Baru Ditemukan Semalam, 2 Kasus Mutasi Virus Corona Inggris Terjadi di Indonesia

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 2 Maret 2021 16:33
Baru Ditemukan Semalam, 2 Kasus Mutasi Virus Corona Inggris Terjadi di Indonesia
Temuan ini baru didapat pada Senin malam, 1 Maret 2021.

Dream - Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengungkap temuan adanya kasus infeksi virus corona B117 varian Inggris di Indonesia. Temuan ini didapat pada Senin malam, 1 Maret 2021 menginfeksi dua kasus.

" Tadi malam saya mendapatkan informasi bahwa tepat satu tahun hari ini, kita menemukan mutasi B117 UK mutation di Indonesia. Baru tadi malam ditemukan dua kasus," ujar Dante disiarkan channel YouTube Kemenristek.

Temuan itu didapat setelah pemeriksaan terhadap 462 virus SARS-Cov-2 di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Dengan temuan tersebut, Dante mengingatkan tantangan menangani pandemi Covid-19 ke depan menjadi semakin berat.

" Refleksi itu akan membuat tantangan baru kita ke depan untuk lebih mengembangkan proses-proses yang berkaitan dengan riset yang semakin cepat, model-model penanganan yang lebih baik, dan studi-studi epidemiologis secara analitik, karena proses mutasi ini sudah ada di sekitar kita," kata Dante.

Virus corona B117 disebut memiliki kemampuan menular lebih cepat dari varian yang ada sebelumnya. Untuk mencegah kasus ini, Pemerintah menerapkan larangan masuk bagi WN Inggris dan pengetatan masuk bagi WNA negara lain dan WNI dari luar negeri.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 6 halaman

Setahun Pandemi Covid-19 di Indonesia: Mulai Kasus 01 Sampai Vaksinasi

Dream - Wabah Covid-19 genap sudah setahun menjangkiti Indonesia. Setahun yang lalu, tepat hari ini, Presiden Joko Widodo ditemani Terawan Agus Putranto--yang kala itu masih menjadi Menkes--mengumumkan dua warga negara Indonesia yang positif terjangkit virus corona SARS-CoV-2 setelah berkontak dengan warga Jepang yang sedang berkunjung ke Indoesia.

Sejak saat itu, infeksi kasus Covid-19 di Tanah Air terus menyebar dan meluas. Hingga 1 Maret 2021, tercatat jumlah kasus Covid-19 di Indonesia adalah 1.341.314 orang.

Apa saja yang telah dilakukan Indonesia untuk mengendalikan penularan virus corona SARS-CoV-2 selama setahun terakhir?

Berikut rangkuman kilas balik dari pengumuman kasus pertama hingga cara menyikapi.

2 dari 6 halaman

1. Pengumuman Kasus Pertama

Ditemani Terawan Agus Putranto yang saat itu masih menjabat sebagai Menkes, Presiden Joko Widodo pada Senin, 2 Maret 2020 pagi, mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta.

Jokowi menegaskan pemerintah sejak awal sudah serius dan sangat ketat mengikuti protokol kesehatan dari WHO yang berkaitan dengan corona dan bekerja sama dengan perwakilan WHO di Jakarta.

" Oleh sebab itu, begitu ada informasi bahwa orang Jepang yang ke indonesia, kemudian tinggal di Malaysia dan dicek di sana positif corona. Tim dari Indonesia langsung telusuri," kata Jokowi.

" Orang Jepang ke Indonesia bertamu ke siapa, bertemu siapa ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang. Ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun," imbuhnya.

" Cek tim kita ternyata posisi yang sakit. Dicek dan tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa Ibu ini dan putrinya positif corona."

3 dari 6 halaman

2. Satgas Covid-19 Terbentuk

Munculnya kasus pertama ditindaklanjuti pemerintah dengan membentuk Satuan Tugas Covid-19 yang menjadi badan resmi sekaligus satu-satunya sumber rujukan informasi bagi masyarakat. Hal ini untuk mencegah kesimpangsiuran informasi.

" Untuk menghindari kesimpangsiuran informasi, satgas Covid-19 menjadi satu-satunya rujukan informasi kepada masyarakat," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 16 Maret 2020.

