Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibu Hamil
Dream - Selama proses melahirkan, tubuh ibu kehilangan banyak darah. Untuk mempercepat pemulihan, asupan nutrisi yang mumpuni sangat dibutuhkan para ibu. Jangan sampai ibu mengalami anemia yang bisa berdampak fatal pada kesehatannya sendiri dan bayi yang disusui.
Anemia pasca melahirkan adalah salah satu masalah yang patut diwaspadai para ibu. Kondisi ini mengacu pada kekurangan zat besi kronis setelah melahirkan. Gejalanya berupa sakit kepala, tubuh selalu merasa lemas, mudah marah, sesak napas dan wajah yang pucat.
Kondisi ini sebenarnya juga dipicu oleh prepartum anemia (kekurangan zat besi selama kehamilan). Selama kehamilan, kebutuhan zat besi ibu meningkat tiga kali lipat. Zat besi dibutuhkan untuk pertumbuhan janin melalui plasenta.
" Kebutuhan zat besi untuk pembentukan sel darah jadi sangat banyak. Ketika nutrisi yang dikonsumsi tak mampu memenuhi kebutuhan ibu akan zat besi, maka risiko anemia semakin tinggi," ujar Davi Lim, seorang ahli nutrisi.
Untuk itu penting bagi ibu memenuhi asupan zat besi selama hasil. Hal ini juga mencegah risiko terjadinya anemia setelah bayi lahir. Anemia ini juga bisa memicu depresi.
" Ibu yang kurang zat besi akan mudah marah, sedih dan emosinya cenderung tak stabil. Kondisi ini jika dibiarkan akan mengarah pada depresi pasca melahirkan," kata Lim.
Jika mengalami gejala-gejala anemia seperti diatas, perbanyak konsumsi makanan kaya zat besi seperti daging merah, kerang, ikan laut, kacang-kacangan dan sayuran hijau. Untuk penanganan lebih baik, segera konsultasikan dengan dokter. Nantinya dokter bisa memberikan suplemen zat besi.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya