Virus Corona Tanpa Gejala, Ini yang Perlu Diwaspadai

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Senin, 6 April 2020 18:13
Virus Corona Tanpa Gejala, Ini yang Perlu Diwaspadai
Setelah dilakukan penelitian, ternyata penularan virus Corona bisa terjadi tanpa menunjukkan gejala apapun. Anak - anak bisa menjadi pembawa virus yang paling berperan.

Dream – Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan oleh pemerintah di seluruh dunia, mulai melakukan lockdown, menjaga jarak sosial, juga menjalankan pola hidup bersih dengan mencuci tangan dengan sabun. Namun, sampai saat ini penularan Covid-19 masih saja terjadi.

Peneliti pun menemukan fakta baru penularan virus corona yang perlu diperhatikan oleh semua masyarakat. Menurut ahli epidemiologi di Universitas Columbia, Stephen Morse, penularan virus corona bahkan bisa melalui orang–orang yang tidak menunjukkan gejala.

Robert Redfield, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), juga mengungkapkan fakta baru. Menurut dia, sebanyak 25 persen orang yang terinfeksi virus corona saat ini, tidak menunjukkan gejala apa pun atau jatuh sakit.

Namun mereka masih dapat menularkan penyakit tersebut kepada orang lain.

1 dari 6 halaman

Penularan Tanpa Gejala Bukan Pertanda Baik

 Ilustrasi© Pexels.com

Redfield menambahkan, pembawa virus tanpa gejala ini kemungkinan berkontribusi besar pada cepatnya penyebaran virus corona di seluruh dunia. Dalam minggu ini, jumlah kasus yang dikonfirmasi melewati 1 juta kasus.

" Kami bahkan tidak tahu semua kasus tanpa gejala di luar sana," ungkap Morse.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, Bill Gates mengungkapkan bahwa penularan tanpa gejala bukan pertanda baik bagi upaya pencegahan penyebaran virus global.

" Dengan situasi ini, virus Corona COVID-19 akan jauh lebih sulit untuk ditangani daripada MERS dan SARS -yang disebarkan jauh lebih efisien dan hanya oleh orang yang bergejala," tambah Gates.

2 dari 6 halaman

Penularan Asimptomatik dan Presimptomatik

 Ilustrasi© Pexels.com

Kasus konfirmasi pertama yang menunjukkan bahwa virus corona dapat ditularkan oleh orang tanpa gejala muncul pada bulan Februari, ketika sebuah studi kasus menggambarkan seorang wanita berusia 20 tahun dari Wuhan, China, yang menularkan virus corona ke lima anggota keluarganya. Tetapi tidak merasakan sakit secara fisik.

Dalam laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Februari lalu, di China, ditemukan beberapa kasus yang menunjukkan seseorang positif Covid-19 tapi tidak pernah menunjukkan gejala apa pun.

" Proporsi infeksi yang benar-benar asimptomatik (tanpa gejala) tidak jelas tetapi tampaknya relatif jarang."

Penelitian lain juga telah menegaskan kembali temuan ini. Sebuah studi CDC di Washington, menemukan sebuah panti jompo, terdapat 23 orang yang di tes positif corona. Namun hanya 10 orang yang menunjukkan gejala pada hari diagnosa mereka. Sepuluh orang lainnya baru mengalami gejala seminggu kemudian.

Temuan ini menjadi implikasi penting untuk pengendalian infeksi. Karena selama ini banyak anggapan medis yang melakukan pemeriksaan bergantung pada tanda dan gejala yang ada. Kemudian dilakukan identifikasi dan mengisolasi penduduk atau pasien yang mungkin terjangkit virus corona COVID-19.

CDC juga mengevaluasi pasien virus corona di kapal pesiar Diamond Princess, yang dikarantina di Jepang pada bulan Februari. Dari 3.711 orang di dalamnya, 712 dinyatakan positif, tetapi hampir 50 persen dari mereka tidak memiliki gejala pada saat itu.

3 dari 6 halaman

Banyak Contoh lain dari Penularan Asimptomatik dan Presimptomatik

 Rapid Test Dimulai: dari Daerah Paling Rawan Corona, Jakarta Selatan© MEN

Sejumlah penelitian dan laporan baru-baru ini menunjukkan bahwa penularan presimptomatik dan asimptomatik bukanlah hal yang biasa.

Sebuah studi kecil di antara para ex-pats Jepang yang dievakuasi dari Wuhan pada bulan Februari mengungkapkan bahwa 30,8 persen orang yang dites positif tidak menunjukkan gejala.

Penelitian pada kasus virus corona di Singapura menemukan bahwa dari 157 kasus, sekitar 10 kasus merupakan penularan secara asimptomatik. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa sebagian besar paparan penularan presimptomatik terjadi satu hingga tiga hari sebelum seseorang mengalami gejala.

Penelitian dari Tiongkok pada bulan Februari mengungkapkan bahwa 13 persen dari 468 kasus terkonfirmasi, melibatkan penularan presimptomatik.

The LA Times melaporkan bahwa dari tiga-perempat penyanyi yang menghadiri latihan paduan suara, 60 orang ditemukan terjangkit virus corona Covid-19. Dan mereka tidak menunjukkan gejala apapun saat latihan.

Menurut Wall Street Journal, pada Februari lalu, 14 pemain NBA, pelatih, dan staf dinyatakan positif terkena virus corona. Setengah dari mereka tidak memiliki gejala ketika mereka didiagnosis.

Sebuah perusahaan biotek di Islandia yang telah menguji lebih dari 9.000 orang menemukan bahwa sekitar 50 persen dari mereka yang dites positif mengaku tidak menunjukkan gejala apapun.

4 dari 6 halaman

Presimptomatik Memiliki Potensi Penularan Tertinggi

Pada penularan presimptomatik, orang yang terjangkit lebih banyak menularkan virus corona pada tahap awal infeksi. Gejala yang muncul membutuhkan waktu lima hari.

Sebuah penelitian pada 23 pasien corona di dua rumah sakit Hong Kong menemukan bahwa viral load individu -seberapa banyak partikel virus yang mereka bawa dan lepaskan ke lingkungan mereka- memuncak selama minggu pertama gejala, dan kemudian secara bertahap menurun.

Seorang pasien SARS, sebaliknya, mereka akan menularkan sekitar tujuh hingga 10 hari setelah terlihat sakit.

5 dari 6 halaman

Anak-anak Bisa Menjadi Pembawa Asimptomatik

 Tanamkan 4 Kebiasaan Ini Pada Anak Demi Cegah Penularan Corona© MEN

Kelompok yang sangat potensial membawa asimptomatik adalah anak-anak. Sejauh ini, anak-anak menunjukkan jumlah paling sedikit yang terjangkit virus corona. Namun, beberapa mungkin saja memiliki infeksi yang sangat ringan kemudian menyebarkan virus.

Dalam jurnal The Lancet, peneliti mengamati 36 anak yang dites positif virus corona pada 17 Januari hingga 1 Maret di tiga rumah sakit China. Setengah dari anak-anak itu memiliki penyakit ringan tanpa gejala.

Studi lain, yang belum ditinjau, juga menemukan bahwa 56 persen dari 700 anak yang terinfeksi corona COVID-19 di Cina hanya memiliki gejala ringan (jika ada gejala).

John Williams, seorang pakar penyakit menular anak di University of Pittsburgh Medical Center, mengatakan kepada laman ABC bahwa infeksi tanpa gejala umum terjadi pada anak-anak, angkanya sekitar 10-30 persen kasus.

6 dari 6 halaman

Menggunakan Masker Bisa Membantu Mengurangi Penularan Presimptomatik

 Masker Buatan Sendiri Efektif Cegah Tertular Corona? Ini Pendapat Peneliti© MEN

WHO sudah merekomendasikan semua orang mengenakan masker. CDC belum mengeluarkan imbauan. Namun White House baru saja mengumumkan kebijakan baru. Berdasarkan pedoman CDC, mereka mendesak orang Amerika untuk mengenakan masker kain saat bepergian.

Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, mengatakan bahwa ia akan meminta semua orang untuk memakai masker (jika tidak terjadi kelangkaan masker bagi tenaga medis).

Dia menambahkan pergeseran kebijakan itu mungkin penting. Terutama saat ini, karena sudah banyak ditemukan penularan infeksi dari orang tanpa gejala yang tidak batuk, yang tidak bersin, dan yang terlihat baik-baik saja.

Pemakaian masker kain akan melindungi diri kita agar tidak terinfeksi virus Corona. Dan mencegah penularan tanpa gejala dari orang lain.

Sumber Science Alert

Beri Komentar
Cerita dan Music Bersama Ify Alyssa | Online Dream Camp 2020