Satgas dibentuk lewat Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 yang diteken Jokowi pada Jumat, 13 Maret 2020.

4 dari 6 halaman

3. Lahirnya Protokol Kesehatan 3M dan 5M

Tak lama setelah dibentuknya Satgas Covid-19, masyarakat di Tanah Air mulai diperkenalkan dengan protokol kesehatan 3M yaitu menjaga jarak, mencuci tangan, serta memakai masker.

Imbauan penggunaan masker sudah digaungkan ilmuwan seluruh dunia, tak lama setelah virus corona pertama kali dikonfirmasi di Wuhan, China.

Sebuah penelitian yang dilakukan selama wabah Covid-19 berlangsung menyimpulkan bahwa penggunaan masker jenis apa pun dapat mengurangi risiko penyakit infeksi pada pekerja dan perawat kesehatan sebesar 85 persen.

“ Pesan yang paling penting adalah risikonya rendah apabila mereka konsisten menggunakan masker jenis apa pun,” tutur Mark Loeb, Spesialis Penyakit Menular di McMaster University di Ontario, Kanada, seperti dilansir New York Times.

Selain memakai masker, protokol kesehatan yang wajib dilakukan adalah menjaga jarak 1-2 meter dan mencuci tangan. Satgas Covid-19 menyebutnya sebagai 3M.

Seiring perkembangan kasus yang terus bertambah, para ahli memodifikasi protokol kesehatan 3M dengan menambahkan 2 M terbaru yang kini dikenal sebagai 5M, yakni: 

  • Memakai masker
  • Menjaga jarak dengan orang lain
  • Mencuci tangan dengan sabun
  • Menghindari kerumunan
  • Mengurangi mobilitas
5 dari 6 halaman

4. PSBB Hingga PPKM Mikro

Berbeda dengan kebanyakan negara lainnya, Indonesia sejak awal tidak pernah memberlakukan penutupan total atau lockdown. Pemerintah lebih memilih melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), lalu diubah menjadi PPKM, dan kini beralih jadi PPKM skala mikro.

Menurut Jokowi, memilih PSBB ketimbang lockdown sudah diperhitungkan matang-matang menyesuaikan kondisi Indonesia.

" Jangan sampai yang terkena virus Covid-19 hanya satu orang dalam satu RT, yang di-lockdown seluruh kota. Jangan sampai yang kena virus misalnya satu kelurahan yang di-lockdown seluruh kota. Untuk apa?" ungkap Jokowi yang membandingkan dengan PPKM mikro, Kamis 11 Februari 2021.

Untuk menekan laju penularan Covid-19, pemerintah akhirnya memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlaku sejak 11 Januari 2021. PPKM ini berlaku di Jawa dan Bali yang menjadi penyumbang terbanyak kasus positif corona di Indonesia.

Aturan PPKM ini memang tidak seketat saat PSBB Jakarta, namun berbagai pembatasan tetap berlaku, baik untuk bekerja, sekolah, jam buka pusat perbelanjaan dan restoran, hingga mobilitas warga yang mengenakan transportasi umum. PPKM kemudian diperpanjang lagi selama dua pekan hingga 8 Februari 2021.

Usai PPKM, pemerintah memutuskan mengubahnya jadi PPKM skala mikro yang mengatur pengendalian COVID-19 dilakukan di tingkat yang lebih kecil, yakni desa atau kelurahan.

Dalam pelaksanaannya, tiap desa dan kelurahan ini mesti membuat posko komando dan ikut membantu pelaksanaan 3T (testing, tracing, treatment).

PPKM mikro ini berlaku mulai 9-22 Februari, dan telah diperpanjang hingga 8 Maret 2021.

6 dari 6 halaman

4. Tahap Vaksinasi Dimulai

Presiden Joko Widodo divaksin© Liputan6.com

Bersamaan dengan pelaksanaan PPKM, pemerintah juga mulai melakukan vaksinasi corona di Indonesia. Tanggal 13 Januari 2021, menjadi momen awal vaksinasi dimulai, dengan Presiden Jokowi sebagai orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin corona Sinovac.

Kemudian diikuti kelompok tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas pertama. Dan kini vaksinasi corona sudah memasuki tahap II dengan menyasar kelompok petugas pelayanan publik dan lansia.

 

 

Beri Komentar