Vaksin Covid-19 Disiapkan untuk Usia 18-59, Kapan untuk Anak?

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 21 Oktober 2020 07:02
Vaksin Covid-19 Disiapkan untuk Usia 18-59, Kapan untuk Anak?
Nantinya vaksin yang sudah siap tak bisa langsung diberikan pada anak.

Dream - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Bio Farma kini tengah gencar menyiapkan vaksin Covid-19 agar bisa digunakan pada akhir tahun 2020. Rencananya, pada November 2020 vaksin Covid-19 dari tiga perusahaan farmasi di China sudah ada di Indonesia.

Bio Farma, juga sedang menyiapkan vaksin Merah Putih, yang merupakan vaksin Covid-19 dengan strain virus yang banyak diidap warga Indonesia. Bibit vaksin sedang disiapkan untuk nantinya diteliti dan diuji lebih lanjut.

Banyak yang penasaran, apakah vaksin Merah Putih nantinya lebih manjur? Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, dalam pemaparannya soal inovasi riset di Indonesia terkait Covid-19 melalui YouTube FMB9ID_IKP, hari ini 20 Oktober 2020 mengungkap kalau untuk menjawab pertanyan tersebut harus dilakukan uji klinis lebih dulu.

" Apakah lebih manjur? Baru ketahuan kalau sudah uji klinis. Vaksin Merah Putih ini ini menggunakan virus covid-19 yang bertransmisi di indonesia. Hal yang paling penting kita harus bisa menyediakan vaksin bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Bambang.

 

1 dari 5 halaman

Nantinya, bila riset dan uji klini sudah dilakukan dan vaksin diproduksi secara massal, maka akan diberikan pada mereka yang berusia 18 hingga 59 tahun. Vaksin Covid-19 yang ada dan dikembangkan saat ini bukan diperuntukkan bagi anak.

" Memang di tahap awal vaksin difokuskan untuk usia 18-59, itu standar di seluruh dunia. Untuk vaksin anak-anak, maupun lansia ditambah yang punya penyakit komorbid itu tergantung pada hasil uji klinis," ujar Bambang.

Pembuatan vaksin anak berbeda dengan vaksin orang dewasa. Dibutuhkan tahapan uji klinis lanjutan untuk membuat vaksin bagi anak.

" Intinya vaksinnya sama, tetapi mungkin harus diperhatikan apakah dosisnya, apakah ada treatment khusus. Semuanya nanti akan mendapatkan vaksin istilahnya tahapan awal, ketika masih uji coba atau uji klinis untuk kelompok usia 18 sampai 59 tahun, nantinya setelah diketahui kelebihan kekurangan baru kemudian disesuaikan dengan anak-anak, lansia dan yang memiliki penyakit bawaan," kata Bambang.

Sumber: FMB9ID_IKP


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Vaksinasi Covid-19 Hanya untuk Usia 18-59 Tahun

Dream - Pemerintah terus mengebut penyediaan vaksin Covid-19. Hingga akhir Desember 2020 diperkirakan bakal tersedia vaksin yang mencukupi untuk digunakan sekitar 9,1 juta penduduk Indonesia.

Memang tidak semua penduduk Indonesia bakal mendapatkan vaksin Covid-19. Penerima vaksin harus memenuhi kriteria tertentu. Salah satunya harus berusia 18 tahun hingga 59 tahun tanpa komorbid atau penyakit penyerta yang parah.

Vaksinasi Covid-19 Hanya Untuk Usia 18-59 Tahun© MEN

" Yang divaksin adalah kelompok usia dan syarat yang sudah digunakan dalam kaitan pelaksanaan uji klinis fase tiga," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, dalam virtual konferensi pers, Senin 19 Oktober 2020.

" Untuk produk Sinovac, Sinopharm, dan Cansino, vaksinasi hanya dilakukan untuk usia 18-59 tahun. Kelompok ini akan kita beri vaksin dan mereka tidak boleh memiliki komorbid berat," tambah dia.

3 dari 5 halaman

Tidak Ada Uji Klinis

Menurut Yuri, orang di luar usia tersebut tidak ada uji klinisnya, seperti pada rentang usia 0-18 tahun dan usia di atas 60 tahun. Sehingga, vaksinasi belum akan dilakukan pada kelompok usia di luar 18-59 tahun.

" Tapi tentu tidak akan kita abaikan. Tentunya, dengan berjalannya waktu kita akan melakukan penelitian dan akan dilakukan di seluruh dunia untuk rentan usia itu," tegasnya.

Yuri menambahkan, tidak seluruh orang usia 18-59 akan disuntik. Meski usia masuk dalam kriteria itu, apabila punya komorbid berat tidak akan divaksin karena tidak ada data uji klinisnya untuk dilakukan penyuntikan.

4 dari 5 halaman

Prioritas

Untuk penyuntikan vaksin, Yuri mengatakan bahwa tidak ada prioritas karena seluruh kalangan masyarakat penting untuk dijaga kesehatannya oleh negara.

" Yang ada hanya urutan. Saya lebih suka menggunakan urutan daripada prioritas. Semuanya penting, tetapi harus diurutkan siapa yang harus didahulukan," jelasnya.

Dari diskusi yang dilakukan berbagai pihak, termasuk WHO, para ahli, dan beberapa negara di dunia yang telah melakukan vaksinasi, kelompok yang akan didahulukan adalah para tenaga kesehatan.

5 dari 5 halaman

Kelompok Penerima Vaksin Pertama

Hal tersebut dilakukan karena mereka yang memiliki resiko tinggi tertular dan menjadi sakit akibat terpapar virus Covid-19.

Tenaga kesehatan, pertama untuk yang bertugas di RS Rujukan yang melayani pasien Covid-19. Ke dua, tenaga kesehatan di laboratorium rujukan tempat pemeriksaan spesimen Covid-19 karena berhadapan langsung dengan virusnya.

Kemudian tenaga kesehatan yang melakukan kontak tracing. Mereka dianggap menjadi kelompok yang sangat berisiko pada kemungkinan paparan dan menjadi sakit.

 Kelompok selanjutnya yakni para pegawai pelayanan publik yang melaksanakan tugas penegakan operasi yustisi protokol kesehatan.

“ Mereka memiliki risiko yang besar, dari Satpol PP, Polri, TNI yang bersama menegakkan operasi yustisi. Mereka jadi urutan yang di depan,” ungkapnya.

Kemudian pelayanan publik lain misalnya pegawai yang memberikan layanan terhadap pengguna jasa bandara, stasiun, dan pelabuhan.

Mereka kelompok yang di depan bersama profesi pekerjaan lain berisiko menghadapi kasus Covid-19.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar