Virus Corona Juga Sebabkan SARS dan MERS, Ini Gejala Khasnya

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 23 Januari 2020 19:12
Virus Corona Juga Sebabkan SARS dan MERS, Ini Gejala Khasnya
Patut waspada jika muncul gejala ini setelah melakukan perjalanan ke China.

Dream -  Virus corona dari provinsi Wuhan, China membuat panik sejumlah negara termasuk Indonesia. Pada hari Kamis 23 Januari 2020, sempat beredar kabar kalau ada pegawai dari China yang datang ke Indonesia dan mengalami flu.

Ia dicurigai terkena virus corona. Untung saja hal tersebut tak terbukti. Setelah diperiksa intensif di rumah sakit, pegawai tersebut hanya menderita radang tenggorokan.

Perlu diketahui virus corona yang menyebar dari China dan mengakibatkan 17 orang tewas, merupakan virus corona jenis baru yaitu 2019-nCoV. Virus tersebut membuat kota Wuhan saat ini dikarantina agar virus tak menyebar.

Tak boleh ada warganya yang keluar. Akses masuk ke kawasan tersebut juga ditutup. Pasalnya sudah ada 300 orang yang diketahui tertular virus Corona.

 

1 dari 5 halaman

Gejala Khas Virus Corona

Bagi mereka yang baru saja melakukan perjalanan ke China atau negara yang diketahui sudah terpapar corona, harus sangat waspada. Virus corona ini menyebabkan gejala yang sangat mirip dengan flu ringan.

 Yuk Kenali Apa Itu Batuk Kering!Yuk Kenali Apa Itu Batuk Kering! © © MEN

Gejalanya, seperti dikutip dari WebMD, antara lain hidung berair, batuk, nyeri tenggorokan dan kadang disertai demam hingga 38 derajat celcius. Untuk mengetahui apakah seseorang terpapar virus 2019-nCoV atau bukan dibutuhkan pemeriksaan laboratorium. Bisa berupa pemeriksaan air liur dan darah.

 

2 dari 5 halaman

Corona Juga Sebabkan SARS dan MERS

Virus corona tersebut sebenarnya bisa dilawan dengan sistem imun alami tubuh, jika dalam kondisi baik. Hal yang membahayakan adalah jika virus tersebut menyebar ke saluran pernapasan bagian bawah yaitu tenggorokan dan paru-paru.

Dapat menyebabkan pneumonia, terutama pada orang lanjut usia, orang dengan penyakit jantung, atau orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Komplikasi parah juga bisa terjadi jika pengobatan terlambat, yaitu gagalnya fungsi ginjal.

 5 Sebab Demam Tinggi Menyerang5 Sebab Demam Tinggi Menyerang © © MEN

Sebelumnya virus corona juga membuat heboh pada 2012 lalu di Arab Saudi, yaitu menyebabkan Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Ini merupakan penyakit pernapasan akibat coronavirus jenis MERS-CoV yang pertama kali diidentifikasi di Arab Saudi.

Lalu pada 2002, di provinsi Guangdong, China muncul kasus penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang merupakan infeksi paru. Penyakit tersebut juga disebabkan oleh virus corona.

3 dari 5 halaman

Terpapar Virus 'Misterius' Corona, Seperti Apa Bahayanya?

Dream - Sebaran penyakit misterius di Wuhan, China membuat banyak negara waspada. Virus ini membuat penderitanya mengalami infeksi yang mirip pneumonia. Pada 16 Januari 2020 dilaporkan ada dua orang penduduk Wuhan meninggal karena virus tersebut.

 Terpapar Virus 'Misterius' Corona, Seperti Apa Bahayanya?Terpapar Virus 'Misterius' Corona, Seperti Apa Bahayanya? © © MEN

Sementara ada lima orang yang sampai memasuki tahap kritis. Awalnya, tim medis setempat tak mengetahui secara jelas pemicu utama penyakit yang menulari banyak orang tersebut.

Setelah diteliti ternyata penyakit pneumonia atau sesak napas disebabkan oleh virus corona. Virus ini dianggap berbahaya karena sudah menyebabkan kematian, menjangkiti banyak orang dan tersebar di Thailand dan Jepang.

Berbagai negara, termasuk Indonesia akhirnya mengeluarkan peringatan terkait penularan virus pada warganya yang melakukan perjalanan ke negara-negara yang diketahui terpapar virus corona. Virus tersebut dianggap berbahaya dan sangat menular.

 

4 dari 5 halaman

Apa Itu Virus Corona?

Dikutip dari KlikDokter, menurut dr. Devia Irine Putri, virus ini sebenarnya masih satu keluarga dengan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).

Kata corona pada virus tersebut berasal dari bahasa Latin yang berarti mahkota. Dinamakan corona sesuai dengan bentuk virus tersebut yang jika dilihat menggunakan mikroskop tampak seperti mahkota.

 Flu dan Batuk? Tak Perlu ke DokterFlu dan Batuk? Tak Perlu ke Dokter © © MEN

Virus corona pertama kali diisolasi pada 1965. Virus ini diambil dari cairan hidung seorang anak dengan gejala pilek. Biasanya, pilek disebabkan Rhinovirus atau virus influenza. Sayangnya, sampai saat ini dokter masih sulit untuk membedakan antara gejala infeksi rhinovirus, virus influenza, dan coronavirus.

" Coronavirus ini menyerang ke pernapasan. Jadi penyakit ini seperti flu tapi versi yang parahnya kalau bisa dibilang," kata dr. Devia Irine Putri.

 

5 dari 5 halaman

Sesak Napas Parah

Awalnya, virus corona itu ditularkan dari binatang ke manusia.ke orang. Biasanya binatang yang dimaksud adalah dari kucing. Namun, diketahui kalau virus corona saat ini mulai menular dari manusia ke manusia.

 Virus CoronaVirus Corona © Shutterstock

Terkait gejalanya, corona virus menyerupai flu biasa, seperti demam, batuk. Hanya saja, virus ini biasanya menyebabkan penderitanya mengalami sesak napas. Jika kondisinya sudah parah bisa menyebabkan pneumonia, infeksi di paru-paru hingga kematian.

" Karena mirip flu biasa, penyakit ini sangat berbahaya. Kita biasanya tidak tahu terkena corona atau tidak. Kalau benar-benar terkena, harus segera diisolasi karena takutnya terjadi penyebaran," pesan dr. Devia.

Untuk mencegahnya, hindari pergi ke negara yang sedang terpapar virus. Pastikan cuci tangan, jaga kebersihan, dan gunakan masker.

Selengkapnya baca di sini.

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis