ini disarankan untuk orangtua. Beberapa sumber pun menyarankan dosis ketiga untuk diberikan pada orangtua berusia di atas 80. (mut)

3 dari 6 halaman

Studi: Dosis Ketiga Vaksin Sinovac Tingkatkan Antibodi 10 Kali Lipat

Dream - Pemberian vaksin Covid-19 saat ini dilakukan dua kali. Melalui suntikan pertama dan kedua yang berjarak 14 hari. Bila sudah mendapatkan dua kali suntikan (dosis penuh/ full dose), baru vaksin bekerja efektif.

Rupanya Sinovac, produsen vaksin Covid-19 asal China melakukan penelitian lanjutan. Studi tersebut mengungkap, bila suntikan ketiga diberikan akan meningkatkan respons antibodi sepuluh kali lipat dalam seminggu. Hal tersebut menurut uji klinis fase kedua, tetapi adopsi dosis ketiga dalam skala besar masih membutuhkan lebih banyak penelitian.

Dua Mantan Menkes Positif Covid-19, Kini Dirawat di RS

Yin Weidong, kepala produsen vaksin China Sinovac, mengatakan kepada China Central Television pada Sabtu 5 Juni 2021 lalu, bahwa perusahaan baru-baru ini menyelesaikan uji klinis fase kedua.

" Menunjukkan bahwa ketika sukarelawan yang telah menerima dua dosis vaksin COVID-19 Sinovac dan menerima suntikan ketiga setelah tiga dan enam bulan, respons antibodi di dalam tubuhnya melonjak sepuluh kali lipat dalam seminggu dan dua puluh kali lipat dalam 15 hari," kata Weidong, dikutip dari Globaltimes.cn

Sinovac akan melakukan penelitian yang lebih menyeluruh dan lebih lama untuk menentukan waktu terbaik untuk memberikan dosis vaksin ketiga. Setelah menyelesaikan dua suntikan, tubuh sudah menghasilkan memori kekebalan.

" Adapun kapan suntikan ketiga akan dibutuhkan, tolong beri peneliti lebih banyak waktu untuk mempelajarinya," kata Weidong.

 

4 dari 6 halaman

Saat dikonfirmasi apakah Sinovac memiliki vaksin baru untuk melindungi dari varian Covid-19 yang bermutasi, juru bicara Sinovac Liu Peicheng dikutip oleh Chinanews.com pada mengatakan bahwa studi tentang imunogenisitas dari varian strain sedang dilakukan.

Liu mengatakan vaksin yang tidak aktif memiliki rute proses yang matang. Secara teori, mengubah regangan tidak mengharuskan rute tersebut diubah. Sinovac akan melakukan uji coba skala kecil untuk memastikan apakah rute proses yang ada dapat mencapai produksi vaksin yang efektif terhadap varian baru yang bermutasi.

Viral Video Pedagang Makanan Jualan di Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Rencana booster di masa depan juga jadi bahan diskusi. Otoritas kesehatan China mengatakan mereka akan menentukan kapan harus memberikan suntikan booster untuk COVID-19 berdasarkan analisis kelompok yang divaksinasi awal untuk memerangi ancaman strain mutan.

Data dari orang yang divaksinasi enam bulan lalu saat ini sedang dianalisis. Hasil awal menunjukkan bahwa tingkat antibodi untuk sekitar setengah dari orang yang telah divaksinasi masih baik.

" Dengan dukungan data ilmiah, kami akan menentukan kapan orang yang sudah lama divaksinasi harus diberikan suntikan booster," kata Shao Yiming, ahli imunologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China.

 

5 dari 6 halaman

Bali Menyongsong Status Herd Immunity, Tinggal 800 Ribu Vaksinasi Lagi!

Dream - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Sonny Harmadi, menyatakan Bali kini sedang bersiap mencapai status herd immunity atau kekebalan komunal. Status itu dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat yang sangat tinggi dalam mengikuti vaksinasi Covid-19.

" Kita punya target minial 3 juta orang Bali divaksin untuk mencapai target kekebalan kelompok 70 persen dari populasi," ujar Sonny Sosialisasi Bali Bangkit, disiarkan kanal YouTube Direktorat Promkes dan PM Kemenkes RI.

Kabar Melegakan Temuan Terbaru Dugaan Varian Delta Plus di Indonesia

Sonny menyatakan Bali termasuk provinsi dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi dalam vaksinasi. Bahkan yang tertinggi di antara daerah lain di Indonesia.

Hingga saat ini, sebanyak 1,5 juta orang di Bali telah menerima dosis vaksin pertama. Sedangkan jumlah penerima dosis vaksin kedua sebanyak 676 ribu orang.

Jika digabungkan, maka sudah ada 2,2 juta warga Bali yang menerima vaksinasi. Untuk mencapai herd immunity, Bali masih membutuhkan 800 ribu orang lagi yang mengikuti vaksinasi.

" Sebentar lagi bisa mencapai kekebalan kelompok mendukung Bali untuk bangkit," kata dia.

6 dari 6 halaman

Kepatuhan Prokes di Bali Cukup Tinggi

Ditambah, tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan di Bali juga cukup tinggi. Sonny mengatakan seluruh kabupaten di Bali memiliki tingkat kepatuhan memakai masker mencapai 93 persen.

Hanya ada dua kabupaten yang memiliki tingkat kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak di bawah rata-rata. Dua kabupaten tersebut yaitu Klungkung dan Gianyar.

Anak dan Dokter Keluarga Akidi Tio Tak Ditahan, Bagaimana Nasib Sumbangan Rp2 T?

" Namun, kami sangat mengapresiasi kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang kami amati setiap hari di dashboard monitoring perubahan perilaku untuk Bali sangat baik," kata dia.

Beri Komentar