Vaksin Astrazeneca Segera Didistribusikan, Ini Efek Sampingnya

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 9 Maret 2021 16:11
Vaksin Astrazeneca Segera Didistribusikan, Ini Efek Sampingnya
Tak jauh berbeda dengan efek dari vaksin Sinovac.

Dream - Program vaksinasi di Indonesia akan menggunakan vaksin Covid-19 dari merek lain, bukan hanya Sinovac tapi juga Astrazeneca. Pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hari ini, 9 Maret 2021 baru mengumumkan penerbitan izin darurat untuk Astrazeneca.

Kepala BPOM, Penny Lukito mengatakan khasiat mutu vaksin ini hampir sama dengan vaksin Sinovac. Pada tahap vaksinasi massal untuk kelompok prioritas termin pertama, pemerintah menggunakan vaksin Sinovac.

" Kategori-kategorinya juga harus sama dengan vaksin Sinovac, penyimpanannya juga sama, cocok dengan negara yang biasa kita lakukan vaksinasi pada umumnya, yaitu 2-8 derajat celcius," ucap Penny dalam konferensi pers, Selasa 9 Maret 2021.

Penny tidak menampik ada efek samping dalam vaksin Astrazeneca. Antara lain rasa nyeri lokal, gatal, kemerahan, hingga efek samping sedang mual dan muntah. Namun demikian, efek samping itu menimbulkan antibodi dalam tubuh manusia.

Efek yang timbul setelah vaksin tersebut sebenarnya tak jauh berbeda dengan efek vaksin Sinovac. Berdasarkan data khasiat dan mutu yang diterima BPOM, pembentukan antibodi terhadap dewasa usia 18-60 tahun peningkatan antibodi sebanyak 32 kali. Sedangkan lansia di atas 65 tahun 21 kali.

Indonesia diketahui telah menerima sekitar 1,1 juta lebih vaksin virus Corona atau Covid-19 AstraZeneca sesi pertama melalui jalur multilateral. Vaksin tersebut tiba melalui Bandara Soekarno Hatta hari ini, Senin 8 Maret 2021 kemarin.


(Sah, Laporan Yunita Amalia, Sumber: Instagram @bpom_ri

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 4 halaman

Vaksin AstraZeneca Dapat Izin BPOM

Dream - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat (EUA) terhadap vaksin Covid-19 AstraZeneca. Izin ini terbit meski tanpa didahului uji klinis di dalam negeri.

Kepala BPOM, Penny Lukito, menjelaskan penerbitan izin darurat bisa dilakukan tanpa uji klinis. Selama data khasiat dan mutu vaksin tersedia, izin bisa diberikan.

" Tentunya tidak harus semua Emergency Use Authorization (EUA) harus melakukan uji klinis di Indonesia. Yang penting ada data mutu, khasiat, dan keamanan didapat dari uji klinis," ujar Penny, dalam konferensi pers disiarkan Badan POM RI.

Penny mengatakan vaksin Covid-19 AstraZeneca telah digunakan di sejumlah negara seperti kawasan Eropa, Mesir, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, serta Malaysia. Dia menyatakan EUA vaksin ini mengantongi UEA dari Eropa sesuai lokasi produksinya.

" Tentunya karena ini diproduksi di Eropa maka sudah dapat Emergency Use Authorization di Eropa, UK, dan beberapa negara Islam seperti Saudi sudah diberikan, Malaysia, Kuwait, Bahrain, Mesir dan kita tanggal 22 Februari sudah terbitkan EUA," kata dia.

 

 

2 dari 4 halaman

Sudah Digunakan di Sejumlah Negara

Selain itu, vaksin tersebut juga sudah digunakan untuk vaksinasi di sejumlah negara. Termasuk vaksinasi untuk kelompok lanjut usia dan terbukti aman.

" Berdasarkan hasil evaluasi tersebut dan pertimbangan manfaat dan risikonya, maka BPOM menerbitkan persetujuan Emergency Use Authorization pada tanggal 22 Februari yang lalu," terang Penny.

Terkait efek samping vaksin ini, Penny mengatakan dari data yang diterima BPOM tergolong ringan hingga sedang. Efek ringan yang muncul di antaranya nyeri pada titik suntikan, gatal, serta pembengkakan.

Sedangkan efek tergolong sedang seperti kelelahan, mual, sakit kepala, nyeri otot, demam, dan muntah. Sementara hasil evaluasi menunjukkan vaksin AstraZeneca bisa memicu pembentukan antibodi cukup baik.

" Pembentukan antibodi terhadap dewasa usia 18-60 tahun peningkatan antibodi sebanyak 32 kali sedangkan lansia di atas 65 tahun 21 kali," kata dia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 4 halaman

1,1 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Sudah Tiba di Indonesia

Dream - Setelah CoronaVac dari Sinovac Lab Inc, Indonesia kedatangan lagi 1,1 juta dosis vaksin dari perusahaan Eropa, AstraZeneca. Vaksin ini diadakan melalui skema multilateral lewat Gavy Covax Facility.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menyatakan kedatangan vaksin AstraZeneca menunjukkan upaya Pemerintah untuk mendukung prinsip kesetaraan akses vaksin membuahkan hasil. Dia sudah menyampaikan Expression of Interest Pemerintah Indonesia, yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan, kepada Gavy Covax Facility.

" Sejak saat itu, proses untuk mendapatkan akses vaksin dari jalur multilateral terus bergulir," ujar Retno, disiarkan channel YouTube Sekretariat Presiden.

Selain mengamankan kebutuhan dalam negeri, lanjut Retno, Indonesia terus mendukung prinsip kesetaraan akses terhadap vaksin bagi semua negara. Dia menegaskan prinsip tersebut harus terus disuarakan dan dijalankan.

" Prinsip ini terus kita dukung antara lain melalui posisi saya sebagai salah satu co-chair dari Covax AMC engagement group," kata Retno.

4 dari 4 halaman

Indonesia Dapat Jatah 11.704.800 Dosis Vaksin

Lewat forum yang mempertemukan banyak pihak, Retno menyatakan Indonesia mendapatkan kepastian pengiriman pertama vaksin jalur multilateral pada Februari 2021. Vaksin tersebut tiba di Indonesia pada Senin, 8 Maret 2021.

" Indonesia menerima pengiriman pertama vaksin AstraZeneca sebesar 1.113.600 vaksin jadi dengan total berat 4,1 ton," kata dia.

Lebih lanjut, Retno menyatakan Indonesia mendapat jatah 11.704.800 vaksin dengan pengiriman bertahap hingga Mei 2021. Dia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas kerja sama yang telah terjalin.

" Pihak internasional, negara donor, Gavy, WHO, Unicef, dan lain-lain. Untuk itu kami sampaikan apresiasi tinggi atas semua kerja sama yang diberikan," ucap Retno.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar