Virus Corona Bisa Sebabkan Komplikasi Hingga Cuci Darah

Reporter : Cynthia Amanda Male
Rabu, 11 Maret 2020 19:48
Virus Corona Bisa Sebabkan Komplikasi Hingga Cuci Darah
Virus tersebut sangat berpotensi menyebabkan komplikasi dan menganggu kerja organ lain.

Dream - Sejumlah pasien yang terpapar virus corona (Covid-19) berhasil sembuh. Sayangnya, banyak juga berakhir dengan kehilangan nyawa. Sebagian besar pasien yang meninggal dunia diketahui sudah lanjut usia atau memiliki riwayat penyakit.

Pada kondisi tertentu, virus corona memang bisa memperburuk keadaan pasien hingga menyebabkan komplikasi. Pada tahapan yang parah, bahkan pasien diharuskan menjalani prosedur hemodialisa atau cuci darah.

" Covid-19 adalah semacam infeksi akibat virus. Ada potensi bisa mengganggu organ lain. Bisa gangguan ke ginjal atau liver di stadium lanjut. Infeksi bisa terjadi di organ mana pun," ujar dr. Aida Lydia Sp.PD, Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia dalam acara peringatan Hari Ginjal Sedunia di Manhattan Hotel, Jakarta Selatan, Rabu 11 Maret 2020.

Aida juga menekankan bahwa jenis kuman yang sistemik seperti Covid-19 memang bisa mengganggu fungsi organ, termasuk ginjal. 

" Banyak yang mengatakan sampai dialisis. Hubungan covid-19 dan ginjal lebih ke komplikasi," jelasnya.

Penting untuk menjaga virus tersebut agar tidak menyebabkan komplikasi. Terutama pada penderita penyakit serius dan manula.

1 dari 5 halaman

Dua Pasien Corona di Indonesia Sembuh, Siap Dipulangkan

Dream - Dua pasien virus Corona di Indonesia dinyatakan sembuh. Hasil dua kali pemeriksaan yang dilakukan menunjukkan mereka negatif Covid-19.

" Yang pertama bahwa pasien 06 dan 14 ini sudah dua kali diperiksa negatif," kata Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus orona, Achmad Yurianto, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 11 Maret 2020.

 © Dream

Menurut Yurianto, saat ini tim medis tengah mengedukasi kedua pasien untuk dipulangkan. " Artinya, sedang mengedukasi untuk persiapan pulang dengan menggunakan self isolated," tambah dia.

Walaupun negatif virus Corona, dua pasien tersebut akan diawasi secara intens. Mereka juga diwajibkan menggunakan masker dan tidak menggunakan alat makan dan minum bersama.

" Tetap menggunakan masker dan tidak menggunakan alat makan serta minum bersama dan tidak aktivitas bertemu," ujar dia.

Sebelumnya, pasien 06 yaitu anak buah kapal (ABK) Diamond Princess. Pasien 14 merupakan imported case. Mereka sudah menjalani isolasi dan pemeriksaan selama tujuh hari.

2 dari 5 halaman

Pasien Positif Corona di Indonesia yang Meninggal Juga Idap Penyakit Berat Ini

Dream - Pemerintah mengumumkan kematian pertama akibat virus corona di Indonesia terjadi pada pasien kasus 25. Pasien tersebut meninggal dini hari tadi.

" Tadi malam pukul 02.00 WIB lewat sedikit, pasien identitas nomor 25 meninggal dunia," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Virus Corona, Achmad Yurianto.

Pasien tersebut adalah wanita usia 53 tahun yang merupakan warga negara asing. Menurut Yurianto, pasien masuk rumah sakit sudah dalam keadaan sakit berat.

" Pasien ini masuk di RS sudah dalam keadaan sakit berat. Karena memang ada faktor penyakit mendahului. Di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita," kata dia.

Selanjutnya, Yurianto mengatakan penyebab pasien meninggal bukan murni karena infeksi virus corona. Tetapi, kondisi pasien menjadi semakin parah akibat terkena virus tersebut.

" Bukan Coronavirus penyebab utamanya tapi itu yang memperburuknya," ucap dia.

(Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)

3 dari 5 halaman

Satu Pasien Positif Corona di Indonesia Meninggal Dunia

Dream - Seorang pasien positif virus corona di Indonesia dilaporkan telah meninggal dunia. Juru bicara Pemerintah untuk Virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan pasien tersebut terdaftar sebagai pasien kasus 25. 

Selain positif virus Covid-19, Achmad mengatakan pasien tersebut juga mengidap sejumlah penyakit berat.  

" Pasien meninggal dunia," ujar Yurianto, Rabu 11 Maret 2020.

Yurianto menjelaskan penyebab meninggalnya pasien kasus 25 karena beberapa penyakit yang sudah diderita sebelumnya.

Dalam kondisi sakit tersebut, pasien itu terjangkit virus corona.

" Ada faktor penyakit yang mendahuluinya, di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid dan penyakit paru," kata dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

4 dari 5 halaman

Identitas Tersebar, Pasien Terinfeksi Corona Khawatir Tak Diterima Tetangga

Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, pasien kasus-01 merasa tertekan karena identitasnya tersebar. Pasien tersebut khawatir mendapat perlakukan berbeda dari tetangganya.

" Saya sampaikan bahwa memang agak tertekan dia karena publikasi yang masih menghantui. `Kalau nanti pulang jangan-jangan saya diterima oleh tetangga, lingkungna, sebagai apa`," kata Achmad, dilaporkan Merdeka.com, Selasa, 10 Maret 2020.

Achmad mengatakan, saat ini tim medis sedang berkomunikasi dan melakukan intervensi psikologis untuk kejiwaan pasien 01. Dia menambahkan, meski masih positif Covid-19, kondisi pasien kasus 01 dalam keadaan baik.

" Kondisi klinis sudah bagus. Yang kami tunggu kasus 1 yang sampai sekarang masih positif padahal masuk hari ke tujuha," kata dia.

Sementara pada pasien 02, kata Yuri, kondisinya juga mulai membaik dan tidak ada keluhan apapun. " Kasus 02 baik, kalau tidak baik saya akan sampaikan," ujar dia.

Sumber: 

5 dari 5 halaman

Alhamdulilah, Hasil Tes Pertama dari Dua Kasus Corona Dinyatakan Negatif

Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto menyatakan hasil tes pertama dua pasien positif corona telah dinyatakan negatif. Dua pasien tersebut yaitu pasien kasus 06 dan kasus 14.

" Bahwa kasus 06, ini sudah masuk hari kelima. Pemeriksaan sudah negatif. Artinya, kita masih menunggu pemeriksaan negatif kedua di dua hari yang akan datang," ucap Achmad, Selasa, 10 Maret 2020.

Pasien 06 ini merupakan anak buah kapal Diamond Princess.

" Ini imported case. Kita sudah mulai mengedukasi yang bersangkutan untuk melakukan self isolated. Dia menahan diri untuk tidak kontak dengan siapapun. Sementara waktu. Bukan artinya ndak boleh, boleh. Tetapi ditahan. Artinya dia harus pakai masker dan dia berusaha pada posisi setidaknya dua meteran," kata dia.

Tim kesehatan juga sudah mengajarkannya cara self monitoring. Artinya, dia sudah bisa perhatikan jika ada keluhan panas atau batuk.

" Dia harus melaporkan kepada petugas kesehatan. Kita akan berikan kontak petugas dan akan diawasi. Ini untuk yang kasus 06. Tetapi baru sekali negatif. Kita tunggu dua hari lagi, kalau dua hari lagi negatif maka yang bersangkutan tak perlu lagi dirawat. Mudah-mudahan ini bisa selesai," kata dia.

Beri Komentar